analisa yang tajam....
sepenuhnya saya sepakat....

--- On Sun, 4/12/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:

From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: [referensi] outlook 2009-2014...
To: [email protected]
Date: Sunday, April 12, 2009, 4:27 AM











    
            
            


      
      



Mengamati hasil sementara perhitungan suara:

PDIP dan Golkar itu beda-2 tipis.. bisa dibilang juara 2 bersama.. di kisaran 
14% suara masing-2.
Langkah mereka akan sangat menentukan peta koalisi lainnya. 


Demokrat tentunya layak percaya diri.. dan punya 'upper hand' dalam membangun 
koalisi.


Lain hal-nya dengan Golkar-PDIP. . gampang-2 susah..
kalau mereka mau berkuasa, maka paling logis mereka berkoalisi.. artinya 
berkuasa tapi berbagi.
tapi sulitnya menentukan siapa Presiden & siapa WaPres..



Megawati sepertinya bukan orang yg mampu berpikir logis.. lebih didorong 
syahwat kekuasaan..
kalau JK rela jadi ban serep lagi; maka sangat rentan ditinggalkan oleh 
Golkar.. (yg merasa 'senior')

Golkar itu partai yg tidak ber-ideologi. .. mereka penyembah duit dan kuasa..



Bukan kepribadian Golkar sebagai oposisi.. posisi oposisi hanya mungkin 
dilakukan oleh partai-2 yg berideologi.

Golkar juga terdiri dari faksi-2.. itu jelas.. PilPres 2004 dan hasil kongres 
membuktikan itu.
Posisi
JK sekarang sangat berat. Dia ditantang untuk berani mencalonkan diri
sebagai Presiden; padahal sebenarnya JK juga tahu kelemahannya
sendiri.. makanya dia takut konvensi.

Kalau gagal berkuasa; alias bertangan hampa, maka dia akan ditendang Golkar 
sebagaimana Golkar menedang Akbar Tanjung.

Satu-2nya cara PDIP dan Golkar untuk menumbangkan SBY adalah berkoalisi secara 
solid&konsisten!



namun 'solid dan konsisten' itu bukan domain syahwat kuasa.. itu domain 
fundamentalisme. 
kalau
saja PDIP dan GOlkar mengumumkan bahwa mereka berkoalisi, namun SBY
berhasil menggaet satu atau dua faksi Golkar dengan iming-2 jabatan
menteri.. maka dapat dipastikan SBY kembali menang. 


Sedangkan kalau PDIP gagal meraih mitra koalisi yg cukup
substansial; maka dia akan jadi oposisi kembali selama 5 tahun
mendatang. Yaah si Taufik Kiemas puasa lagi deeh... hehe.. atau alih
profesi jadi orang baik-2..


Partai Demokrat juga perlu hati-2 membangun koalisi dan juga perlu segera 
mengagendakan program kaderisasi yg solid.
SBY
hanya bisa menjabat 1 kali lagi.. apabila dalam 5 tahun tidak ada kader
yg bisa menjadi magnet suara.. maka PD akan bernasib seperti PNI (dan
partai-2 cap banteng lainnya) pasca Soekarno.. redup.


Kalau Demokrat koalisi dengan PKS, yg kader-2nya lebih solid dan merata, maka 
pemilu 2014 bisa jadi PKS melesat..

PKS-PAN-PKB menurut saya hanya akan mulai melangkah pada saat air sudah mulai 
jernih.. 
Wait and see dulu terhadap PDIP dan Golkar.. Ekspektasi mereka juga tentunya 
sudah termoderasi hasil yg pas-pas-an.. 



cukup lah dapat 2-3 kursi menteri..

Gerindra
dan Hanura... hehehe.... mereka sekarang perlu peras otak dan peras
dompet (bahkan peras cukong?) utk bayar hutang dana pemilu... 
sekaligus mencari sumber dana utk memelihara kader-2 yg sudah di-rekruit. 

namun perlu di-applaus juga lho.. mereka adalah best new-comer... 
lolos sebagai peserta pemilu 2014; prestasi yg cukup baik. 
Semoga
mampu menjaga konsistensi prestasi; menghindari nasib partai-2 seperti
PBB, PDK, dll.. yg pada 2004 mampu memperoleh suara diatas 2,5% (lolos
otomatis ke 2009), namun sekarang tersungkur dan tersingkir.


Salam,
-K-






 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke