Waalaikumsalam w.w.
Satu caro nan mungkin adolah manitipkan bantuan itu ka salah satu nagaro 
(Asean) nan mampunyoi hubungan.
 
Wassalam.

--- On Wed, 10/14/09, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:







Assalamualakum Wr. Wb., 
Upaya mendapatkan bantuan barang-barang kebutuhan korban gempa Sumbar dari 
Taiwan tampaknya buntu. Padahal, nilai dan banyaknya bantuan yang bersedia 
diberikan cukup besar, yakni 10 (sepuluh) kali angkut pesawat Hercules C 130. 
Rencana ini dimulai hari Kamis minggu lalu, ketika Pejabat Kepala Perwakilan 
Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO), atau setingkat Dubes kalau mereka di 
negara yang mengakui kedaulatan Taiwan sebagai sebuah negara, mengundang saya 
ketemu sambil makan siang di sebuah restoran. Mereka besoknya ke Padang untuk 
bertemu Gubernur Sumbar dan Walikota Padang. 
 
Sebagai negara yang mengakui Satu China, kita tentu harus memperhatikan kendala 
pengiriman bantuan ini, walaupun ini adalah bantuan kemanusiaan. Karena itu, 
saya harus mendorong beberapa penjaga pintu kebijakan dan pengetuk pintu 
tersebut agar membantu terwujudnya rencana ini. Saya mencoba menindaklanjuti 
apa yang saya bisa. Pertama, menyampaikan maksud dan tujuan ke Menhan Juwono 
Sudarsono, dan kedua meyakinkan Gubernur dan Wagus Sumbar tentang pentingnya 
peluang ini. Pak Wagub, Prof Marlis membalas singkat via SMS, “Terima kasih.” 
Sementara, Gubernur Pak Gamawan menjawab, “Kalau Pemerintah Pusat mengijinkan, 
kita bersedia menerimanya, karena pengalaman Kepulauan Riau tentunya kita perlu 
hati-hati Pak Andrinof . Wassalam”. (08 Oktober 2009).
 
Menhan Pak Juwono membalas SMS saya, “Akan diusahakan melalui AsOps Panglima 
TNI yang bertugas di BNPB, penjuru semua saluran bantuan. Salam, JS”. SMS 
tersebut kemudian disusul dengan CC SMS Menhan yang ditujukan ke Sekjen Dephan 
berikut, “Yth. Sekjen Dephan, sejauh tidak mengganggu hubungan dengan RRC, 
mohon bantuan AsOps Pang TNI/BNPB…dst fwrd SMS dari saya” (08 Oktober 2009).  
Untuk mendorong dan meyakinkan Gubernur, SMS ini saya forward ke Pak Gubernur.
 
Untuk lebih dapat kepastian saya kembali mengirim SMS ke Menhan, sekaligus 
memberi tahun nomor kontak Pejabat TETO yang siap menghadap Sekjen Dephan. 
Tetapi, sampai hari ini belum ada balasan lagi dari Menhan hingga sekarang. 
Saya hanya menduga-duga berbagai kemungkinan: karena masa jabatan menteri 
tinggal beberapa hari lagi, atau pihak TNI punya sikap lain sehingga tidak 
menindaklanjuti memo dari Menhan, atau kemungkinan lain. 
 
Kemarin saya check ke Staf Senior TETO yang biasa kontak dengan saya, apakah 
sudah ada pihak Dephan yang menghubungi. Ternyata, dia jawab, “Not yet.”. Sejak 
ini harpan saya makin tipis. Akhirnya, saya minta tolong ke Dino Pati Djalal, 
jubir Presiden untuk masalah luar negeri. Sampai saat ini saya juga belum 
mendapatkan kabar.
 
Biasanya, saya juga meminta bantuan beberapa anggota DPR untuk usaha-usaha 
seperti ini. Tetapi, kali ini saya tidak melakukannya karena saya duga tidak 
akan efektif, meningat DPR yang baru belum efektif bekerja dan Ketua Komisi II 
belum dipilih. Juga, saya duga, Posisi DPR di mata Dephan tentu sedikit berbeda 
disbanding posisi DPR di mata Departemen-departemen lain.
 
Peluang lain yang masih tersisa sebetulnya adalah surat dorongan dari Gubernur 
Sumbar ke Pemerintah Pusat, kalau bantuan 10 kali muat C 130 itu merasa 
dibutuhkan. Tetapi, dari balasan SMS Pak Gubernur saya melihat Gubernur tidak 
melihat ini punya nilai penting. Kalau jumlah dan nilai ini dianggap penting, 
ya tinggal berinisiatif menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Pusat melalui 
BNPB yang saat ini sedang melakukan kontak intensif dengan Gubernur dan para 
pejabat Pemda Sumbar lainnya.
 
Saya mohon maaf, bila usaha ini tidak berhasil. Sebagai warga negara RI yang 
tahu niat baik bangsa Taiwan, saya pribadi malu melihat rakyat Taiwan yang mau 
membantu malah harus memohon-mohon untuk diberi kesempatan membantu.  Negara 
ini salahs atu negara paling berpengalaman dengan gempa besar dan memiliki 
sistem penanganan paska gempa yang canggih yang tidak kalah dengan Jepang.
 
Salam,
 
Andrinof A. Chaniago


PENTING. Pesan: Mohon kiranya email ini tidak disebarkan keluar dari milis ini. 




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke