Bukan saja di perpustakaan di Jeddah, tetapi banyak penganut yang hidup berkeliaran dengan keyakinan tajam seperti itu dan mengimposekannya kepada orang lain yang dapat dicapainya. Di Mesjid kami di Santa Cruz, California saya pernah berhantam dengan salah seorang yang berpendapat seperti itu.
Sayangnya, mereka itu biasanya termasuk golongan yang terlalu concern about "siwak, jenggot, dan berapa panjang [dalam :)] celananya." Saalam, --MakNgah --- In [EMAIL PROTECTED], Syafrinal Syarien <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di perpustakaan Islam di Jeddah, saya pernah baca satu > buku karangan ulama Saudi, katanya memelihara jenggot > untuk pria muslim hukumnya wajib! Kalau itu diterapkan > juga, niscaya saya yang tak punya jenggot ini bisa > dianggap kriminal. > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
