Alexander, seorang pegawai negeri sipil, mendapat bogem mentah. 
Lantas apa perkaranya? Ternyata bukan lantaran dia terbukti sebagai 
koruptor atau pun selingkuh dengan istri orang, seperti yang akhir-akhir sering 
kita dengar. Namun karena Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini 
ketahuan sebagai pembuat sekaligus pengelola grup “Ateis Minang”. 
Beruntung polisi berhasil mengamankan CPNS di Badan Perencanaan 
Pembangunan Daerah Kabupaten Dharmasraya, Minang ini. Alexander yang 
biasa dipanggil dengan Aan, dianggap meresahkan banyak orang, tentu saja oleh 
sebagian orang yang merasa imannya terganggu. Itulah susahnya 
kalau iman masih dianggap sebagai perasaan. Lantas, mereka-mereka yang 
merasa resah tersebut melacak jejak dari si pembuat grup facebook “Ateis 
Minang” tersebut, dan ternyata berasal dari pegawai Pemda. Singkatnya 
si Aan pun ketangkap basah di ruang kerjanya, sedang membuka facebook “Ateis 
Minang.  Hal ini yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Dharmasraya, 
Ajun Komisaris Besar Chairul Aziz.
 
Chairul mengatakan, “Tulisan-tulisan Aan itu kemudian mendapat tanggapan dari 
orang-orang.
Perdebatan di dunia maya itu segera menyebar. Sejumlah orang kemudian 
berusaha mencari siapa sebenarnya pemilik grup Ateis Minang ini. 
Kemudian dilacak oleh masyarakat, ketemu dan ternyata pegawai Pemda. 
Saat ketemu, dia sedang buka facebook juga.” (vivanews.com/ 
 20/01/ 2012). Sebelumnya Aan melapor ke Polsek Pulau Punjung namun 
untuk keamanannya polisi memindahkannya ke Markas Polres Dharmasraya.
 
Tapi ini tidak membuat Aan berubah, dia tetap pada pendirianya. Di 
hadapan banyak orang Aan masih terang-terangan mengatakan, “Kalau memang ada 
Tuhan, mengapa ada kejahatan, kemiskinan. Saya tak percaya surga 
serta neraka. Oleh sebab itu, sudah merupakan premis saya Tuhan itu 
tidak ada.” Aan mungkin juga lupa, kalau Tuhan terlalu kecil kalau kita 
hanya minta untuk mengatasi kemiskinan, memberantas kejahatan karena itu buatan 
manusia. Apalagi minta harta, minta uang, minta jodoh kepada 
Tuhan. Itu bukan kerjaan dan tanggung jawab Tuhan. Dan ada kewajiban 
Negara untuk menyelesaikan semua masalah warga negara, termasuk korupsi.
 
Namun masalah ini menjadi pelik karena Aan dianggap melukai masyarakat Minang 
yang memiliki falsafah “Adat bersendi syarak (agama), syarak bersendi 
kitabullah.” Apa pun alasannya tetap saja pihak aparat 
“berhasil” menenangkan para pihak yang terus mengadili Aan. Polisi 
akhirnya menahan Aan dengan pasal-pasal penodaan agama. Aan dikenakan 
Pasal 156a KUHP Aya1 dan 2.  Selain itu dia juga dikenakan pasal lain, 
terkait dengan Undang-undang Informatika dan Transaksi Elektronik. 
Total, Alexander diancam dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE, Pasal 156 A KUHP Pidana 
tentang penodaan agama dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan 
surat dengan ancaman masing-masing 6 tahun penjara. “Hebatnya” penahanan Aan 
ini juga dijadikan alasan bagi pihak aparat dengan dalih keamanan 
buat Aan sendiri.
 
Perlakuan kekerasan dan ketidakadilan yang diterima oleh Aan, 
termasuk sikap tidak mau menerima perbedaan inilah yang sungguh Ironis. 
Mohammad Monib, dari ICRP, mengatakan,”Saya melihat masyarakat kita, 
kaum agama, umat beragama umumnya tidak memiliki spirit untuk berbeda 
dan berdialog dengan akal sehat dan lembut hati. Bahasa dialog 
benar-benar hilang. Yang ada bahasa mengecam, mengkafirkan dan 
menghakimi. Kearifan dan kedewasaan menghadapi masalah perbedaan, mereka yang 
dalam proses perkembangan dan pergulatan intelektual dan perbedaan tafsir dan 
pemahaman.” Menurut Monib, masyarakat dan kaum beragama 
hanya punya selera: Sesat dan menyesatkan. Padahal, acapkali masalah 
terletak pada perbedaan bacaan, literatur dan pencarian dan pergulatan 
akal. Sekarang ini tidak ada lagi ruang bagi perbedaan, dan masyarakat 
tidak sabar dengan kepelikan dunia intelektual. Beliau juga 
menambahkan,”Yang saya sesali, para ulama bukan mendewasakan umat, meng-up 
grade wawasan dan keilmuan mereka. Justru, acapkali ulama menjadi penggerak 
dan motor dari aksi-aksi intoleransi dan kekerasan atas nama agama. 
Padahal, dakwah itu harus cerdas dan bermutu untuk kebaikan peningkatan 
kedewasaan intelektual  emosional, spritual umat.”
 
Sedangkan terkait dengan pemaksaan kepada ateisme, menurutnya itu 
sudah menyalahi prinsip Islam. Monib mengatakan, “Perkara ateisme yang 
dialami oleh calon PNS di Padang itu sejatinya dihadapi dengan akal yang 
cerdas, sifat arif dan bijak, dan dialog intelektual. Kembalilah ke 
prinsip Islam!. Begitu hebatnya garansi Islam terhadap manusia. Jangan 
ada pemaksaan sekalipun atas nama dan untuk sebuah kebenaran. Biarlah 
siapa pun memilih agama dan keyakinan, atas pilihan sadar dan pilihan 
bebas dia. Memang ada yang saya sayangkan apa yang dia lakukan. Dari 
sedikit informasi, dia menjelek-jelekkan dan mencemooh ajaran, dogma dan 
simbol-simbol agama dan kepercayaan yang lain. Itu tidak boleh terjadi. Agama 
apapun melarang pengimannya untuk melakukan perbuatan buruk 
tersebut. Bagaimana pun urusan iman dan kepercayaan itu sakral dalam 
diri pemeluknya. Ia akan mempertahankan dan membelanya. Karena itu, 
Islam mengajarkan dialog dan debat intelektual yang sehat dan saling 
menghormati.”
 
Monib, yang saat ini tengah mengawal RUU KUB, menenkankan,”Namun yang paling 
utama adalah bagaimana negara bisa hadir dan melakukan 
fungsinya. Tegakkan hukum dan berikan pengadilan yang fair, terbuka dan adil 
sesuai prilakunya. Kalau negara hadir dan kokoh 
menegakkan hokum maka masyarakat akan mendukung dan tertib. Problem 
berat bangsa ini adalah pemerintah sebagai alat negara abai dan absen 
dalam menegakkan hukum. Aparat negara selalu telat mengantisipasi 
gejolak dan konflik sosial-keagamaan. Akhirnya, masyarakat mengambil 
jalan sendiri untuk menyelesaikannya.” Tapi apa pun kasusnya, “Tuhan kan Tidak 
perlu dibela”, begitu kata Gus Dur. Itu pun “Kalau Tuhan ada”, 
begitu juga ujar sahabat kita yang ateis, Kang Dadang. Katanya beliau 
ateis. (Chris Poerba)


________________________________
 From: ayub <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Sunday, February 17, 2013 12:41 PM
Subject: hati-hati ... [proletar] Nggak terlalu susah kok
 

  


gw serius pig !!
kalo calon korban lu jebak dilaman facebook atheis-minang lu
gw gak ikut2-an.. itu emang teritorial lu !

tapi sekarang calon korban yang lu incar ada di kampung prol's

secara moral, gw musti ngasih rambu2 buat calon korban
biar jangan sampai ada yg bernasib seperti Alex-Aan lagi

nih buktinya....
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/07/058395351/Pemilik-Laman-Ateis-Minang-Tinggal-di-Belanda

________________________________
From: Bukan Pedanda [email protected]>
  


  

Pergilah berobat ke psikiater ayub yahya...

Anda jelas makin gila.

Omongan anda makin kaco.

Jual laptop anda untuk biayanya.

--- In [email protected], ayub  wrote:
>
> ngincar korban berikutnya pig...
> kayaknya bakalan berhasil deh
> 
> biasanya orang yang alkitabiyah..
> gampang dijebak.. ngandalin iman sih
> 
> good luck..!!
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: Bukan Pedanda 
>   
> 
> 
>   
> 
> Nggak terlalu susah kok buat Nubtheologian untuk melihat betapa dungunya 
> orang Islam dan para penjilat pantatnya seperti Suryana dan Teddy...
> 
> Dari posting pertamanya dia sudah melihat arra_s yang termasuk manusia yang 
> paling dungu dimuka bumi itu tidak tahu logic.
> 
> http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/371104
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke