Pak Phyllo, Konteksnya jangan cuma yang di depan mata saja donk.. Saya memang bukan pakar (sejarah).. tapi setidaknya dalam pemahaman saya, Islam tidak disebarkan hanya dengan kelembutan.. tapi juga sikap 'keras' mempertahankan diri.. ingat sejarah hijrahnya Rosulullah SAW.. sampai penaklukan Makkah.. Lembek saja tidak cukup bos..
Kalau maksud tulisan anda mengarah pada FPI dkk, saya no comments.. Silahkan kalau ada yang mau menimpali secara wajar/berimbang.. :-) AFAIK, (kekuatan & pemahaman) umat menghadapi kemunkaran umumnya terbagi 3 kelompok, dengan hati, lisan atau tangan/power.. Tidak cukup hanya dengan kelembutan.. meskipun bukan berarti harus pamer/obral kekerasan juga.. yang seimbang gitu bos.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On Jan 8, 2008 5:23 PM, Phyllobates Terribilis < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > Keras? lawan siapa? Lawan koruptor? atau sekedar lawan warung remang > remang? > > membela diri? Pakai apa? Karate? melawan siapa? > > dipermainkan? oleh siapa? kok bisa? > > Buat bung Didik: > > demokrasi? di negeri mana? Yemen? Afganistan? Nigeria? Tunisia? Maroko? > Saudi? Darfur? Malaysia? Uzbekistan? Tadjikistan? Kasakhstan? > Bosnia-Herzegovina? Kashmir? Brunei Dares Salam? Aceh? Kuweit? Iran? Sudan? > Emirates? Libya? > > abis dehh daftarku.. > > > IrwanK <[EMAIL PROTECTED] <irwank2k6%40gmail.com>> wrote: > Keras yang tidak berdasar/beralasan, memang tidak boleh.. > Tapi kalau ada alasannya, kenapa tidak boleh? > Membela diri bisa juga dilakukan dengan cara 'keras'.. > > Yang penting dasar/alasannya jangan dibuat", toh. > Jangan sampai alih" ingin disebut 'anti kekerasan' jadi lembek > dan mudah dipermainkan pihak lain.. :-( > > CMIIW.. > > Wassalam, > > Irwan.K > > On Jan 7, 2008 9:21 PM, didik elpambudi <[EMAIL > PROTECTED]<didikelpambudi%40yahoo.co.id>> > wrote: > > > Selamat buat Majalah Madina. Saya yakin majalah ini akan berperan besar > > untuk menggambarkan bahwa Islam sesungguhnya jauh dari kekerasan. > > Maju terus Islam dan demokrasi. > > Tabik > > DLP > [Non-text portions of this message have been removed]

