Sanak Haasma, ZD  dan sanak dipalanta n a.h


Solusinya sanak Haasma:

Harus  munculnya seorang pemberani (menurut Buya SM , setengah gila) dari
militer  untuk tampil menyelamatkan bangsa ini, mungkin dalam kesejahteraan
kita bisa saja  terganggu tapi bertahap bisa membebaskan NKRI ini dari
jajahan gaya baru yang kita alami sekarang ini.



Sekarang ini ekonomi kita terjajah, pintunya dibukan terus, apakah
ekonom/teknokrat kita sudah dijalan buntu,  karena hampir semua ekonom kita
selalu mengharapkan investasi alias hutang untuk membangun negeri yang bisa
menjerat  leher. Nafsu berhutang ini dimulai era orde baru.  Kita kalau
sudah dililit hutang, harga diri tak ada lagi.



Kalau ini berlajut sebentar lagi politik dan militer akan dikuasai asing

Ujungnya beberapa bagian Indonesia ini mungkin  hanya kenangan seperti
TUMASEK melayu



Sebenarnya jauh lebih baik hidup sederhana,  sesuai kekuatan dengan cara:

1. Investor dibutuhkan hanya untuk memproduksi SDA yang sangat diperlukan
untuk keperluan dalam negeri

2. Hidup dengan apa yang ada dinegeri sendiri (berdikari).

3. Tentara diperkuat ditambah dengan mobilisasi dengan semangat 45 atau
bamboo runcing, jangan dengan semangat rudal.



Rudalnya habis semangatnya hilang. Ini kelihatan waktu embargo Amerika,
kebetulan ada peristiwa Ambalat,  sampai-sampai pertinggi  kita bilang,
pesawat kita tidak ditembak saja sudah jatuh.



Benar apa yang dibilang ZD sudut pandang berbeda-beda.



Namun dalam perbedaan ini, mungkin sebagian kita  terutama level menengah
keatas yang sudah hidup agak berkecukupan dari hasil penjualan jasa atau
usaha sendiri dibanding dengan sebagian besar rakyat miskin, ingin
segera  hidup
menyamai negara maju ntuk mencapainya dengan bikin hutang untuk
mengekploitir SDA meskipun terjual murah dan mengembangkan sarana lainnya
yang belum tentu mengurangi kemiskinan.

Yang jelas sekarang hutang bertumpuk, pengangguran banyak, investor malah
membawa pengangguran negerinya kesini.



Mudah-mudahan masih ada golongan muda tetap menyisakan waktunya  untuk
keselamatan NKRI ini kedepan.



Golongan tua pada sudah dekat ke kuburan tak mungkin diharap banyak, namun
mungkin masih ada satu dua yang masih mau  mengingatkan.



Melihat gelagat beberapa generasi tua yang pernah jadi petinggi instansi
dan sekarang ini bergelut dipusaran  kekuasaan, nampaknya nyaman saja
dengan keadaan yang berlaku saat ini. Malah ada yang mengambil berbagai
kesempatan, mungkin  mereka tidak merasakan ancaman  aseng dan asing
terhadap  NKRI saat ini, namu  jumlahnya tak banyak.



Kalau penguasa model sekarang ini berlanjut dari pemilu ke pemilu,  rakyat
dikondisikan terus  untuk miskin dan  lapar, kita akan terjajah total gaya
baru,  mudur 350 tahun kebelakang.



Orang yang  miskin dan lapar,  makanan empuk untuk dibeli dengan uang.



Wass,

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke