Assalamualakum Wr. Wb.,

Upaya mendapatkan bantuan barang-barang kebutuhan korban gempa Sumbar dari
Taiwan tampaknya buntu. Padahal, nilai dan banyaknya bantuan yang bersedia
diberikan cukup besar, yakni 10 (sepuluh) kali angkut pesawat Hercules C
130. Rencana ini dimulai hari Kamis minggu lalu, ketika Pejabat Kepala
Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO), atau setingkat Dubes kalau
mereka di negara yang mengakui kedaulatan Taiwan sebagai sebuah negara,
mengundang saya ketemu sambil makan siang di sebuah restoran. Mereka
besoknya ke Padang untuk bertemu Gubernur Sumbar dan Walikota Padang.



Sebagai negara yang mengakui Satu China, kita tentu harus memperhatikan
kendala pengiriman bantuan ini, walaupun ini adalah bantuan kemanusiaan.
Karena itu, saya harus mendorong beberapa penjaga pintu kebijakan dan
pengetuk pintu tersebut agar membantu terwujudnya rencana ini. Saya mencoba
menindaklanjuti apa yang saya bisa. Pertama, menyampaikan maksud dan tujuan
ke Menhan Juwono Sudarsono, dan kedua meyakinkan Gubernur dan Wagus Sumbar
tentang pentingnya peluang ini. Pak Wagub, Prof Marlis membalas singkat via
SMS, “Terima kasih.” Sementara, Gubernur Pak Gamawan menjawab, “Kalau
Pemerintah Pusat mengijinkan, kita bersedia menerimanya, karena pengalaman
Kepulauan Riau tentunya kita perlu hati-hati Pak Andrinof . Wassalam”. (08
Oktober 2009).



Menhan Pak Juwono membalas SMS saya, “Akan diusahakan melalui AsOps Panglima
TNI yang bertugas di BNPB, penjuru semua saluran bantuan. Salam, JS”. SMS
tersebut kemudian disusul dengan CC SMS Menhan yang ditujukan ke Sekjen
Dephan berikut, “Yth. Sekjen Dephan, sejauh tidak mengganggu hubungan dengan
RRC, mohon bantuan AsOps Pang TNI/BNPB…dst fwrd SMS dari saya” (08 Oktober
2009).  Untuk mendorong dan meyakinkan Gubernur, SMS ini saya forward ke Pak
Gubernur.



Untuk lebih dapat kepastian saya kembali mengirim SMS ke Menhan, sekaligus
memberi tahun nomor kontak Pejabat TETO yang siap menghadap Sekjen Dephan.
Tetapi, sampai hari ini belum ada balasan lagi dari Menhan hingga sekarang.
Saya hanya menduga-duga berbagai kemungkinan: karena masa jabatan menteri
tinggal beberapa hari lagi, atau pihak TNI punya sikap lain sehingga tidak
menindaklanjuti memo dari Menhan, atau kemungkinan lain.



Kemarin saya check ke Staf Senior TETO yang biasa kontak dengan saya, apakah
sudah ada pihak Dephan yang menghubungi. Ternyata, dia jawab, “Not yet.”.
Sejak ini harpan saya makin tipis. Akhirnya, saya minta tolong ke Dino Pati
Djalal, jubir Presiden untuk masalah luar negeri. Sampai saat ini saya juga
belum mendapatkan kabar.



Biasanya, saya juga meminta bantuan beberapa anggota DPR untuk usaha-usaha
seperti ini. Tetapi, kali ini saya tidak melakukannya karena saya duga tidak
akan efektif, meningat DPR yang baru belum efektif bekerja dan Ketua Komisi
II belum dipilih. Juga, saya duga, Posisi DPR di mata Dephan tentu sedikit
berbeda disbanding posisi DPR di mata Departemen-departemen lain.



Peluang lain yang masih tersisa sebetulnya adalah surat dorongan dari
Gubernur Sumbar ke Pemerintah Pusat, kalau bantuan 10 kali muat C 130 itu
merasa dibutuhkan. Tetapi, dari balasan SMS Pak Gubernur saya melihat
Gubernur tidak melihat ini punya nilai penting. Kalau jumlah dan nilai ini
dianggap penting, ya tinggal berinisiatif menyampaikan permohonan kepada
Pemerintah Pusat melalui BNPB yang saat ini sedang melakukan kontak intensif
dengan Gubernur dan para pejabat Pemda Sumbar lainnya.



Saya mohon maaf, bila usaha ini tidak berhasil. Sebagai warga negara RI yang
tahu niat baik bangsa Taiwan, saya pribadi malu melihat rakyat Taiwan yang
mau membantu malah harus memohon-mohon untuk diberi kesempatan
membantu.  Negara
ini salahs atu negara paling berpengalaman dengan gempa besar dan memiliki
sistem penanganan paska gempa yang canggih yang tidak kalah dengan Jepang.



Salam,



Andrinof A. Chaniago


PENTING. Pesan: Mohon kiranya email ini tidak disebarkan keluar dari milis
ini.


2009/10/13 <[email protected]>

> Assalamualaikum,w,w.
> Dunsanak sadonyo nan sadang berduka di palanta,
> Sajak kapatang TV Swasta alah membahas bakal calon namo2 nan akan dipinang
> SBY manjadi pembantunyo (baco : Menteri), kok namo GF indak tabaco dek ambo,
> apo mato ambo nan alah rabun? Atau dek karano GF sadang sibuak
> mengkoordinasikan Bantuan dan Penanganan Gampo di Sumbar sahinggo namo
> beliau alun dicantumkan.
> Mudah2an di menit2 terakhir sabalun tgl 20 namo GF masuak dalam apo nan
> akan disampaikan SBY sebagai Menteri Sosial atau Menteri apolah nan cocok
> untuak beliau nan alah ikuik sato pado kampanye SBY nan lalu.
> Semoga...
> Wassalam,
> HMDTMB (52+)
> Di sailiran Sungai Musi
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke