Tibo lo giliran di Payakumbuh:

Pelajar di Payakumbuh Kembali Diliburkan Akibat Asap 

in Headline <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/>, Payakumbuh 
<http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/payakumbuh/> 59 menit ago 
[image: Ilustrasi (antara foto)] 
<http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2015/07/kabut-asap-mulai-menghilang-di-riau_20130703092039.jpg>

Ilustrasi (antara foto)

*PAYAKUMBUH –* Pemko Payakumbuh kembali meliburkan pelajar mulai 1 hingga 3 
Oktober, akibat kabut asap kian pekat mencemari udara.

Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis mengatakan, pelajar yang diliburkan itu 
adalah murid taman kanak-kanak hingga kelas III SD. Sementara kelas IV 
sampai tingkat SMA sekolah seperti biasa.

“Kebijakan meliburkan sebagian sekolah itu diputuskan melalui rapat 
koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait,” katanya.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan Rabu (30/9) tersebut diikuti oleh 
Asisten I Yoherman, Kepala Dinas Pendidikan Hasan Basri, Kepala Badan 
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yufnani Awai, Kepala Kantor Lingkungan 
Hidup (KLH) Syamsurial dan perwakilan dari dinas kesehatan.

Kepala KLH Syamsurial mengatakan, indeks standar pencemaran udara (Ispu) di 
kota tersebut masih di bawah 190 atau belum kategori berbahaya

“Kebijakan meliburkan pelajar untuk mengantisipasi terserang infeksi 
saluran pernapasan atas, terutama bagi anak-anak yang mudah terkena 
penyakit tersebut,” kata dia*.(*/aci)*


On Wednesday, September 30, 2015 at 4:24:01 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Dari Singgalang kito baco:
>
> Sekolah Diliburkan, Status Darurat Asap di Dharmasraya Diperpanjang 
>
> in Dharmasraya 
> <http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/dharmasraya/>, Headline 
> <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/> 4 jam ago 
> [image: Ilustrasi (net)] 
> <http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2015/09/kabut2.jpg>
>
> Ilustrasi (net)
>
> *PADANG –* Status darurat asap di Kabupaten Dhamasraya berlanjut hingga 
> hari ini, dan bisa diperpanjang jika kabut asap masih dinilai membahayakan 
> kesehatan masyarakat.
>
> “Sebelumnya, kita telah menyatakan status darurat asap selama 14 hari, 
> terhitung Selasa (15/9) hingga Senin (28/9). Namun, karena kabut asap masih 
> tebal, status kita perpanjang dua hari hingga hari ini,” kata Penjabat 
> Bupati Dhamasraya, Syafrizal, Rabu (30/9).
>
> Jika besok kabut asap tetap tidak menipis, maka ada kemungkinan status 
> darurat asap itu kembali diperpanjang, sesuai kondisi.
>
> “Perpanjangannya dilakukan setiap dua hari, tidak langsung 14 hari seperti 
> penetapan status yang pertama. Kita tidak ingin ceroboh menetapkan status 
> darurat dalam waktu lama, karena bisa saja dalam satu dua hari ini turun 
> hujan dan kondisi membaik,” kata dia.
>
> Jika kondisi membaik, maka status darurat itu akan segera dicabut. 
> Konsekuensi dari status darurat asap itu menurut Syafrizal adalah liburnya 
> sekolah di daerah itu hingga status dicabut.
>
> “Kita memang tidak menginginkan masyarakat, terutama anak-anak terkena 
> imbas negatif kabut asap ini, karena itu kita putuskan untuk meliburkan 
> sekolah,” kata dia.* (*/aci)*
>
> *sumber:antara*
>
>
> On Sunday, September 20, 2015 at 7:01:45 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>> Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Padang Panjang Diliburkan Lagi 
>>
>> in Headline <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/>, Padang 
>> Panjang <http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/padang-panjang/>, 
>> Sumbar <http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/> 2 hari ago 
>> [image: Kabut asap di Padang Panjang makin pekat. (jasriman)] 
>> <http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2015/09/kabut-asap2.jpg>
>>
>> Kabut asap di Padang Panjang makin pekat. (jasriman)
>>
>> PADANG PANJANG -Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang Panjang mencapai 
>> puncaknya, Sabtu (19/9) ini. Jarak pandang semakin dekat (tak sampai 100 
>> meter), bau asapnya menyengat hidung.
>>
>> Kondisi tersebut memaksa Dinas Pendidikan setempat kembali meliburkan 
>> sekolah. Karena, kabut asap itu sudah berbahaya bagi kesehatan.
>>
>> “Ini kali kedua kita meliburkan sekolah. Hari ini kondisi kabut asap jauh 
>> lebih pekat, kita harapkan anak-anak tidak keluar rumah,” harap Kadis 
>> Pendidikan, Desmon.
>>
>> Dengan kabut asap yang semakin pekat itu, warga yang harus tetap 
>> beraktifitas di luar rumah terpaksa memakai masker. Sayangnya, masker 
>> standar sulit didapatkan, karena stok di apotik banyak yang kosong.
>>
>> “Terpaksa beli masker kain, meski kita ragu bisa mengamankan mulut dan 
>> hidung. Ya bagaimana lagi, hanya itu yang ada,” kata Rajab, seorang tukang 
>> ojek. (Jasriman)
>>
>>
>> On Wednesday, September 2, 2015 at 10:21:25 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif 
>> wrote:
>>>
>>>
>>> http://jambi.tribunnews.com/2015/09/03/kabut-pekat-selimuti-siulak-suhupun-menusuk-tulang
>>>
>>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke