Dear Sir Johannes,

Semakin seru nih.  Sorry, kalau pendapat saya terhadap idolamu berbeda.

>Benar. Tapi tak hanya 2 kekuatan. Balance of power juga bisa terjadi antara
>beberapa kekuatan internasional. Contohnya adalah 'Concert of Vienna'-nya
>Metternich. Lagipula untuk kaum realis, raison d'etat >merupakan faktor
>terpenting dalam melakukan diplomasi antar state. >Karena itu juga
>terbentuk 'International Relations.'

:) Kalau beberapa kekuatan membentuk balance of power maka hubungan
internationalnya multipolar. Multipolar muncul setelah beberapa state
terbangun dari perang dan membangun independence militer. Namun demikian,
multipolar tidak terlalu popular ketika dua kekuatan US and EX SU masih
membagi kekuatan dan dukungan di setiap negara.  Setahu saya.

>Kissinger's Diplomacy:
>"What is new about the emerging world order is that, for the first time,
>the United States can neither withdraw from the world nor dominate it."
>Amerika memang besar, tapi ia tetap tak bisa mendikte negara-negara
>bahkan kalau saya lihat pengaruh US sekarang tidak sekuat dulu pada
>masa Perang Dingin. Saya rasa argumen saya yang ini bisa menimbulkan
>perdebatan cukup sengit... :-)

:) He..he..., di mana-mana US masih tetap memegang hegemony politik dan
ekonomi.  Argument Europe? Masih berkutat membentuk the unity of Euro. Belum
apa-apa, Swizerland sudah memiliki pemerintahan Neo Nazi yang anti
immigrants. Well, Japan? Kekuatan Asia itu akhirnya terjerembab sejak lima
tahun belakangan ini.  China? Masih perlu restrukturisasi pemerintahan dan
organizasi. India? Problem dengan poverty. Canada? Ancaman pada federation
French -English states.  Simplenya, Bank Dunia, IMF, UN, and WTO, NAFTA,
sekarang berada dalam 'genggaman US.' Meskipun WTO kemarin gagal di sini.

>Oh, jadi anda neo-realist?
>Saya senang sekali dengan ide-ide neo-realist. Apa anda sudah membaca 'Man,
>State, and War' karangan Kenneth Waltz? Buku itu >sangat saya
>rekomendasikan.

: Iyap, the book is interesting. Tetapi tulisan Koehane and Nye mungkin
lebih mudah diikuti oleh pemula, seperti saya.

>Ada satu lagi kelebihan Kissinger: experience.
>Saya ragu kalau karena dia realis maka hubungan internasional Indonesia
>melangkah 2 dekade ke belakang. Lagipula posisi dia >sekarang ini  hanya
>'advisor' sehingga tak mungkin dia bisa >mengendalikan cara Indonesia
>berdiplomasi.

:) Kissinger terkenal dengan pengalamannya 'meningkatkan perang.'
Pembunuhan 24 jam di Laos, Cambodia, Vietnam, adalah ide Kissinger untuk
menguatkan posisi US.  Tapi nyatanya, ide itu membangkitkan kemarahan dan
kekuatan negara-negara tertindas.
Betul bahwa Kissinger terkenal sebagai one of the most powerful statemen
karena kepiawaiannya berdiplomasi dan menyembunyikan 'borok' policynya. Yang
dibutuhkan Indonesia sebagai advisor international politik, menurut hemat
saya, bukan ahli perang tetapi ahli ekonomi dan sosial warfare. Masalahnya
sekarang dunia sudah berganti arah. Tidak lagi pada angle kekuatan politik
dan diplomasi kekuatan tetapi pada kekuatan ekonomi.

>Saya membaca buku yang sama dan juga Kissinger's response di memoir dia.
>Inti dari pemboman itu adalah supaya US bisa 'withdraw with >honor'  dari
>South Vietnam sementara itu North Vietnam menggunakan >jalur-jalur dari
>Laos-Kamboja terus menyerbu Vietnam Selatan dengan >Vietcongnya itu. Untuk
>itu  mereka mendiskusikan cara untuk  >menetralisir Vietnam Utara terlebih
>dulu.  Perang Vietnam
>sendiri sudah lama dimulai sejak tahun 1950-an di masa Prancis dan
>digantikan US di tahun 1960-an.

:) Salah satu buku yang menguatkan implikasi policy Kissinger adalah Nuclear
Bom and Foreign Policy. Mungkin bisa jadi pertimbangan dalam meninjau policy
dia di sana.

>'Shuttle Diplomacy.'
>Walau counter-argumennya itu juga untuk menjaga agar Russia tak terlalu
>menyebar pengaruhnya di Arab. Policy Kissinger-Nixon waktu >itu adalah
>'Containment' Russia. Eropa dianggap vulnerable dan middle >East merupakan
>ladang subur untuk pengaruh Russia.

:) Selalu kembali ke konsep balance of power. Jangan lupa Kissinger's MAD
policy terhadap Russia.  Saran dia: "Jika berhadapan dengan Russia tunjukkan
sikap seakan-akan kita marah, gila, dan terkontrol untuk menakuti mereka."
Well, i do not know exactly where he goes with this.


>Kembali ke premise pertama bahwa Kissinger pendukung bom nuklir, tulisan
>saya hanya ingin menyatakan bahwa tak hanya Kissinger, tapi >hampir semua
>establishment mendukung bom nuklir. FDR merupakan salah >satu pencetus
>utamanya. Lalu, kenapa anda tak menyatakan bahwa FDR >itu pendukung bom
>nuklir, tapi hanya single-out Henry Kissinger?

:) Mungkin karena pada masa itu, bom terbanyak meledak dan terbrutal pada
masa dia menjadi Secretary of State. jangan lupa pemboman 24 jam di Laos.

>Silahkan anda membaca tiga buku memoir dia, terutama 'Years of Renewal.' Di
>halaman terakhirnya ada surat dari ayah dia kepadanya.

:) Oh ya..you are right.  Yang saya ingat adalah Kissinger digelari
oleh American Polical Science Association pada tahun 1973 sebagai 'the
American Nazi.' Gelar ini muncul ketika Kissinger mengakhiri masa 42
pemerintahan Demokrat di Chili memakan jutaan korban manusia.

>Well, untuk kaum realist, National Interest merupakan 'tuhan' dari politik
>mengikuti ide Richelieu dan Machiavelli (raison d'etat).

:) Kaum realist sebenarnya tidak menyarankan perang sebagai solusi pemecahan
masalah dalam mempertahankan national interest akan tetapi menjadikan
kekuatan militer dan kesiapan perang sebagai bargaining of power to scare
the enemy or opposition.

>Saya tertarik (secara profesional) kalau anda bisa memberikan buku yang
>menyatakan Kissinger is mapping death dots. Soalnya Kissinger merupakan
>salah satu tokoh 'favorit' saya. Dokumen itu bisa sangat >membantu saya
>dalam mempelajari Cold War lebih dalam.

:) Pada tahun 1973(2?) Human Right Convention di Swedia menghukum Kissinger
secara sipil sebagai "War Criminal." Pada dokument convensi itu, dijelaskan
secara terperinci keterlibatan Kissinger pada setiap incident di kancah
international.  Bisa anda dapatkan diperpustakaan, koleksi UN atau simply
human right.
Selain itu, pada tahun yang kurang lebih sama APSA (Amerikan Political
Science Association) mengadakan voting untuk mencabut keanggotaan Kissinger
dari APSA karena kebrutalan policynya.  Info ini bisa didapatkan pada APSA
Review.

>Bisa anda perlihatkan bukti Kennedy bukan fan cold war?
>'Ich Bien Ein Berliner'
>Dalam kampanye Presiden 1959-60, Kennedy mengeritik Eisenhower 'for
>communist takeover of Cuba in 1959. Dalam debat Kennedy-Nixon, >konsensus
>yang terjadi adalah siapapun yang menang WAJIB mempertahankan Taiwan tanpa
>mengorbankannya seincipun. Selain itu, Kennedy juga bertanggung jawab >atas
>kematian  Diem dengan menyetujui kup waktu itu. Jika presiden US >waktu itu
>not a big fan of Cold War, dia tak akan  bisa dipilih.
>Nixon yang merupakan 'Cold War Warrior' dikalahkan Kennedy dengan margin
>yang sangat tipis dan waktu itu batu nisan pun memilih presiden.

:) Debat yang mana yang anda maksud? Debat presidential candidate yang ke
berapa? Mereka melakukan tiga kali debat. Saya punya tape/videonya. Akan
saya lihat/dengar lagi. Saya pernah menulis analysis pidato Kennedy dalam
presidential campaign. Yang saya tahu, Kennedy tidak membuat komitmen
tentang perang dalam bentuk apapun dalam menanggapi the Cold War. Perlu
diingat bahwa tentara yang ke Vietnam di bawah Kennedy hanya 8000 orang.

>Saya juga minta anda men-clarifikasi pernyataan:
>Bay of Pigs- Kennedy adalah dertemination of "balance of power."
>Apakah di sini maksud anda dengan membunuh Castro, Kennedy ingin
>mengembalikan
>balance of power? Atau mungkin yang anda maksud Cuban Missile Crisis?

:) Oh ya mixing reference,  Bay of Pig berdasarkan alasan komunisme.
Sementara pameran balance of power itu, in the Cuban Missile.
(Graham Allison)

>Peace Corps kalau saya lihat lebih banyak merupakan extensi US dalam
>menghadapi USSR. Mungkin saya sendiri memiliki flaw karena terlalu
>berpikir secara raison d'etat....    :-)

:) Peace Corps idenya memperkenalkan the young Amerika kepada dunia luar
karena mereka terlalu 'ignorant.' Misalnya Kissinger, dia tidak tahu banyak
tentang Asia culturally and politically.  Satu-satunya kesuksesan dia adalah
membuka hubungan dengan China pada tahun 1972...he..he:)

>Tapi melihat tulisan anda yang pertama, saya terus terang confused, soalnya
>anda menyatakan Henry Kissinger anti social welfare. >Pertanyaannya  adalah
>apakah jika seseorang bersikap netral/tak >aktif, maka artinya dia  itu
>anti? Soalnya hal ini jug amenjadi bahan >perdebatan yang cukup menarik,
>salah
>satunya ide tentang 'innocent bystanders' yang banyak terjadi waktu
>pembantaian Hutu-Tutsi di Rwanda.

:) Mungkin karena ide dasarnya Kissinger senang 'perang' maka menghancurkan
lebih dari pada membantu adalah favorit dia.

>Anyway, senang sekali berdiskusi dengan anda.
>Keep smiling too.... :-)
>
>YS

Always smile,

ida
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke