Dear Mme. Ida:
>>Wah, sebetulnya saya yang cukup kewalahan melihat 'serbuan'
>>dari anda. Apalagi posisi saya yang di debat ini agak 'sulit'
>>soalnya saya terlihat seperti membela 'penjahat perang.' :-)
>
>:) jangan meninjau pertukaran ide sebagai 'serbuan' yang hendak mematahkan.
>Justru kita saling
>membangun pemahaman pada issue yang mungkin di antara kita masih asing.
>Jangan menganggap bahwa
>saya memojokkan anda sebagai pembela 'penjahat perang.' Kita sedang
>berdiskusi. Pandangan kamu tidak harus sama dengan pandangan saya.
>Demikian pula sebaliknya. We are free to believe what we believe. No hand
>and mind should bound to believe what they do not agree with. Am I right?
Setuju. Tapi kayaknya anda salah mengerti attitude saya. Saya memakai tanda
Kutip dan smiley dengan arti bahwa saya bercanda untuk bagian tulisan itu.
Saya tak pernah menganggap diskusi itu untuk saling mematahkan atau
Saling memojokkan. In fact, seperti yang kita ketahui bersama, diskusi itu
Berguna untuk melatih logika dan menukar pikiran sehingga lebih memperluas
Wawasan kita.
>:) saya hanya berpandangan temporer bahwa hingga hari ini hanya US yang
>dapat survive di
>tengah goncangan international economy dan politics. Mungkin ada
>premis-premis berikut setelah evaluasi posisi US di percaturan
>international.
US bisa bertahan selama kredibilitas pemerintahnya kuat dan orang-orang masih
Percaya dengan Wall Street. Masalahnya juga, tak ada alternatif lain seaman
US
Untuk menaruh modal di tengah keadaan yang tak menentu seperti sekarang.
Kemungkinan besar sub action dari China akan mempengaruhi
>objective
>evaluasi kita. We will see.
Beberapa akademia, termasuk Professor Emmerson (yang saya beruntung
Berkesempatan untuk mengikuti kelasnya) kuatir sekali mengenai kemungkinan
Devaluasi China karena bisa berakibat hancurnya keuangan dunia terutama saat
Di tengah krisis. Namun rasanya sekarang tak seberbahaya dulu ketika ditengah-
Tengah krismon.
>
>>However I still think that you need to put your context in that era. US
>>position
<deleted>
>>that some of my sources are from >Kissinger's Writings. However, I suggest
>>you to also read Kissinger's point of view.
>
>:) I agree with your analysis about the US position in general context.
>Unfortunately,
Unfortunately?
>US can recover easily from the damage of Vietnam War. God
>knows how.
Saya rasa US sampai sekarang belum 100% bisa pulih dari perang Vietnam.
Sampai sekarang masih terjadi aversi anti korban perang di US. Contohnya
Saja dalam krisis Kosovo kemarin, pemerintah US benar-benar berusaha agar
Tak jatuh satu korban pun di sisi Amerika. Kalau pikiran ini berlaku waktu
PD II, mungkin sekarang kita sedang menulis dengan bahasa Jepang dan Jerman
Bukan Indonesia-Inggris.
Saya sendiri melihat kembalinya kredibilitas US setelah 'Vietnam debacle'
Disebabkan terutama oleh real-politik Nixon-Kissinger, yang kemudian
difortify Carter (melanjutkan Camp David dan opening to China), dan Reagan
tahun 1980-an dengan 'Star Wars'-nya.
>:) Dalam process pembuatan Foreign Policy (FP), ada tiga theory yang paling
>popular:
>1. Presiden penentu FP (see Kanter)
<deleted>
>Congress,
>informal atau formal lobbies lebih seru lagi.... dari circumtances loby ini,
>muncul lagi theory
>tentang kelompok interest groups and US FP.
Tulisan anda berarti secara tak langsung mendukung bahwa Kissinger walaupun
Menganjurkan membom IndoChina, tapi keputusan terakhir bukan ditangan
Dia. Ini juga berlaku untuk perang Vietnamnya Kennedy, dsb.
>
>>I am sure about this.
>
>:) Saya hanya heran saja pada pandangan realism yang sering menyamakan
>pemahaman sosialis dengan
>komunisme. Sorry! Mengapa ketika Aliande hendak menerapkan policy pro
>rakyat dan sosial warfare akhirnya dia
>dituduh hendak mengikuti Castro?
>
Sosialisme dan komunisme memang berbeda; walau dasarnya tetap sama: ide
Marxism. Tapi pemerintahan Allende waktu itu lebih mengarah ke arah
Castro. Itu yang dikuatirkan US; adanya Cuba II di Amerika Selatan. Lagipula
Alende waktu itu sudah mulai menasionalisasi perusahaan-perusahaan
Internasional. (Rasanya juga AT&T melobby pemerintah US untuk
Mendongkel Alende).
>:) Kita bisa baca dulu baru kita diskusikan. Saya juga tidak banyak tahu
>tentang Thatcher.
>
Yang paling saya ingat dari dia adalah Malvinas, politik TINA dan kejadian
sewaktu dia di sidang Eropa, ia mengayun-ayunkan tas tangannya dan
berteriak 'Give me my Money back!' (seingat saya itu yang dia katakan)�.
: -)
Rasanya 'Commanding Height' cukup bagus untuk mendiskusikan soal
Politik-ekonomi TINA-nya Thatcher. Anda punya ide juga?
>:) kita ngomong saja yang ringan-ringan nanti.
Setuju. Tapi rasanya setiap kali kita berdua berdiskusi, hasilnya pasti
Berat-berat semua�. : -)
Senang berdiskusi dengan anda. Saya nantikan tanggapan berikutnya.
YS