That the point, semua orang migran akan mencari tempat yang paling enak.
Bandingkan bila migran ke Arab Saudi, dimana hukum syaria diterapkan kepada 
pendatang, sedang tidak berlaku untuk keluarga kerajaan dan orang kaya nya, 
dan ini pun masih tetap cukup banyak migran yang datang ke Arab Saudi dan 
memang tidak diberitakan penderitaan ketika sudah menjadi migran di sana.

Aku memahami enaknya tinggal dinegara negara mapan, dimana jaminan sosial 
memang dirasakan oleh masyarakatnya, jaminan hari tua yang bisa dibilang 
sempurna, bandingkan dengan aku yang bila sudah tua dan tidak produktif lagi 
bisa nya hanya akan menyusahkan orang sekitarku.
Dan itulah risiko yang harus aku ambil.
Untuk biaya kesehatan sebenarnya untuk sakit biasa di Indonesia itu termasuk 
murah, kemarin aku kedokter tetanggaku ( dokter umum ), karena kena flue, 
aku di suntik, dikasih obat 4 macam salah satunya anti biotik, dan aku bayar 
Rp 35.000,- sekitar US$ 3. biaya yang tidak mungkin terjadi dinegara mapan.

Bila migran beranak pinak tanpa memperdulikan masa depannya, maka yang rugi 
adalah tetap negara yang kedatangan migran tersebut, sekarang tinggal balik 
kepada produk hukumnya, apakah mungkin membuat sebuah peraturan yang bisa 
mengatasi masalah krusial tersebut ?, aku perkirakan pemerintahan Barat 
benar benar garuk kepala dan pusing memikirkan solusi ini terutama negara 
barat yang memiliki teritorial terbatas, entah bisa jadi nanti akan 
disediakan sebuah pulau khusus migran yang 'diduga' akan membuat masalah, 
dan entah bakal melanggar HAM apa tidak nya.

sur.
----- Original Message ----- 
From: "utusan.allah" <[email protected]>

Anda menulis:

"Yang menjadi pertanyaan mengapa mereka mau menjadi migran ke negara
barat ?, tidak kenegara yang memiliki budaya dan kultur sejenis, dan
mengapa pula hal ini 'seperti' didiamkan."

Lha enak...

Hidup di negeri kafir itu jauh lebih enak dari di Saudi Arabia...

Jaminan sosial dan jaminan kesehatan dan kebebasan di Australia, Eropa
dll.itu aduhai...

Saya yakina nda tidak bisa membayangkan betapa bagusnya jaminan sosial
dan jaminan kesehatan di Eropa.

Bayangkan: di negeri Belanda gigi dikontrol tiap enam bulan sekali...
dan kerang gigi juga dikorek sekali enam bulan atau sekali setahun
bergantung banyaknya kerang gigi.

Jadi ketemu orang ompong di negeri Belanda itu ya jarang.

Yang punya kacamata rada tebelan diperiksa tiap tahun.

Dengan sistem huisarts  atau dokter keluarga (tiap orang memilih
dokter keluarganya) kesehatan tiap penduduk Belanda terjaga dengan baik...

Saya tiap kali kena pilek dan minta aspirin diperiksa tekanan darah
dan, terakhir, ketika tekanan darah saya diatas 130 dokter keluarga
saya bilang: bagusnya anda lebih banyak bergerak badan disamping naik
sepeda kemana-mana...

Makanya sekarang saya juga jogging tiap pagi,kecuali kalau hujan.

Memang kudu bayar premi asuransi, tapi sekali bayar premi maka tu
kesehatan dijaga bener oleh jaringan pelayan kesehatan (dokter,
spesialis, apotik, rumah sakit..)

Akan halnya jaminan sosial juga duh bagusnya..

Lha orang gelandangan juga dapa ttunjangan dan ... (ini puncak lux)
dapat uang pakansi.

Nggak cukup buat pergi ke Bali tiap tahun, sih, tapi dapat uang pakansi.

Jadi nggak heran bahwa orang Islam itu pada berebut pindah ke Eropa
misalnya.

Dan di Eropa mereka beranak pinak kayak babi dan bikin onar...



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke