On September 21, 2008 3:41 AM  "risfano" [EMAIL PROTECTED] wrote: 
 
“……Atau seperti neraca keuangan, perimbangan: Assets vs Liabilities.
Apa bisa diperluas menjadi: peruntukan yang komersial (untuk cari dana), dan 
peruntukan yang disubsidi (untuk golongan ekonomi lemah)? Begitukah?....”.
 
Commerce dan subsidi saya pikir amat sangat bisa dipasangkan…….
Ketika tahun lalu pak Risman dan pak Eka serta satu konsultan membuat semacam 
proyek perintisan Land Readjustment  lahan “dari rakyat-oleh rakyat-untuk 
rakyat” dibagian selatan kota Kupang, NTT dan saya diperkenankan ikut melihat 
dan memberikan masukan utk design blockplannya……. Kita waktu itu sepakat bahwa 
dengan satu rumusan tertentu…. Bisa direncanakan beberapa kapling komersial…. 
Dimana hasil penjualannya bisa dipakai untuk biaya pengembangan bbrp bagian 
prasarana utama kawasan itu… seperti tentang biaya pemetaan,  biaya sertifikasi 
masing2 lahan penduduk, biaya pengaspalan jalan-jalan utama blok, pembuatan 
sewerage system…dsb… 
Proyeksi semacam Greater Makassar juga sangat mungkin mengembangkan  unsur 
kapling mini murah untuk sikecil (sebagai bagian dari perintisan model urban 
transmigration…. Yang hasilnya bisa ditunjukkan kepada Depnakertrans... agar 
mereka tak hanya terus2an mengembangkan agrarian migration for poor farmer 
saja)…. . sbg hasil subsidi silang dari pengembangan/ penjualan kapling2 
perumahan menengah dan besar…. Sebagai bagian dari kerangka proyeksi migrasi 
kerah putih……yang ini juga hasil dari proyeksi filialisasi industri memimpin 
dari primate city beserta  berbagai dampak migrasi akibat multiplier 
effectnya………… 
 
Salam,
aby 


--- On Sun, 9/21/08, risfano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: risfano <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: neraca ruang
To: [email protected]
Date: Sunday, September 21, 2008, 3:41 AM







Bang Eka ysh,
> Berbicara masalah neraca, sebenarnya ada sedikit rumus yang baru
> terungkap, yaitu: penyediaan (stock) dan kebutuhan (needs); dan
> rumusannya belum tersedia secara kuantitatif. Muaranya memang pada
> keselarasan dan harmoni, namun kalau ditambah dengan indikator ekonomi:
> efisiensi. Para ahli baru berangkat pada pendekatan filosofi, dan belum
> sampai pada pemodelan. Justru hal ini sangat dibutuhkan dalam menentukan
> spm (standar pelayanan minimal) serta optimasi dan realisasi pemanfaatan
> ruang.
> 
Neraca ini kalau dalam bahasa lugas apa bukan:
1. Dari segi kebutuhan atas lahan, perimbangan: - supply vs demand
2. Dari segi lingkungan, carrying capacity, ya perimbangan: peruntukan yang 
menyedot resources vs  peruntukan yang mengisi ulang (recharge).

Atau seperti neraca keuangan, perimbangan: Assets vs Liabilities.
Apa bisa diperluas menjadi: peruntukan yang komersial (untuk cari dana), dan 
peruntukan yang disubsidi (untuk golongan ekonomi lemah)?
Begitukah?
Salam,
Risfan Munir 














      

Kirim email ke