Sanak sapalanta RN  n a h

Assalamualaikum WW

Seseorang yang mampu melihat kedepan boleh saja membuat analisis
berdasarkan gejala dan apalagi sebagian gejala yang diperkirakannya
sudah menjadi kenyataan .

Saat sekarang ini kita melihat kepingan kepingan puzzle yang bagi
orang tertentu bisa dibaca menjadi suatu  perkiraan yang kemungkinan
terwujudnya suatu perkiraan itu akan semakin besar.

Kita mengetahui bahwa saat ini Amerika adalah negara yang paling
berkuasa di dunia di bidang ekonomi dan keuangan. Gara gara menunggu
keputusan FED yang akan menaikkan sukubuga acuannya, seluruh dunia
mengalami krisis . Nilai tukar mata uang seluruh dunia anjlok terhadap
dollar US. Pasar saham seluruh dunia berguguran dan yang paling parah
adalah bursa saham di China yang anjlok  sekitar 17  %. Sehingga China
mengambil langkah devaluasi mata uangnya dalam rangka memulihkan
ekonominya kembali.

Ekonomi China beberapa tahun lalu selalu tumbuh 2 digid (diatas 10 %),
Akibat nya China pada sekitar akhir 2014 mempunyai Cadangan devisa
terbesar di dunia, bahkan Hutang luar negeri Amerika serikat terbesar
adalah kepada China.

Krisis saat ini menyebabkan eksport china menurun, pertumbuhan ekonomi
menurun dan akibat sosialnya tingkat mengangguran juga meningkat.

China bagaimanapun butuh agar ekonominya kembali meningkat, eksport
harus diusahakan meningkat, pengangguran harus dikurangi. Dalam
konteks itu peluang investasi yang sebelumnya berdasarkan pendekatan
yang dilakukan Presiden Jokowi yang mengajak China invest di Indonesia
tentu akan disambut China sebagai “pucuk dicinta ulam tiba”.

Dan karena kita memang butuh investasi asing dalam infra struktur kita
, maka ada kemungkinan paket paket investasi dalam bentuk Turn Key
Proyek , yang kurang sesuai dengan kebiasaan kita selama ini ( a.l.
tenaga kerja asing setingkat pegawai dasar tidak boleh ikut dibawa ke
Indonesia), mungkin terpaksa diterima , yang pasti akan menimbulkan
ketegangan sosial di masyarakat kita.

Tentang Analisa atau tulisan tentang “perang A simetris” itu, saya
melihatnya sebagai suatu “warning”.  Setidaknya menyadarkan kita bahwa
kondisi ekonomi kita yang sangat butuh investasi asing (d h i China)
dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menyerap
pertumbuhan angkatan  kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran
akan dilihat China sebagai peluang emas . Maka bagaimanapun China akan
tetap invest di Indonesia namun tetap dengan memasukkan kepentingan
kepentingan nasional mereka antara lain dalam rangka meningkatkan
eksport , mengurangi pengangguran dalam negeri mereka ,dan berusaha
kembali mengejar pertumbuhan ekonomi . Untuk itu dalam investasinya di
Indonesia maka China dalam syarat investasinya  akan berusaha
menerapkan syarat “Turn key proyek” yang sekaligus solusi  untuk
mengurangi pengangguan dalam negeri mereka.

Memang cara melihat persoalan diantara kita berbeda beda. Ada yang
melihat tulisan itu  sebagai “omong kosong” , ada yang mengkaitkannya
dengan pandangan politik, khususnya rezim yang pernah berkuasa.
Sehingga ada konotasi yang tidak netral dalam membaca pendapat orang
lain. Sebenarnya semua move yang dilakukan Pemerintah baik itu dilihat
sebagai langkah politik maupun ekonomi , semuanya dasarnya adalah
untuk kesejahteraan rakyat (masalah dasar ekonomi). Kepiawaian seorang
pemimpin akan dilihat seberapa berhasil dia meningkatkan kesejahteraan
rakyatnya dengan melalui diplomasi  yang dilakukannya terhadap negara
negara adikuasa yang mumpuni di bidang ekonomi dan keuangan. Jika
negara negara dimaksud merasa bahwa investasi ke Indonesia itu sebagai
suatu kebutuhan bagi mereka, maka perlulah kita angkat jempol kepada
pemimpin kita itu. Diplomasi itu adalah “take and give” Semakin kecil
“give” yang kita berikan dalam suatu komitmen , maka dapat dikatakan
bahwa makin  piawailah pemimpin kita itu.

Rencana JKW menemui Presiden Obama dalam waktu dekat ini tetap saja
tidak terlepas dari tujuan pokok tersebut diatas.  Kita lihatlah nanti
perkembangannya.

Wass

Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt.



2015-09-22 21:35 GMT+07:00 Fitrianto <[email protected]>:
> Manuruik ambo, iko induak samang lamo nan sadang paneh hatinyo.
>
> Soal penguasaan negara, bukannyo induak samang lamo lah dari dulu menguasai
> kito?
> Tambang tembaga di Papua masiah dipacik Amerika.
> Transportasi umum indak berkembang karano lah salasai dilipek dek lobi
> otomotif Japang.
> Wilayah udaro kito bisa dipakai Singapur.....dll nyo.
>
> Bantuaknyo kito lah nikmat bana di bawah katiak induak samang lamo, sahinggo
> namuah ditakut2i jo Chino nan memang sadang ekspansif.
>
> Contoh kasus: rencana kereta api super cepat Jkt-Bdg.
> Partamo Japang mangajukan proposal sasuai kandaknyo sajo.
> Katiko Chino masuak bersaing, Japang mulai menawarkan banyak tambahan.
> Tapi ruponyo ditolak dek JKW dek karano duo2nyo mamintak jaminan APBN.
>
> Japang mundur dan mulai bakeluh kesah.
> Chino tatap maju dan bersedia indak adoh jaminan APBN dan langsung b to b.
> Kito liek lah beko hasilnyo.
>
> Wassalam
> fitr
>
>
>
> 2015-09-21 23:55 GMT-04:00 'ZulTan' via RantauNet
> <[email protected]>:
>>
>> Dunsanak RN NAH,
>>
>> Santiang bana analisis kawan Pak ZD tampak dek ambo.  Bilo kiro-kiro
>> parang asimetris tu katajadi.  Kok bataruah buliah dek agamo amuah rasonyo
>> ambo tagak di tampek nan balawanan.
>>
>> Dek ndak ado ciek pun fakta atau data nan diungkap nan didukuang referensi
>> sahih, bagi ambo mungkin labiah pas ybs disabuik sabagai tukang tanuang dari
>> pado sebagai analis.
>>
>> Kecek Maya Angelou:
>>
>> "If you don't like something, change it.  If you can't change it, change
>> your attitude."
>>
>> Banyak maaf.
>>
>> Salam,
>> ZulTan
>>
>> Sent from Samsung Mobile
>>
>>
>>
>> -------- Original message --------
>> From: Zaid Dunil <[email protected]>
>> Date: 21/09/2015 19:17 (GMT-08:00)
>> To: Rantaunet <[email protected]>
>> Subject: Re: [R@ntau-Net] BANJIRNYA BURUH RRT/ CINA KE INDONESIA
>>
>>
>> Kanda MD dan sanak sapalanta RN  n a h
>>
>> Indonesia memerlukan banyak investor untuk merealisasi proyek proyek
>> infra struktur. Infra struktur itu menjadi dasar begi berkembanganya
>> ekonomi Indonesia ke depan. Nampaknya Presiden kita Pak JKW memilih
>> China sebagai investor utama yang diharapkan akan melakukan  investasi
>> besar besaran  di Indonesia. Yang kurang di antisipasi adalah bahwa
>> China punya cara sendiri dalam melakukan investasi di negera lain.
>> Cara cara yang dilakukan tidak sesuai dengan yang dilakukan investor
>> lain di Indonesia selama ini. Banyak aspek  negatif dan saya kira apa
>> apa yang sudah dibahas di milis ini perlu menjadi perhatian kita semua
>> dan jangan sampai cara cara itu berkelanjutan yang pastui akan
>> merugikan kita semua.
>> Ada suatu analisis dari teman yang saya terima melalui WA, mungkin
>> perlu menjadi perhatian kita . Berikut suatu tulisan yang terkait
>> dengan masalah investasi China tersebut :
>>
>> CHINA AKAN JADIKAN INDONESIA SEBAGAI AFRIKA KE-2, SELAMAT DATANG DI
>> PERANG ASIMETRIS
>>
>> Sebagai info dan renungan bangsa Indonesia....
>>
>> ■ Perang Asimetris merupakan metode peperangan gaya baru secara non
>> militer, tetapi memiliki daya hancur tidak kalah hebat bahkan
>> dampaknya lebih dahsyat dari perang militer.
>>
>> ◆ Sasaran Perang Asimetris ini ada tiga :
>>
>> 1. Membelokkan sistem sebuah negara sesuai arah kepentingan
>> kolonialisme/kapitalisme.
>>
>> 2. Melemahkan ideologi serta mengubah pola pikir rakyat.
>>
>> 3. Menghancurkan 'food security' (ketahanan pangan) dan 'energy
>> security' (jaminan pasokan dan ketahanan energi) sebuah bangsa,
>> selanjutnya menciptakan ketergantungan negara target terhadap negara
>> lain dalam hal 'food and energy security'.
>>
>> ◆ Bentuk "Perang Asimetris" diantaranya melalui "mengubah kebijakan
>> negara sasaran" dengan ciri non kekerasan.
>>
>> ● Pertanyaannya kini, “Bagaimana modus Perang Asimetris yang sering
>> dilakukan oleh Cina?”
>>
>> ◆ Sejak reformasinya, Cina mengalami masa transformasi dan konvergensi
>> ke arah kapitalisme yang melahirkan 'One Country and Two System',
>> yakni sistem negara dengan elaborasi ideologi sosialis/ komunis dan
>> kapitalis.
>>
>> * Dengan kata lain, model perekonomian boleh saja bebas sebagaimana
>> kapitalisme berpola mengurai pasar, namun secara politis tetap dalam
>> kontrol negara cq Partai Komunis Cina.
>>
>> * Artinya, para pengusaha boleh didepan membuka ladang-ladang usaha
>> diluar negeri, tetapi ada 'back up' militer (negara) dibelakangnya.
>>
>> ◆ Itulah titik poin konsepsi 'One Country and Two System' yang kini
>> tengah dijalankan oleh Cina di berbagai belahan dunia.
>>
>> ◆ Ciri lain Cina dalam menerapkan reformasi politiknya, jika kedalam
>> gunakan "pendekatan Naga" terhadap rakyatnya, sangat keras, tegas,
>> bahkan tanpa kompromi demi stabilitas internal negeri. Sebaliknya
>> ketika Cina melangkahkan kaki keluar, tata cara diubah menerapkan
>> "pendekatan Panda" (simpatik), dalam bentuk :
>>
>> * Menebar investasi atau “bantuan dan hibah” dalam wujud pembangunan
>> gedung-gedung, infrastruktur dan lainnya, sudah barang tentu dengan
>> persyaratan “tersirat” -nya yang mengikat.
>>
>> ◆ Pendekatan Panda merupakan ruh atau jiwa pada model "perang
>> asimetris" yang sering dikerjakan oleh Cina.
>>
>> ■ 'Turnkey Project Management', adalah sebuah model "investasi asing"
>> yang ditawarkan dan disyaratkan oleh Cina kepada negara peminta dengan
>> “sistem satu paket,” artinya :
>>
>> * Mulai dari 'top management', pendanaan, materiil dan mesin, tenaga
>> ahli, bahkan metode dan tenaga (kuli) kasarnya di 'dropping' dari
>> Cina.
>>
>> ◆ Modus Turnkey Project ini relatif sukses dijalankan di Afrika
>> sehingga warganya migrasi besar-besaran bahkan tak sedikit yang
>> menikah dengan penduduk lokal. Mereka menganggap Afrika kini sebagai
>> tanah airnya kedua.
>>
>> ● Beberapa investasi Cina di Indonesia, sebenarnya telah menerapkan
>> modus ini. Memang bukan barang baru, karena sejak dulu sudah berjalan
>> antara lain :
>>
>> ● Pembangunan pembangkit tenaga listrik di Purwakarta, hampir semua
>> tenaga kerja mulai dari direksi hingga kuli bangunan didatangkan dari
>> negeri Cina.
>>
>> ● Demikian juga yang akan terjadi di Medan, Cina membawa sekitar
>> 50.000 orang tenaga kerjanya dari Cina.
>>
>> ● Bila investasinya di Medan saja mendatangkan sekitar 50.000-an
>> orang, lalu berapa warga lagi bakal migrasi melalui investasi Cina
>> pada 24 pelabuhan laut, 14 pelabuhan udara dan sekitar 8000-an Km
>> jalur Kereta Api di Indonesia, selain rencana mempererat hubungan
>> bilateral Cina - Indonesia menargetkan pertukaran sepuluh juta
>> warganya dalam berbagai bidang pada dekade 2020 an nanti?
>>
>> ◆ Rencana tersebut tentu berpeluang menimbulkan persaingan budaya
>> antara warga Cina dengan pribumi. Bisa terjadi pertarungan untuk
>> mempertahankan siapa lebih dominan, mengingat jumlah 10 juta jiwa itu
>> bukan sedikit.
>>
>> ◆ Bila dikaitkan dengan pemahaman "Perang Asimetris" dan kebijakan
>> "One County and Two System" nya, maka "Turnkey Projek Manajement",
>> pada hakekatnya merupakan "Perang Asimetris" sebagai  strategi Cina
>> untuk menguasai Indonesia secara non militer.
>>
>> Wass
>> Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg, Tingga di Jkt
>>
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke