Pak Abdul Alim, Pak Roos dan semua rekan ysh,

Saya akan senang apabila pertemuan antara BSP IAP
tidak hanya dihadiri oleh BSP IAP dan rekan-rekan
dosen PL di ITB. Akan lebih baik apabila pertemuan ini
juga dihadiri oleh para pengurus ASPI atau setidaknya
dari mereka yang mewakili ASPI. Secara pribadi, dengan
senang hati saya akan menghadirinya apabila saya juga
diundang.

Terima kasih,

Fadjar FHM
PWK Undip



--- abdul alim salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pak Roos ysh,
> 
> Karena nyentil masalah sertifikasi, maka sebagai
> Sekretaris BSP (Badan Sertifikasi Perencana)IAP ,
> saya
> merasa wajib menjawab pertanyaannya :
> ..... "Bisa ndak dengan kursus 2 hari seseorang
> mendapat sertifikasi sebagai planner?" ...
> 
> Sewaktu BSP ditugaskan untuk mengeluarkan
> sertifikasi
> ini dan pada setiap memberikan pengantar "pembekalan
> dua hari" saya selalu katakan bahwa :
> 
> a. Kegiatan pembekalan (saya bahkan gak berani
> mengatakan sebagai pelatihan/training) ini bukan
> untuk
> mencetak para peserta menjadi PLANNER, tetapi hanya
> memberikan tambahan pemahaman mereka atas UU Jasa
> Konstruksi dan kaitannya dengan Perencanaan Wilayah
> dan Kota (banyak senior kita yg belum pernah baca UU
> Jasa Konstruksi. Mudah2an pak Roos sudah baca?).
> 
> b. Untuk jadi Planner itu merupakan proses panjang,
> dan dimulai dengan proses pendidikan S1, S2 dst nya
> +
> pengalaman kerja. Bahkan bobot pengalaman kerja ini
> lebih besar katimbang latar belakang pendidikan.
> 
> c. Sertifikasi IAP-LPJK, ini dikeluarkan sebagai
> wujud
> tanggung-jawab organisasi IAP kepada anggotanya agar
> mereka bisa bekerja sebagai profesi Perencana yg
> mengharuskan secara administratif perlu adanya
> Sertifikat. Peraturan lelang mengharuskanitu.
> Sekalipun seorang Prof. Dr, dia tetap harus punya
> punya sertifikat Perencana bila bekerja sebagai
> Konsultan proyek APBN?APBD. Ini akibat dari profesi
> Perencana Wulayah Kota dianggap sebagai salah satu
> sub-bidang Jasa Konstruksi.
> 
> d. Akibatnya suka atau tidak suka proses
> "legitimasi"
> ini harus kita (IAP) lakukan demi anggota. Perlu
> diketahui bahwa sertifikasi ini bisa juga
> dikeluarkan
> oleh asosiasi lain (seperti PII, HATAKI,dll) dgn
> proses yg lebih mudah dan ada pula yang lebih murah.
> Maka jadilah sertifikat itu menjadi suatu komoditas.
> 
> d. Untuk mengatasi ini maka secara pribadi dan
> melalui
> asosiasi IAP, kita mengusulkan agar  sertifikasi
> Perencana Wilayah dan Kota (baik yg jadi konsultan
> maupun yg kerja di pemerintahan) dipayungi oleh satu
> Undang-Undang sendiri. IAP mengusulkan dimasukan dlm
> UU-PR, waktu diberi kesempatan menyampaikan pendapat
> di DPR. Sayangnya usul ini tidak masuk dlm UU-PR yg
> baru. 
> 
> e. oleh karenaya kita tetap harus "ikhlas" jadi
> bagian
> industri jasa konstruksi - yg kalo kongres sering
> mirip perang para "preman" jalanan (masih lebih
> sopan
> anak SD lho!) .... Dan umumnya asosiasi profesi
> duduk
> sebgai peserta kongres sebagai kelompok "pendiam or
> good boy" dibandingkan para kontraktor. Karena
> alasan
> ini saya selalu menolak bila diminta untuk duduk
> jadi
> wakil IAP dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa
> Konstruksi). 
> 
> BSP-IAP ingin sekali melakukan kegiatan temu diskusi
> dgn rekan-rekan Dosen PL-ITB untuk menjelaskan semua
> ini dan sekaligus mencari terobosan untuk mengatasi
> hal ini. Apakah pak Roos bisa memfasilitasi?
> Ditunggu
> kabar nya pak. Mudah2an bisa kahir Juli or awal
> Agustus.
> 
> Wassalam,
> ABDUL alim salam
> 
> 
> 
> --- Roos Akbar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > pak BTS ysh,
> > Saya tambah "sedikit" ya.....
> > Sama juga hanya untuk intermezo saja :-)
> > 
> > Belakangan ini saya sering menyampaikan dalam
> setiap
> > kesempatan bahwa 
> > pekerjaan penyusunan RTRW dan sebagainya itu tidak
> > lebih dari 
> > menggunakan matematika anak SD  :-( .
> > Ya. Saya dimarahi oleh beberapa rekan planner
> karena
> > saya 
> > menyampaikannya kadang dalam seminar dsb. Tapi itu
> > dapat saya 
> > pertanggungjawabkan karena saya menemukannya dalam
> > sekitar 10an dokumen 
> > penataan ruang (walaupun tidak sistematis).
> > 
> > Contohnya begini:
> > Kota A tahun 2000 luas lahan perumahan 100 HA,
> tahun
> > 2005 luasnya 150 HA.
> > Maka planner kemudian mengatakan bahwa dalam kurun
> > waktu 5 tahun terjadi 
> > penambahan 50 HA, sehingga rata-rata pertahun
> > penambahannya 10 HA.
> > Berdasarkan standard, setiap HA itu sekian
> > penduduknya, maka 5 tahun ke 
> > depan dihasilkannyalah luas perumahan dan jumlah
> > penduduk kota tersebut 
> > (atau dengan proyeksi penduduk). Dengan merujuk
> pada
> > standard "yang ada" 
> > maka dihasilkannyalah jumlah SD, SMP, rumah sakit
> > dsb.
> > 
> > Ya itulah hasilnya.
> > Apa itu salah? Apa salah bahwa dalam kurun 5 tahun
> > itu penambahan lahan 
> > perumahan sebesar 50 HA?
> > Kalau anda-anda menjawab itu tidak salah, maka
> saya
> > bertanya: Buat apa 
> > ada pendidikan Planologi 4 tahun?
> > Bukankah cukup dengan matematika anak SD kita
> > bisamenjawab semua itu?
> > 
> > Silakan diteruskan karena pertanyaan saya bisa
> > menjadi panjang seperti 
> > siapa itu planner?
> > Bisa ndak dengan kursus 2 hari seseorang mendapat
> > sertifikasi sebagai 
> > planner? dst
> > 
> > Salam,
> > Roos Akbar
> > Research Group in Urban Planning and Design
> > School of Architecture, Planning and Policy
> > Development
> > Institute of Technology Bandung
> > email: [EMAIL PROTECTED];
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > Bambang Tata Samiadji wrote:
> > >
> > > DATA PENDUDUK
> > >  
> > > Ysh rekan referensier. Intermezo saja.
> > >  
> > > - Release Date: 7/1/2007 12:19 PM
> > >   
> > 
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> Be a PS3 game guru.
> Get your game face on with the latest PS3 news and
> previews at Yahoo! Games.
> http://videogames.yahoo.com/platform?platform=120121
> 



       
____________________________________________________________________________________
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for 
today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  

Kirim email ke