Dear Mme. Ida:
Maaf atas ketelatan dalam membalas e-mail anda. Masalahnya waktu saya
kurang memungkinkan kemarin. Saya akan berusaha menanggapi tulisan
anda yang menarik ini.
>:) Realist bukan hanya memandang negara sebagai power holder atau unitary
>actor akan tetapi juga menganggap causal inference beranjak dari kenyataan
>yang mereka lihat dan saksikan. Realist menganggap bahwa stabilitas
>internasional hanya akan tercapai dengan terciptanya 'balance of power'
>antara dua kekuatan yang menjaga keseimbangan hubungan international.
Benar. Tapi tak hanya 2 kekuatan. Balance of power juga bisa terjadi antara
beberapa kekuatan internasional. Contohnya adalah 'Concert of Vienna'-nya
Metternich. Lagipula untuk kaum realis, raison d'etat merupakan faktor
terpenting
dalam melakukan diplomasi antar state. Karena itu juga terbentuk 'International
Relations.'
>Saat ini, tidak ada lagi kompetisi balance of power, tetapi yang ada adalah
>hegemony of power, dipegang oleh the US.
Kissinger's Diplomacy:
"What is new about the emerging world order is that, for the first time,
the United States can neither withdraw from the world nor dominate it."
Amerika memang besar, tapi ia tetap tak bisa mendikte negara-negara
bahkan kalau saya lihat pengaruh US sekarang tidak sekuat dulu pada
masa Perang Dingin. Saya rasa argumen saya yang ini bisa menimbulkan
perdebatan cukup sengit... :-)
>Premises the post Cold War adalah:
>1. mengganti campaign konflik dan perang ke peace talk; 2. mengganti bantuan
><deleted>
>senjata, akan tetapi rapid economic changes dan economic relations, dan
>social capital (untuk point terakhir ini dipengaruhi oleh postmodernism).
Oh, jadi anda neo-realist?
Saya senang sekali dengan ide-ide neo-realist. Apa anda sudah membaca
'Man, State, and War' karangan Kenneth Waltz? Buku itu sangat saya
rekomendasikan.
>Jika Kissinger dianggap 'bagus' karena dia seorang realist, maka ada
>kemungkinan hubungan international Indonesia melangkah dua dekade ke
>belakang.
Ada satu lagi kelebihan Kissinger: experience.
Saya ragu kalau karena dia realis maka hubungan internasional Indonesia
melangkah 2 dekade ke belakang. Lagipula posisi dia sekarang ini hanya
'advisor' sehingga tak mungkin dia bisa mengendalikan cara Indonesia
berdiplomasi.
>>Untuk yang ini, doa anda terkabul. Menarik sekali melihat betapa >banyak
>>orang menyamakan Kissinger dengan
>>Perang Vietnam, walau kenyataannya itu perang Vietnam justru mencapai
>>puncaknya waktu administrasi 'Democrats'-nya Kennedy dan >Lyndon Johnson.
>>Anda bisa membaca McNamara's 'In Retrospects.
>
>:) Sorry kalau terjadi kesalahan pada perpepsi saya. Tetapi jika mengikuti
>percakapan Nixon dalam the Nixon Year. Pada percakapan itu juga dijelaskan
>kehadiran Kissinger pada rapat National Security Council tentang bagaimana
>menjatuhkan Vietnam, tidak hanya Vietnam tetapi seluruh Indo China...Hingga
>hari ini, bom-bom yang belum meledak di Laos masih berserakan. Well mungkin
>bacaan saya perlu di check lagi, tapi seingat saya, itu yang terjadi.
Saya membaca buku yang sama dan juga Kissinger's response di memoir dia.
Inti dari pemboman itu adalah supaya US bisa 'withdraw with honor' dari South
Vietnam sementara itu North Vietnam menggunakan jalur-jalur dari Laos-Kamboja
terus menyerbu Vietnam Selatan dengan Vietcongnya itu. Untuk itu mereka
mendiskusikan cara untuk menetralisir Vietnam Utara terlebih dulu. Perang
Vietnam
sendiri sudah lama dimulai sejak tahun 1950-an di masa Prancis dan digantikan
US di tahun 1960-an.
>>Boleh tanya: yang mana. Perang teluk 1980-1988 itu dimulai oleh Saddam
>>Hussein. Perang Teluk II dimulai setelah Iraq menyerbu Kuwait.
>
>:) Kissinger 'tidak' menyukai negara-negara di Middle East. Favorit dia
>adalah Europe. Kissinger salah satu orang yang mendukung supply senjata
>kepada Iran, anehnya, as well as Iraq.
'Shuttle Diplomacy.'
Walau counter-argumennya itu juga untuk menjaga agar Russia tak terlalu
menyebar pengaruhnya di Arab.
Policy Kissinger-Nixon waktu itu adalah 'Containment' Russia. Eropa dianggap
vulnerable dan middle East merupakan ladang subur untuk pengaruh Russia.
>>Pada masa perang dingin, hampir semua 'establishment' di US
>>mendukung bom nuklir. USSR sendiri meningkatkan produksinya
>>di masa Brezhnev, dan sekarang pun India dan Pakistan memilikinya.
>>Politik bom nuklir lebih banyak dipengaruhi ide 'MAD' dan deterrence.
>
>:) Seperti yang anda kemukakan di awal, Kissinger adalah seorang
>Realist,maka kematian bom nuclear bukanlah sesuatu yang diinginkannya. Salah
>satu premis realisme adalah military equipment as a measurement of power.
>Nah mungkin karena itu Kissinger tidak mendukung pemusnahan atomis boms.
Kembali ke premise pertama bahwa Kissinger pendukung bom nuklir, tulisan
saya hanya ingin menyatakan bahwa tak hanya Kissinger, tapi hampir semua
establishment mendukung bom nuklir. FDR merupakan salah satu pencetus
utamanya. Lalu, kenapa anda tak menyatakan bahwa FDR itu pendukung
bom nuklir, tapi hanya single-out Henry Kissinger?
>>Kissinger adalah Yahudi. Seperti anda ketahui, holocaust bukanlah
>>myth.
>
>:) Are you sure if he is a Jew?
Silahkan anda membaca tiga buku memoir dia, terutama 'Years of Renewal.'
Di halaman terakhirnya ada surat dari ayah dia kepadanya.
>>War and hunger have always been present with humanity since the
>>beginning of history. (Confucius)
>
>:) He is right, but some people have just too much of this behavior.
>Therefore humans have nothing to do but fight. What a justification.
Well, untuk kaum realist, National Interest merupakan 'tuhan' dari politik
mengikuti ide Richelieu dan Machiavelli (raison d'etat).
>>Pada masa perang dingin, hampir semua administrasi mendukung
>>silent killings oleh CIA. Salah satu buat diconsider: Bay of Pigs-nya
>>Kennedy.
>
>:) You may want read documents regarding the involvement of Kissinger in
>mapping death dots masa Cold War especially in the 1970s.
Saya tertarik (secara profesional) kalau anda bisa memberikan buku yang
menyatakan Kissinger is mapping death dots. Soalnya Kissinger merupakan
salah satu tokoh 'favorit' saya. Dokumen itu bisa sangat membantu saya
dalam mempelajari Cold War lebih dalam.
>BTW. Kennedy is
>not a big fan of Cold War. Cold War terjadi setelah perang dunia ke dua.
>Paling parah pada masa pemerintahan Eisenhower. Kematian Kennedy adalah
>tragedy untuk peace. Bay of Pigs- Kennedy adalah dertemination of "balance
>of power."
Bisa anda perlihatkan bukti Kennedy bukan fan cold war?
'Ich Bien Ein Berliner'
Dalam kampanye Presiden 1959-60, Kennedy mengeritik Eisenhower 'for communist
takeover of Cuba in 1959. Dalam debat Kennedy-Nixon, konsensus yang terjadi
adalah
siapapun yang menang WAJIB mempertahankan Taiwan tanpa mengorbankannya
seincipun. Selain itu, Kennedy juga bertanggung jawab atas kematian Diem dengan
menyetujui kup waktu itu.
Jika presiden US waktu itu not a big fan of Cold War, dia tak akan bisa
dipilih.
Nixon yang merupakan 'Cold War Warrior' dikalahkan Kennedy dengan margin
yang sangat tipis dan waktu itu batu nisan pun memilih presiden.
Saya juga minta anda men-clarifikasi pernyataan:
Bay of Pigs- Kennedy adalah dertemination of "balance of power."
Apakah di sini maksud anda dengan membunuh Castro, Kennedy ingin mengembalikan
balance of power? Atau mungkin yang anda maksud Cuban Missile Crisis?
>>Kissinger lebih tertarik ke politik luar negeri dan dia tak pernah ikut
>>campur dengan domestic politics di US.
>
>:) Sosial walfare tidak berarti issue domestik. Bentuk bantuan luar negeri
>misalnya utang luar negeri, medical aids, etc melalui NGOs atau IMF atau
>World Bank adalah humanitarian actions. Humanitarian actions ini menjadi
>sangat populer di tahun 1960-an setelah Kennedy menggolkan program Peace
>Corps. <deleted< BTW. anti- social walfare meaning tidak favor pada
>humanitarian actions.
Peace Corps kalau saya lihat lebih banyak merupakan extensi US dalam
menghadapi USSR. Mungkin saya sendiri memiliki flaw karena terlalu
berpikir secara raison d'etat.... :-)
Tapi melihat tulisan anda yang pertama, saya terus terang confused, soalnya
anda menyatakan Henry Kissinger anti social welfare. Pertanyaannya adalah
apakah jika seseorang bersikap netral/tak aktif, maka artinya dia itu anti?
Soalnya hal ini jug amenjadi bahan perdebatan yang cukup menarik, salah
satunya ide tentang 'innocent bystanders' yang banyak terjadi waktu pembantaian
Hutu-Tutsi di Rwanda.
Anyway, senang sekali berdiskusi dengan anda.
Keep smiling too.... :-)
YS