Kalau kalian kuat, boleh menantang dengan kekerasan, jangan kalau seperti 
sekarang, kalian lemah lunglai, ya digebuk terus, di Irak, Afgamistan, 
Chechnya, Bosnia, Palestina., Tanjung priok, Sampit

IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          As long as allowed by law and it's 
make sense - in particular situation
only;
why not? Ada yang bilang kita cinta perdamaian tapi kita cinta kemerdekaan..
Apa artinya? Sikap damai tidak selalu jadi jawaban toh? 'Perang' bisa juga
jadi pilihan.. bukan keharusan..

Tapi bukan berarti dikit" perang/ribut juga.. itu namanya 'obral'..
Kalau udah diobral begitu, nilainya jadi jatuh juga.. degraded..
eh bener gak ya istilahnya? :-p

As I said before.. there is no singular solution for all situation..
lembut bisa cocok di satu kesempatan, tapi belum tentu di kesempatan lain..
begitu juga sebaliknya..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On Jan 8, 2008 7:43 PM, Patricia Devita Sihwardoyo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Tyrannous paradigm: seriously disturb mind ---- use force if
> neccesary.....!
>
> Patricia
>
> IrwanK wrote:
> > Quote:
> > "..
> > Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana yang
> > kejam.. mana yang keras kepala?
> > .."
> > Maaf maksud saya:
> > Bisa gak kita lihat apa penyebab penggusuran tersebut.. apakah hanya
> karena
> > satu pihak kejam? Atau karena ada pihak yang keras kepala? Atau bisa
> juga
> > keduanya..
> > Maaf kalo komentarnya agak berantakan.. :-)
> > On Jan 8, 2008 7:28 PM, IrwanK < [EMAIL PROTECTED] com > wrote:
> >>
> >> (sekalian)
> >> Mbak-e,
> >>
> >> Bicara soal sikap yang 'melenceng' ya susah juga ya.. Apalagi kalau
> semua
> >> pihak sudah
> >> 'berniat' untuk melawan/bertahan. . Yang ada adalah kuat"an.. dan
> terkadang
> >> yang (terlihat) 'kalah banyak' berteriak keras juga.. memanfaatkan
> kekuatan media..
> >>
> >> Coba bayangkan dalam kasus penggusuran, bisa gak kita pisahkan mana
> yang kejam..
> >> mana yang keras kepala? Meskipun bukan berarti saya pro penggusuran
> yang semena"..
> >> tapi setidaknya bagi yang berpikir panjang, bantaran kali, pinggir rel,
> kolong jalan tol,
> >> bukanlah tempat tinggal yang layak atau berpotensi menjadi masalah di
> masa datang,
> >> misalnya.. sementara sebagian publik kita mengambil tempat semacam
> itu..
> >> bahkan diadvokasi LSM..
> >>
> >> Kalau emang ada yang salah dari pihak yang digusur, mungkin perlu
> >> ditunjukkan/introspeksi juga biar gak kesannya pasti benar.
> >> CMIIW..
> >>
> >> Wassalam,
> >>
> >> Irwan.K
>

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke