Pak Risfano, saya hanya ingin klarifikasi saja....sebab kayak ada nada emosi 
dalam pernyataan pak Abimanyu...eee. siapa tahu ada peristiwa yang begitu 
menusuk hati beliau sampai tega eeeh kelepasan nulis...bahwa profesi tertentu 
per se adalah buruk....kita sudah tahu jawabnya...siapa tahu ada argumen lain 
yang unik sehingga beliau sampai pada kesimpulan yang monumental 
begitu....siapa tahu setelah saya tahu argumen beliau tercerahkan untuk berbuat 
sesuatu yang lebih baik untuk profesi itu.....

Salam,



Djarot Purbadi



http://arsitekturnusantara.wordpress.com

http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com

--- On Mon, 10/20/08, risfano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: risfano <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: Profesi yang merusak?
To: [email protected]
Date: Monday, October 20, 2008, 11:23 AM










    
            Wah, diskusi kok mengarah pada tuduhan rusak-rusakan? Apakah ada 

profesi yang born to destroy, kecuali pasukan "pembom".



Saya jadi ingat ajakan Pak Onnos yang  melihat "proses & produk" 

profesi planning dan arsitek perkotaan sebagai bagian dari Kebijakan 

Publik. Namanya public, itu berarti "multi-pihak" dan "multi-

kepentingan" . Artinya perencana juga menjadi satu pihak saja, masih 

banyak pihak dan kepentingan lain yang (lebih) menentukan. Di luar 

soal SIAPA, perlu dilihat pula PROSES-nya.



TAHAP PERENCANAAN. Perencana atau arsitek kota, mestinya merencana 

berdasarkan kaidah ilmunya. Asal itu dilakukan dengan lengkap dan 

benar mestinya ya benar secara profesi. Tapi itu baru produk 

teknokrasi. Sekanag itu mesti disusun lewat proses partisipatif, 

melibatkan stakeholder, antar SKPD, ada wakil masyarakat, pengusaha, 

profesi lain, dst. Lalu proses politis, lewat pembahasan di 

legislative, dst. Lalu proses hukum, dikaitkan dengan produk hukum/ 

konsiderans nya. Kalau sudah akan disyahkan oleh Kepada Daerah dan 

DPRD. Sehingga hasilnya belum tentu persis seperti yang dibuat planer, 

bisa +/-.



TAHAP PENGANGGARAN. Kita semua tahu proses ini dilaksanakan tahunan, 

ada "pertarungan" prioritas antar sector, antar program. Semua sector 

punya prioritas, PU punya prioritas, Pendidikan menuntut janji 20% 

nya, Kesehatan minta subsidi lebih banyak untuk janji kesehatan 

gratisnya dst. Sehingga hasilnya juga tidak selalu seperti yang 

disepakati seperti rencana jangka menengah, apalagi panjang.



TAHAP PELAKSANAAN. Bagaimana produk rencana dan anggaran dilaksanakan? 

Apakah rencana sudah difahami oelh semua jajaran, disosialisasikan ke 

masyarakat? Bagaimana kapasitas dan kapabilitas SKPD terkait? Dst. 

Sementara perkembangan permasalahan di masyarakat secara dinamis 

berubah terus.



Kalau budget terbatas, biasanya terus melibatkan investor swasta, 

bagaimana prosesnya? Kalau melibatkan swadaya masyarakat, bagaimana 

prosesnya? Apa konsesi yang diberikan? Apa untung/ruginya (risiko 

nya)?



Jadi sebelum jump-to-conclusion, mencari kambing nya, mungkin ada 

baiknya menganalisis dulu prosesnya. Apakah seluruh proses sudah 

dilaksanakan dengan benar? Kalau tidak, mengapa? Kalau sudah, pada 

tahap dan proses mana terjadi masalah? Bagaimana solusinya? Dst.

Apakah begitu?



Salam,

Risfan Munir



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "risfano" <[EMAIL PROTECTED] > wrote:

>

> 

> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "risfano" <risfano@> wrote:

> >

> >

> > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Djarot Purbadi dpurbadi@ wrote:

> > >

> > > Pak Abimanyu, perlu diklarifikasi ya, kesimpulan arsitek sebagai

> > perusak utama di dunia dan masih berlanjut hingga saat ini 

(mungkin

> juga

> > masa depan!) Jika demikian, apakah institusi pendidikan profesi 

yang

> > merusak dunia ini dibubarkan saja ?

> > >

> > > Memang merupakan sebuah misteri penciptaan, bahwa ciptaan selalu

> > diciptakan menjadi minimal dua golongan, yang baik dan yang buruk;

> > malaikat atau setan, kira-kira begitu. Dalam dunia profesi selalu 

juga

> > ada demikian, praktek profesi yang baik dan yang buruk, semuanya

> > berbasis nilai-nilai yang diyakininya masing-masing.

> > >

> > > Bagaimana argumentasinya kok pernyataannya demikian, seolah-olah

> > penyandang dosa utama adalah profesi arsitek. Heheheee.... nyuwun

> > pencerahan, sebab saya masih mendosen di institusi yang mendidik 

para

> > arsitek....jangan- jangan semua dosa ditumpahkan seluruhnya pada

> > kami...heheheee. ...terus apa saran dan nasihatnya dari mantan 

arsitek

> > seperti bapak ? Lha mengapa bapak tidak taat di dunia para perusak

> untuk

> > mengubahnya dari dalam, bukan melempari batu dari luar 

heheheee....

> > bagaimana pak....mohon pencerahan ya....sebab saya punya posisi 

yang

> > memungkinkan otokritik dan otokoreksi di dunia para perusak

> > ini....mumpung masih ada di dalamnya.... .

> > >

> > > Salam,

> > >

> > >

> > >

> > > Djarot Purbadi

> > >

> > >

> > >

> > > http://arsitekturnu santara.wordpres s.com

> > >

> > > http://fenonemologi arsitektur. wordpress. com

> > >

> > > --- On Fri, 10/17/08, abimanyu takdir alamsyah takdir65@ wrote:

> > > From: abimanyu takdir alamsyah takdir65@

> > > Subject: Re: [referensi] Re: Jababeka - PR atau Industri?

> > > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com

> > > Date: Friday, October 17, 2008, 6:49 AM

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >             Halo Pak  Ono yang sudah nywasta,

> > >

> > > Saya jadi teringat waktu masih ngarsitektur dulu, ada istilah 

> > "muddling  through" atau "barefood architect".. .

> > > itu istilah bagi aristek kaki kotor, yang berbasis implementasi 

bagi

> > rakyat yang kurang beruntung, bukan berpesta design wah wah saja, 

yang

> > sipengguna harus ikut kata arsiteknya (baru tiga puluh tahun lalu 

saya

> > mulai sadar bahwa arsitek ternyata memang perusak utama dunia ini, 

dan

> > masih berlanjut hingga saat ini).

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > >

> > > ____________ _________ _________ _________ _________ __

> > > Do You Yahoo!?

> > > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around

> > > http://mail. yahoo.com

> > >

> >

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke