Salam jumpa kembali, pak BSP

 

Dan juga rekan milister lainnya.

 

Ya, Pasar traditional  mungkin tidak akan hilang, kalau Pemda bisa mengelola
dengan baik. 

 

Tapi jelas, pasar tradisional akan hilang kalau spatial capital-nya dijarah
dengan paksa oleh pemda.  

Seperti pasar ikan dan pasar bunga di jalan barito,kebayoran baru,Jakarta
selatan, yang sudah bertahun-tahun berdiri, jauh sebelum saya SD, tapi
sekarang terancam digusur (dengan alasan revitalisasi taman di situ) dan
akan dipindahpaksakan alias dijejalkan ke pasar radio dalam, berjarak
beberapa kilo dari tempat asal, dan dengan luas lebih kecil. Dan spatial
capital yang mereka miliki pun mendadak lenyap …. 

Apakah memang benar2 tak ada teknologi perencanaan,desain,dan enjinering
yang bisa mengakomodasikan/mengintegrasikan upaya merevitalisasi sebuah
taman, tanpa harus membongkas/menghapus pasar traditional yang ada
mengerubungi taman itu?? Hmmm…

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com 

 

Planning: Much works remain to be done before we can announce our total
failure to make any progress ,...

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: 15 January 2008 11:13
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Info : Perpres Pasar Modern (PERPRES No.112 Tahun
2007)

 

Selamat pagi Milister salamat jumpa kembali.

Mas aunur sangat benar dalam menyatakan :

Pasar tradisional tidak akan hilang kalau pemerintah daerah bisa mengelola
dengan baik dan ini terbukti di banyak negara seperti Thailand, Malaysia,
bahkan di Amerika maupun di Eropa. Masih banyak warga kita yang senang
dengan pasar tradisional karena bisa memperoleh barang yang fresh dan murah.
Salah satu contoh pasar tradisional di Jakarta yang berada di tengah kota
dan tetap ramai adalah pasar Mayestik.

Saya hanya bercerita tentang pengalaman lalu saya di Jogja pada saat
me-launch pendekatan pembangunan CBD dan Mall untuk mengurangi kepadatan
Malioboro dengan sebuah statement : Jogja akan membangun 8 mall. Waktu itu
teman2 pakar banyak yang menyayangkan statement saya karena menurut mereka
policy ini akan membunuh pasar tradisional. Terlepas bahwa statement tsb
saya buat dalam rangka untuk mendinamisasi ekonomi atau benar2 untuk
pembangunan, ternyata sampai dengan hari ini pasar-pasar tradisional yg ada
tidak pernah terganggu. Bahkan ada Ambarukmo Plaza yg dihuni oleh Carrefour
dan sekitar 1 kilometer dari sana ada pasar demangan, ternyata tetap adem
ayem tidak berkurang animonya. Belum lagi pasar kranggan, beringharjo,
sentul dll. 

Dari pengamatan saya ada beberapa pelajaran yang mungkin bisa kita ambil :

a. pasar tradisional baru dipengaruhi bila berada pada satu ceruk pasar
(market segmentation)-, sedangkan pasar tradisional sebagian besar ceruknya
berbeda dengan pasar-pasar modern. Saat ini memang sudah terdapat overlap
ceruk dalam beberapa komoditi tertentu misalnya kecap ABC, mie instant,
tetapi sebagian terbesar lainnya tidak. Tapi misalnya untuk mainan, tidak
mungkin mainan dari plastik residu akan dijual di supermarket karena secara
economic scale sudah tidak masuk, namun ini masih berjaya di pasar
tradisional.

b. pengaruh menjadi sangat terasa pada jenis-jenis komoditi yang bersifat
in-elastic, bila price sensitivity sangat tinggi maka pasar tradisional akan
tetap berjaya. Hal ini disebabkan karena pasar tradisional pasti akan
mempunyai kemampuan untuk menekan biaya karena pajak dan retribusi maupun
biaya lokasi lebih rendah. Karena dengan berbeda Rp 500 seorang lebih rela
berbecek-becek dan tawar menawar. Hal ini sangat berlaku di Jogja.

c. bila daya beli masyarakat sangat rendah maka keberanian untuk masuk ke
pasar modern juga menurun, bahkan mereka cenderung tidak berani masuk ke
toko-toko yang menjual barang-barang murah krn gebyarnya. Jadi muncul
inferiority pada masyarakat karena gebyar dari pasar modern. Meskipun hal
ini sudah mengalami penurunan saat ini.

Case yang terjadi justru mall tersebut menjadi window shopping bag penduduk
setempat. Ini kasus yang dialami jogja. Karena itulah, tenant sering
berganti di mall besar. 

Begitu pengamatan saya, 

salam

bsp

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1224 - Release Date: 14/01/2008
17:39



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1224 - Release Date: 14/01/2008
17:39
 

Kirim email ke