Sesuai teori kebutuhan Maslow , makan , minum dan seksual adalah kebutuhan manusia yang paling dasar , sedangkan aktualisasi diri / jati diri adalah kebutuhan yang paling puncak , boleh jadi orang minang merantau , untuk mencari kebutuhan pokok dulu , selanjutnya mencari rasa aman sebagai alternatif kedua , karena kita tahu Sumbar  memang miskin dalam hal sumberdaya alam dan  juga pernah bergolak dan tidak ada rasa aman di jaman prri dulu , ini bisa juga menambah arus perantaunisasi dari. Sumbar . Selanjutnya sebagai kebutuhan ketiga adalah cinta kasih , kemudian harga diri untuk kebutuhan ke empat dan baru jati diri . 
 
 
Wassalam: zul amry di kuta bali 

Adrisman Yunus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Uda Yulizar, saya dengar orang minang yang dulu pergi merantau terutama yang laki laki, perginya bukan karena miskin emang, tapi karena mencari jati diri. Katanya kalau laki laki sudah dewasa nggak berani merantau maka dia belum disebut laki laki. Kalau begitu sudah cocok dong analisa Prof Usman Pelly, urang minang pergi merantau bukan karena kemiskinan.

Apa bener nggak sih...

Salam kenal dari ambo

Adrisman Y. Tanjuang (41)

 

yulizar syafri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ambo Nimbrung,
kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, Usman Pelly Professor antropologi di Medan pernah menulis dalam disertasinya bahwa voluntary migration pada orang minang tidak ada kaitan sama sekali dengan kemiskinan. Pendorongnya ialah usia, jenis kelamin dan ada tidaknya kerabat di kota. Dengan adanya kasus trafficking ini.......... apakah Usman Pelly cuman mimpi doang?


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke