Wah-wah, masak milis Permias@ takut dengan provokasi? Sejak kapan provokasi
jadi barang haram? Seharusnya semua issue dibahas, biarpun berbau provokasi
atau tidak. Kalau peserta milisnya cukup cerdas, bahan yg berbau provokasi
tetap saja dapat dimasak menjadi masakan yang tidak berbau provokasi, dan
bersifat problem solving.
Semua usulan agar bahan yg berbau provokasi dihindari adalah usaha
merendahkan kemampuan intelektual peserta milis. Ini sama saja dengan
kelakuan penguasa ORBA yg menentang diskusi SARA, diskusi komunisme, dll.
Anjas
>From: E R Juni <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Renungan] Peace: It's A Beautiful Sight To See
>Date: Thu, 16 Dec 1999 05:09:10 -0600
>
>At 01:25 PM 12/16/99 +0700, you wrote:
>>Kenapa kalau bicara masalah SARA koq kayanya tabu sekali.
>
>maaf suhendri, tapi ada perbedaan yang sangat tajam antara membahas masalah
>sara dan membuat sebuah pernyataan yang berbau provokasi, harusnya kita
>sebagai orang terpelajar bisa membedakan kedua hal tersebut. dan tidak
>malah membuat seakan2 yang satu adalah yang lainnya. tapi saya yakin
>komunitas permias walaupun disusupi oknum2, tetap sebagian besar berisi
>orang2 terpelajar yang bisa membedakan mana yang 'membahas menuju
>persatuan' dan yang mana yang 'provokasi'.
>
>>Justru saya bicara disini di komunitas yang sangat beragam, dan saya yakin
>>punya komunitas ini memiliki kemampuan dan intelektual yang sangat bagus,
>>akan lebih bermanfaat dan objektif.
>
>exactly, tepat itu yang saya bilang di atas. oleh karena itu pak datubara
>sudah menghimbau supaya para anggota yang lain waspada akan timbulnya
>provokasi2 dari pihak2 yang tidak bertanggung jawab.
>
>>Kalau perbedaan itu dibicarakan, akan sangat enak sekali dalam
>>berhubungan.
>>Tidak ada saling curiga dan akan saling percaya, karena sudah tahu
>>"daleman"
>>masing - masing :-)
>>
>>Akan sangat disayangkan kalau komunitas ini tabu bicara SARA. Jangan
>>seperti
>>burung Onta, memasukkan kepala nya ke dalam tanah, karena semata - mata
>>tidak mau melihat bahaya / keadaanya sekitarnya yang dia tidak suka :-)
>
>anda benar sekali. sangat disayangkan bahwa saya sama sekali tidak melihat
>dua alinea terakhir ini dalam beberapa posting terakhir ini. dua alinea
>terakhir anda ini saya setuju, tapi saya tidak lihat ada usaha anda ke arah
>sini, *sama sekali*. bung YS sudah menanggapi seruan anda dan menunjukkan
>niat yang serius dalam menyelesaikan masalah, terlihat ada tindakan 'nyata'
>yang bung YS sudah lakukan, akan tetapi anda malah mementahkan lagi
>masalahnya dan kembali membuat masalah baru.
>
>saya quote kata2 anda :
>
>"Saya meminta anda YS untuk menulis apa saja yang anda mau dari Umat Muslim
>Ambon untuk menyelesaikan masalah ini. Setiap permintaan anda harus
>beralasan atas sesuatu (mis : saya minta ini karena ........)"
>
>dan bung YS sudah melakukannya dengan :
>1....
>2...
>3...
>
>saya harap anda menghargai itikad baiknya dan menanggapi dengan serius,
>anda bisa menunjukkan niat anda sebenarnya apakah memang ingin bersatu atau
>hanya ingin bermain2 dengan kata2 sambil membuat pertentangan dengan
>provokasi sara.
>
>terima kasih,
>
>
>e r juni
>
>ps: bisa saya tambahkan di sini bahwa dari pertanyaan anda : "... dari Umat
>Muslim Ambon...." bahwa anda masih membedakan dan tidak ada niat ke arah
>persatuan. sementara dari jawaban bung YS, terlihat bahwa yang dia minta
>adalah dari 'kedua belah pihak' , jadi jelas itikad baiknya... something i
>noticed just now...
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com