Ini akibat kita banyak hutang. Pembayarnya dipaksa menghelola SDA termasuk hutan
Investor diundang dengan iming-iming kemudahan segala macam. Iming-iming itu lebih bergelora era rezim 2014-2015 sekarang ini. Dalam keadaan oknum pejabat kita haus uang, tindakan tegas akan sulit. Apalagi investor itu datangnya dielu-elukan. Akibatnya inilah musibah asap. Kedepan bagaimana kalau kita tahan nafsu menambah utan ini. Sudahlah utang yang ada ini, jangan ditambah juga hutang baru. Kalau beban hutang ditumpuk terus, investor akan meperlakukan Indonesia ini sebagai tanah jajahan. Mereka bisa berbuat apa saja, mana yang bersuara disumpal mulutnya. Kita lihatlah tahun 2015-2016, mereka pengusaha yang dituduh membakar itu dihukum berapa. Wass, Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
