Orang Minang/sumbar tuh nggak ada yang susah. Mereka fun fun aja kok menghadapi kenyataan.
 
Orang Minang/sumbar itu lebih suka bersekolah, jadi pegawai, dan pedagang.
Kalu di Aussie, mereka kebanyakan kan memang jadi pekerja, kalu nggak di kantor, ya ada yang jadi supir taksi, operator alat berat, kerja di restoran, dll.
 
Kalu yang merantau ke sini, nggak cowok nggak ceweknya, ya berdagang apa aja. jual makanan, jual baju, jadi tukang jait, jual jam tangan...
 
Beda mental, beda akal.
Makanya PRT kan nggak ada yang orang minang/sumbar.
 
"C"
 
 
----- Original Message -----
From: yulizar syafri Ambo Nimbrung, kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, Usman Pelly Professor antropologi di Medan pernah menulis dalam disertasinya bahwa voluntary migration pada orang minang tidak ada kaitan sama sekali dengan kemiskinan. Pendorongnya ialah usia, jenis kelamin dan ada tidaknya kerabat di kota. Dengan adanya kasus trafficking ini.......... apakah Usman Pelly cuman mimpi doang?

Kirim email ke