Sajak MakNgah postiangkan *Masalah Asok Taba* di Kampuang Awak ko, 
tampaknyo indak sorang juo Rang Lapau nan paduli bakomentar doh. Tampaknyo 
MakNgah sorang sajo nan nyinyia mamostiang maagaki kesehatan Rang Kampuang 
dek Ulah Tangan-tangan Jahil Manusia nan mahunggun rimbo gadang sasuko 
hatinyo sajo.

Bialah tambah ciek lai barito kok ka disabuik tambah nyinyia juo.

-- MakNgah

Dari Singgalangkito baco: 

ASAP SUDAH BERBAHAYA Mulai Besok Sekolah di Solsel Diliburkan   

in Headline <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/>, Solok 
Selatan <http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/solok-selatan/>, 
Sumbar <http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/> 1 jam ago 

 

*PADANG ARO – * Asap kebakaran hutan kiriman dari provinsi tetangga semakin 
menebal di Solok Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Fidel Effendi, kepada *Singgalang*, 
Rabu (7/10) mengatakan, mulai besok seluruh aktivitas sekolah diliburkan.

“Asap sudah berbahaya bagi kesehatan kita terutama anak-anak. Atas 
keputusan Pj Bupati Erizal, seluruh sekolah di tiap tingkatan mulai PAUD, 
TK, sampai SMA diliburkan termasuk madrasah,” kata Fidel.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Novirman, Sekretaris BPBD Sumardianto dan 
Kakan Lingkungan Hidup Solsel Hapison, mengatakan, bakal melakukan rembuk 
dengan Sekdakab Solsel Yulian Efi terkait semakin menebalnya asap 
akhir-akhir ini. Rembuk juga akan melibatkan Kadis Pendidikan Fidel Efendi.

Novirman mengakui, hasil pandangan mata, asap sudah mengkhawatirkan. “Dari 
hasil rembuk itu nanti, jika udara tiak sehat lagi kami akan membentuk 
posko kabut asap di setiap puskesmas dan RSUD,” katanya.  Novirman juga 
akan meminta kesiagaan seluruh petugas kesehatan.

Hapison, menambahkan, kondisi asap saat ini dibanding dengan kondisi asap 
hasil uji labor Balai Kesehatan Laboratorium Provinsi Sumbar pada 9 
september lalu mencapai 321 PM10 yaitu kategori tidak sehat. Asap sekarang 
cukup tebal dibanding dengan hasil uji labor dulu itu. Sedangkan 
Sumardianto, dari BPBD akan membagikan masker dan pemantauan lansung 
kondisi masyarakat.(afrizal a)


On Tuesday, September 1, 2015 at 7:13:51 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Asok Taba sampai manjela ka daeah Bukittinggi.
> Baco:
>
>
> http://daerah.sindonews.com/read/1038115/174/kabut-asap-di-bukittinggi-makin-pekat-1440752924
>
> -- Makngah
> Sjamsir Sjarif
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke