Dear Mr. Johannes,
Terima kasih atas supply responsenya. Saya hanya ada sedikit concern
terhadap Mr. Kissinger. Apalagi jika dia ditaruh pada konteks realisme.
Semoga kita bisa berdiskusi lebih seru, seperti biasa.
>M. Henry Kissinger merupakan salah satu kaum 'Realist' dalam hubungan
>internasional. Realist di sini artinya seseorang yang >memandang hubungan
>antar negara
>berdasarkan 'power' dan 'legitimacy.' Cara berpikir dalam politik
>internasionalnya tertuang di buku
>'A World Restored: Metternich, Castlereagh, and the Problem of Peace.'
:) Realist bukan hanya memandang negara sebagai power holder atau unitary
actor akan tetapi juga menganggap causal inference beranjak dari kenyataan
yang mereka lihat dan saksikan. Realist menganggap bahwa stabilitas
internasional hanya akan tercapai dengan terciptanya 'balance of power'
antara dua kekuatan yang menjaga keseimbangan hubungan international.
Saat ini the post-Cold War, tidak ada lagi kompetisi balance of power,
tetapi yang ada adalah hegemony of power, dipegang oleh the US. Premises the
post Cold War adalah: 1. mengganti campaign konflik dan perang ke peace
talk; 2. mengganti bantuan senjata ke bantuan ekonomi; 3. memberi bantuan
pinjaman bagi negara-negara korban perang dingin; 4. meningkatkan bantuan
untuk pertumbuhan ekonomi melalui lembaga private and states. Sebenarnya
signal bahwa ekonomi perlahan-lahan mengambil path perang pertama kali
diungkapkan oleh Johan Galtung 1972, ketika beliau memperhatikan kebangkitan
ekspor-import Jepang dan Europe.
Premises diatas diungkapkan oleh Neorealists. Salah satu penganjurnya adalah
Koehane et al. Neorealisme percaya bahwa independent variable dan dependent
variable dalam hubungan international tidak lagi pada pameran kekuatan
senjata, akan tetapi rapid economic changes dan economic relations, dan
social capital (untuk point terakhir ini dipengaruhi oleh postmodernism).
Jika Kissinger dianggap 'bagus' karena dia seorang realist, maka ada
kemungkinan hubungan international Indonesia melangkah dua dekade ke
belakang.
>Untuk yang ini, doa anda terkabul. Menarik sekali melihat betapa >banyak
>orang menyamakan Kissinger dengan
>Perang Vietnam, walau kenyataannya itu perang Vietnam justru mencapai
>puncaknya waktu administrasi 'Democrats'-nya Kennedy dan >Lyndon Johnson.
>Anda bisa membaca McNamara's 'In Retrospects.
:) Sorry kalau terjadi kesalahan pada perpepsi saya. Tetapi jika mengikuti
percakapan Nixon dalam the Nixon Year, dijelaskan kehadiran Kissinger pada
rapat National Security Council tentang bagaimana menjatuhkan Vietnam, tidak
hanya Vietnam tetapi seluruh Indo China...Hingga hari ini, bom-bom yang
belum meledak di Laos masih berserakan. Well mungkin bacaan saya perlu di
check lagi, tapi seingat saya, itu yang terjadi.
>Boleh tanya: yang mana. Perang teluk 1980-1988 itu dimulai oleh Saddam
>Hussein. Perang Teluk II dimulai setelah Iraq menyerbu Kuwait.
:) Kissinger 'tidak' menyukai negara-negara di Middle East. Favorit dia
adalah Europe. Kissinger salah satu orang yang mendukung supply senjata
kepada Iran, anehnya, as well as Iraq.
>Pada masa perang dingin, hampir semua 'establishment' di US
>mendukung bom nuklir. USSR sendiri meningkatkan produksinya
>di masa Brezhnev, dan sekarang pun India dan Pakistan memilikinya.
>Politik bom nuklir lebih banyak dipengaruhi ide 'MAD' dan deterrence.
:) Seperti yang anda kemukakan di awal, Kissinger adalah seorang
Realist,maka kematian bom nuclear bukanlah sesuatu yang diinginkannya. Salah
satu premis realisme adalah military equipment as a measurement of power.
Nah mungkin karena itu Kissinger tidak mendukung pemusnahan atomic boms.
>Kissinger adalah Yahudi. Seperti anda ketahui, holocaust bukanlah
>myth.
:) Are you sure if he is a Jew? I have to check about this again.
>War and hunger have always been present with humanity since the
>beginning of history. (Confucius)
:) He is right, but some people have just too much of this behavior.
Therefore humans have nothing to do but fight. What a justification.
>Pada masa perang dingin, hampir semua administrasi mendukung
>silent killings oleh CIA. Salah satu buat diconsider: Bay of Pigs-nya
>Kennedy.
:) You may want read documents regarding the involvement of Kissinger in
mapping death dots masa Cold War especially in the 1970s. BTW. Kennedy is
not a big fan of Cold War. Cold War terjadi setelah perang dunia ke dua.
Paling parah pada masa pemerintahan Eisenhower. Kematian Kennedy adalah
tragedy bagi peace. Bay of Pigs- Kennedy adalah dertemination of "balance of
power."
>Kissinger lebih tertarik ke politik luar negeri dan dia tak pernah ikut
>campur dengan domestic politics di US.
:) Sosial walfare tidak berarti issue domestik. Bentuk bantuan luar negeri
misalnya utang luar negeri, medical aids, etc melalui NGOs atau IMF atau
World Bank adalah humanitarian actions. Humanitarian actions ini menjadi
sangat populer di tahun 1960-an setelah Kennedy menggolkan program Peace
Corps. Kemudian pada tahun 1970-an, Clement Johnson meminta perhatian
Congress untuk juga membantu Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain
dalam hal pendidikan. Argument Johnson ini dilandasi oleh keprihatinan
terhadap situasi Indonesia yang telah porak poranda akibat keterlibatan CIA
dan bantuan senjata US dalam usaha penjatuhan Sukarno yang puncaknya tejadi
di tahun 1965. BTW. anti- social walfare meaning tidak favor pada
humanitarian actions.
I might be wrong about Mr. Kissinger, but I only said based on what I have
heard and read.
smile is the best medichine!!!
ida
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com