Dear sir Johannes,
>Wah, sebetulnya saya yang cukup kewalahan melihat 'serbuan'
>dari anda. Apalagi posisi saya yang di debat ini agak 'sulit'
>soalnya saya terlihat seperti membela 'penjahat perang.' :-)
:) jangan meninjau pertukaran ide sebagai 'serbuan' yang hendak
mematahkan. Justru kita saling
membangun pemahaman pada issue yang mungkin di antara kita masih
asing. Jangan menganggap bahwa
saya memojokkan anda sebagai pembela 'penjahat perang.' Kita sedang
berdiskusi. Pandangan kamu tidak harus sama dengan pandangan saya.
Demikian pula sebaliknya. We are free to believe what we believe.
No hand and mind should bound to believe what they do not agree
with. Am I right?
>Mungkin karena keduanya tetangga.... :-)
:) Iya ya..he..he.. thank you for understanding!
>Maaf, bisa anda lebih elaborate untuk point ini? Soalnya saya takut kalau
>saya
>Salah menafsirkan maksud anda.
:) saya hanya berpandangan temporer bahwa hingga hari ini hanya US
yang dapat survive di
tengah goncangan international economy dan politics. Mungkin ada
premis-premis berikut setelah evaluasi posisi US di percaturan
international. Kemungkinan besar sub action dari China akan
mempengaruhi objective evaluasi kita. We will see.
>However I still think that you need to put your context in that era. US
>position had Already been weakened drastically in the world. Europe was
>skeptical regarding US' Ability to come in their defense against USSR and
>in Middle East, US' mediation On middle East conflict had been complicated
>as the nations watching the Vietnam's Development began to show doubt on
>US' credibility. IN this case, what US had To do was to show its resolve
>that it could not afford to be bullied by a small nation. In short, US
>global standings and credibility had been weakened by the Vietnam War.
>About the killing of civilians, Kissinger pointed out that he suggested
>bombardments On area around the border, and he had already got implicit
>agreements from the Governments in Laos and Cambodia. You are correct
>however in pointing out that some of my sources are from >Kissinger's
>Writings. However, I suggest you to also read Kissinger's point of view.
:) I agree with your analysis about the US position in general
context. Unfortunately, US can recover easily from the damage of
Vietnam War. God knows how.
Thank for your suggestion. However, the more I read Kissinger's
point of view, the more I feel disagreement
toward his ideas. Oh well, perhaps his points do not serve my belief.
>Economic power is a tool for a political power. US has a huge dominance on
>Economic thus it can wield the economy as a political power toward the
>world.
:) Yes!
>MAD di sini artinya 'Mutual Assured Destruction' di mana idenya adalah
>balance of power berdasarkan bom nuklir.
:) OK, kalau begitu kita sudah mengerti. Satunya MAD policy
reflects on psychological threat (sub system theory) , dan satu MAD "mutual
Assured Destruction"
melalui power threat (system theory).
>Akan saya cari dokumen-dokumen yang anda sebut. Tapi rasanya saya tak akan
>sanggup membaca semua dokumennya. :-)
:) kasih waktu saja, terlebih kamu mau focus post-Cold War era.
Saya satu source yang paling valid and first hand information
adalah hearings. Dari hearings ini kita bisa bandingkan perubahan
policy dan pandangan executive-legeslative.
>Saya sengaja memakai contoh Hiroshima itu untuk memberikan fact bahwa Dalam
>perang, sekejam apapun, taktik akan dipakai untuk mempertahankan National
>interest dan semua alasan bisa dipakai. Cold War sendiri walaupun 'Cold'
>tapi waktu itu US sedang terjerumus di Perang Vietnam. Terlihat di sini ada
>bias in analysis terutama oleh kalangan media kontemporer.
:) OK.
>Dalam legalitas, tetap walau secretary of state is the cruel one, decision
>has to be Made with the president's approval. Selain itu, bagaimana dengan
>era 'madame Albright' dimana dia yang pertama menyerukan untuk membom
>Serbia? Keputusan Membom tetap di tangan Clinton. Pada masa itu juga, kalau
>Kissinger mengusulkan Untuk membom IndoChina, tetap keputusan terakhir
>ditangan Presiden. Dalam In Retrospect, McNamara salah satu yang hawkish
>dalam menyerbu Vietnam, Tetap keputusan diambil setelah berunding dengan
>JFK.
:) Dalam process pembuatan Foreign Policy (FP), ada tiga theory yang
paling popular:
1. Presiden penentu FP (see Kanter)
2. Executive bureaucracy memiliki influence mendasar pada process
pembuatan FP (see Allison and Halperin)
3. Congress menentukan supply keuangan untuk FP (see Geddes)
Hingga hari ini, point ke dua adalah point yang paling relevant.
Sebab meskipun president adalah penentu terakhir keputusan sidang pada
executive side, dia
tidak dapat mengabaikan keputusan bureau executive lainnya. Nah, keputusan
FP
itu adalah keputusan round table bereau executive kemudian di bawa ke
Congress. Sebelum
ke Congress, informal atau formal lobbies lebih seru lagi.... dari
circumtances
loby ini, muncul lagi theory tentang kelompok interest groups and US FP.
>I am sure about this.
:) Saya hanya heran saja pada pandangan realism yang sering
menyamakan pemahaman sosialis dengan komunisme. Sorry! Mengapa ketika
Aliande hendak menerapkan policy
pro rakyat dan sosial warfare akhirnya dia dituduh hendak mengikuti Castro?
>Ini juga memberikan satu lagi pertanyaan sejarah: Jikalau Indonesia tak
>terjebak Dalam krismon dan tak ada El Nino, apakah Suharto akan tumbang?
:) Iya, pada Conference on Indonesia di Berkeley, pada Indonesian
political analysts sepakat bahwa perubahan politik terjadi karena ekonomi
dan natural dissaster.
Namun demikian, tidak bisa kita pungkiri bahwa gerakan sosial sebagai reaksi
pada situasi ekonomi merupakan
point penting pada perubahan politik Indonesia.
>Strange, but it also a bit disturbing to your arguments that implicate him
>as a war Criminal.
:) A War Criminal title is given by the Human rights convention and
APSA. Not me, sorry. Unfortunately, Nobel prize is not always nobel.
>Statement Kennedy memang di debat pertama banyak di domestic issues, tapi
>Seperti yang saya tulis diatas, Kennedy menekankan bahwa dia juga
>sebetulnya Mampu untuk melawan Russia. Ini di tahun 1960-an dimana
>USSR baru meluncurkan Sputnik dan Khruschev dengan sesumbarnya berhasil
>Menakuti US dan memberikan false impression bahwa waktu itu bom nuklir
>Russia jauh lebih banyak daripada US. Karena itu, siapapun presiden yang
>Akan dipilih, wajib memperlihatkan kredibilitas dia sebagai a Cold War
>Warrior.
:) You may be right. Win the voters through heroism.
>Seperti yang saya tulis, McNamara, secretary of defensenya
>Kennedy, menulis di 'In Retrospect' bahwa Kennedy mengirimkan
>16000 military 'advisors' ke Vietnam.
:) Mungkin sumber kamu betul juga. Pengiriman yang direncanakan
adalah 16.000 troops dalam tiga gelombang. Tetapi the actual number yang
tiba adalah 8000
orang. Atau mungkin saya tidak membaca dengan hati-hati.
>Masalahnya hubungan antar China dan negara-negara luar
>berdasarkan ide 'One China Policy.' Saya rasa saya tak perlu
>elaborate tentang policy itu, karena saya assume anda sudah
>tahu. Tapi intinya kalau US menjalin hubungan diplomatik dengan
>Taiwan, maka kedubes di Beijing harus ditutup dan seperti yang kita
>Ketahui, Beijing merupakan salah satu pemilik bom nuklir terbanyak
>Didunia (tentunya dibawah US dan USSR). Saya justru merasa policy
>Of engagement US ke China mainland lebih berguna untuk long term.
>Taiwan secara otomatis loyalty ke US-nya taken for granted. Karena
>Itu secara realpolitik memang US lebih perlu melakukan engagement
>Kepada China.
:) Engagement policy ke China oleh US sah-sah saja. Saya hanya tidak
setuju dengan pengingkaran hak-hak Taiwan sebagai an independent state and
nation.
>Margaret Thatcher. The Iron Lady, now that's a challenge. :-)
>Rasanya borok sejarahnya tak akan sebanyak Kissinger. Kecuali waktu
>Malvinas. Bukan ide jelek untuk mendiskusikannya, tapi sayang saya
>Kurang banyak mempelajari Eropa di 1980-s. Paling hanya Russia.
:) Kita bisa baca dulu baru kita diskusikan. Saya juga tidak banyak
tahu tentang Thatcher.
>Well, senang sekali berdiskusi dengan anda, dan terus terang debatnya Mulai
>berat sekali. :-)
:) kita ngomong saja yang ringan-ringan nanti.
salam,
ida
>YS
>>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com