Ha tatokok jo samba joriang ko mah. Adoloh namonyo pareman politik, aa 
bantuaknyo Bung Ardian. Cubo cari lai kaji nan babantuak pareman tantaro tu.
   
  Ardian / Jkt 47
  

ardian hamdani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Salam Akrab Bung Bobby...
   
  Menarik membaca tulisan anda....
   
  Berikut saya kutip tulisan tentang preman..(Free Man/ Urang Lapeh)..dan 
prasaian kaki 5 dek kurenahnya..
  Sumb ; Kompas /  April '01
   
  DanY
   
  Preman Pinggiran, Preman Politik 

KATA preman dalam entri Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 700) diartikan 
sebagai partikelir, swasta, bukan tentara, sipil atau kepunyaan sendiri. Preman 
juga diartikan sebagai sebutan kepada orang jahat yang menodong, perampok, atau 
copet dan sebagainya. 
   
  Kalau diurut-urut, sebenarnya mereka yang "berpangkat" preman itu sudah lama 
dikenal dengan sebutan lain jagoan, centeng atau lainnya. Bahkan, tahun 1979-an 
di Jakarta dikenal ada organisasi yang menamakan diri Preman Sadar atau yang 
populer dengan sebutan Prems, pimpinan Hasan Buntung.   Napas kehidupan Jakarta 
saat ini sepertinya tidak terlepas dari para preman itu. Mereka yang disebut 
para preman itu tersebar di berbagai pelosok Ibu Kota, dari mulut-mulut gang, 
pasar, terminal, jalanan hingga berbagai kawasan lainnya. Mereka biasanya 
menghidupi dirinya dengan mengompas, memalak-istilah "palak" dan "kompas" pun 
hadir dari kalangan mereka-atau meminta uang jago kepada korbannya.       Para 
awak angkutan umum, misalnya, wajib setor kepada mereka di sepanjang jalan dari 
terminal hingga terminal tujuannya. Uang pungutan itu dikenal dengan uang 
timer. Preman yang berwujud "calo" penumpang itu biasa meminta uang kepada para 
sopir taksi yang menaikkan penumpang atau awak
 angkutan umum lainnya.       Begitu pula para pedagang kaki lima atau di 
pasar-pasar sudah biasa menyetor uang keamanan atau uang jago kepada 
tokoh-tokoh tertentu di seputar pasar atau lokasi dagang mereka.       Para 
preman pemalak di Ibu Kota itu memang berlenggang di tengah ketidakpastian 
hukum dan tanggungnya aparat penegak hukum dalam beraksi. Tidak heran jika aksi 
para pemalak itu semakin meluas dan meresahkan warga. Untung preman jalanan, 
uang yang mereka minta tidaklah besar, biasanya sekitar Rp 500-Rp 1.000 seperti 
yang terjadi terhadap para sopir taksi di Stasiun Gambir, Roxy Mas, Blok M 
Melawai, Kuningan, atau banyak tempat lainnya di Jakarta.       Banyak kalangan 
menduga, semakin maraknya preman di Ibu Kota-dan mungkin juga di kota-kota 
lainnya-tidak terlepas dari semakin buruknya situasi ekonomi dan politik negeri 
ini. Tingginya angka pengangguran dan sulitnya lapangan kerja diduga menjadi 
penyebab bertambahnya jumlah preman.   Dalam berbagai kejadian
 kriminal di Ibu Kota, peran preman sebagai pemicu keributan seringkali 
terdengar. Kejadian terakhir di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akhir 
Maret lalu misalnya, mengutip hasil penyidikan polisi, dipicu oleh seorang 
kepala preman yang memeras para pedagang di pasar tersebut.       Bukan saja 
warga biasa yang menjadi korban, para preman pun sering melakukan penyerangan 
atau tindakan kriminal terhadap aparat penegak hukum maupun tentara. Akhir 
Februari lalu misalnya, kawanan preman berjumlah tiga orang mengeroyok seorang 
anggota TNI AD yang bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, 
Sersan Dua Suhaemi (31), di perempatan Kantor Perumnas I Tangerang, 24 Februari 
malam lalu. Suhaemi mengalami luka akibat tusukan senjata tajam di dada dan 
pinggangnya sehingga harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto.       Di antara 
berita-berita preman semacam itu, sempat pula terbetik kabar justru Kantor 
Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Pemda DKI Jakarta pun menggunakan
 sejumlah preman untuk melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima.       
Namun tentu saja, tidak hanya preman-preman jalanan yang meresahkan warga. 
Preman-preman kelas atas-mungkin koruptor juga bisa disebut preman-pun kini 
dengan jelas bisa disaksikan warga masyarakat. Bahkan kemudian muncul istilah 
"preman politik" segala. Mungkin sebenarnya preman-preman macam begini juga 
saatnya diberantas, karena merekalah negeri ini terus terpuruk. (ush) 
  

Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Saya lagi mengganti lay out blog..lalu browsing ke
blog lain...dan ini hasil dari perjalanan singkat
itu..manarik tuk dibaca dan diinap inapkan...apakah
sudah begini benar nagari kita...
  =============================================================== 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




















       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke