Negara Jiran, Malaysia, mengirimkan Pesawat Bombardir untuk membantu 
kebakaran hutan Indonesia.
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

Dari Harian Singgalang kito copas:
Bantu Padamkan Api, Malaysia Kirim Pesawat Bombardir 

in Headline <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/>, 
Internasional <http://hariansinggalang.co.id/category/internasional/>, 
Nasional <http://hariansinggalang.co.id/category/nasional/> 3 menit ago 

[image: Bombardier CL 415MP] 
<http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2015/10/Bombardier-CL-415MP.jpg>

KUALA LUMPUR – Malaysia akan mengirimkan sebuah pesawat amfibia Bombardier 
CL415MP ke Indonesia, untuk membantu operasi memadamkan kebakaran hutan 
yang mengakibatkan kabut asap melintasi perbatasan termasuk di Malaysia dan 
Singapura sejak beberapa bulan lalu.

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan 
bantuan tersebut dikirimkan menyusul permintaan Presiden Joko Widodo kepada 
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.

“Presiden Indonesia telah meminta bantuan dari Perdana Menteri untuk 
memadamkan kebakaran di sekitar Palembang, Sumatera Selatan. Perdana 
Menteri juga telah memerintahkan saya untuk melaksanakan koordinasi 
bantuan,” kata Hishammuddin seperti dikutip berbagai media lokal di Kuala 
Lumpur, Jumat (9/10).

“Saya telah berkomunikasi dengan rekan sejawat di Indonesia, 
(Menhan)Ryamizard Ryacudu. Untuk saat ini, fokus bantuan yang diminta 
melibatkan sebuah pesawat yang mampu memadamkan kebakaran di kawasan yang 
luas,” katanya. (*/lek)


On Thursday, October 8, 2015 at 9:07:56 PM UTC-7, Maturidi Donsan wrote:
>
>
> Ini akibat kita banyak hutang.
>
> Pembayarnya dipaksa menghelola SDA termasuk hutan
>
> Investor diundang dengan iming-iming kemudahan segala macam.
>
> Iming-iming itu lebih bergelora era rezim 2014-2015 sekarang ini.
>
> Dalam keadaan oknum pejabat kita haus uang, tindakan tegas akan sulit. 
> Apalagi investor itu datangnya dielu-elukan.
>
> Akibatnya inilah musibah asap.
>
> Kedepan bagaimana kalau kita tahan nafsu menambah utan ini.
>
> Sudahlah utang yang ada ini, jangan ditambah juga hutang baru.
>
> Kalau beban hutang ditumpuk terus, investor akan meperlakukan Indonesia 
> ini sebagai tanah jajahan.
>
> Mereka bisa berbuat apa saja, mana yang bersuara disumpal mulutnya.
>
> Kita lihatlah tahun 2015-2016, mereka pengusaha yang dituduh membakar itu 
> dihukum berapa.
>
>
> Wass,
>
> Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke