Pak BSP ysm, Saya ingin belajar beberapa hal, mudah-mudahan bapak berkenan memberikan pencerahan :
1. Modality SBY untuk kabinet, apakah memang sudah ada (terbina), atau masih mengambil dari kelompok lain? 2. Mohon penjelasan sedikit tentang Tim Foxtrot dan Echo pak? 3. Beberapa tokoh tersebut sepantasnya sudah menjadi 'Bapak Bangsa' atau 'Guru Bangsa'; apakah nanti akan begitu pak? 4. no comment Namun dari peta bapak, benarkah perkiraan saya akan ada planner yang masuk kabinet dan dari partai itu? Sebelumnya terima kasih pak. Salam. -ekadj --- In [email protected], "bspr...@..." <bspr...@...> wrote: > > Selamat pagi mas Fajar, BTS, Rifsan ysh > > Kalau boleh nimbrung soalnya gayeng banget membahas tentang SBY dan mesin politiknya. Kebetulan ada beberapa hal yang mungkin bisa di share : > > 1. Tentang sikap SBY di 2009-2014 > > SBY akan sangat merubah stile pemerintahannya. Pada 2004-2009 dia agak loyo dan tidak tegas. Hal ini karena 2 alasan. Pertama, posisi pembagian share di pemerintahan 2004-2009 yg relatif tidak menguntungkan SBY (mohon dibedakan antara SBY dan PD). Dia hanya menguasai kurang dari 40% dari sisi eksekutif. Sisanya dipegang partai lain dan PG (share terbesar). Hal ini tidak terjadi dalam pemilu 2009. Modality SBY sdh cukup tinggi. Dan perlu diperhatikan bahwa PD naik bukan karena mesin politik PD, tetapi lebih karena mesin politik SBY. Ini menyangkut tim-timnya dan 2 mesin ormas yang sangat efektif yaitu Majelis Dzikir dan Barindo. Perhatikan elektabilitas SBY yang sangat jauh diatas elektabilitas PD (48% dibanding 20%). > > Kedua, 2009-2014 merupakan tahun ke 2 sehingga dia tidak ada chance untuk maju lagi. Sehingga dia akan mencoba sebaik mungkin. Ini berarti dia tidak takut lagi untuk berbenturan. > > 2. Tentang mesin politik yang akan dipergunakan oleh SBY dalam Pilpres. > > SBY akan lebih menggunakan mesin politik yang bersifat keormasan dibandingkan dengan mesin politik orpol. Perhatikan saja bagaimana komposisi dari 2 ormas andalan SBY (sifat ormasnya terbuka berbeda dengan tim-tim seperti tim foxtrot, echo yg sifatnya terbatas). Dalam majelis dzikir ada Hatta Rajasa yang notabene orang PAN. Sedangkan di Barindo ada Akbar Tanjung yang notabene Golkar. Artinya kedua ormas itu sangat kuat untuk menjadi kendaraan. Jauh lebih kuat dibandingkan dengan orpolnya. > > 3. Tentang kemungkinan PG bergabung. > > PG mempunyai chance 80% bergabung kembali dengan SBY, namun dengan leader yang berbeda. Disini memang terjadi internal conflict di PG. Kayaknya yang akan maju adalah bukan JK tetapi AT. Ada beberapa alasan, antara lain : posisi AT yang saat ini sudah menggalang di lapangan, elektabilitas AT, posisi statement JK yang kelihatannya memang didorong oleh tim 9 untuk berstatement maju Capres. Saya menduga JK memang didorong untuk berstatement maju capres dalam rangka mengganti posisinya sebagai wapres. Ini kerja timnya pak Muladi cs yang sangat yakin kalau bergabung dengan SBY adalah paling safe. > > 4. Tentang partai kelompok tengah yang akan bergabung dengan SBY (bukan PD) > > Yang paling bersih adalah PKB. Partai ini secara sangat jelas memang akan diterima oleh SBY krn track recordnya bagus (tidak pernah menjegal). Selain itu, SBY sudah bertemu dengan 2 kubu PKB dan mereka mendapat jaminan bahwa ke 2 kubu tidak akan mengganggu perjalanan 2004-2019. Ada 2 slot menteri yang akan diberikan. > > Untuk PAN, SBY sebenarnya sangat risih dengan Amin Rais. Hal ini karena statementnya yang selalu ngrecoki. Sebenarnya dia welcome bila dalam pertemuan tertutup untuk memberikan masukkan. Hal ini misalnya bisa melalui Jaringan Nusantara (jari9ngan sms yang dipergunakan 5000 pimpinan politik di Indonesia). Sedangkan Sutrisno dia sangat transaksional. Sehingga ini tidak terlalu dipergitungkan oleh SBY. Masalahnya antara SB dan AR sendiri ada konlfik terselubung. He he he dimana-mana konflik. > > Untuk PKS ... ini partai yang keblondrok (bahasa jawa : kepleset). Dari sasaran yang hendak dicapai ... PKS sangat yakin bahwa 20% akan bisa diperoleh. Tetapi memang mesin politik itu tidak bisa di duga. Keluarnya keputusan MK membuyarkan semua itu. Ini saya ketahui dari teman2 PKS sendiri yang nyaleg. Nah akibatnya memang sikap yang diambil PKS sebelum Pemilu sangat jaga gengsi. Ini bisa dilihat dari statement Tifatul Sembiring dalam pertemuan terakhir dengan SBY. Dalam kondisi saat ini, pembelokan sikap menjadi sangat sukar. PKS sekarang benar2 menunggu sikap SBY. Pendekatan yang dilakukan menjadi sangat malu2. > > Untuk P3, ini akan terjadi perubahan yang mendasar. Bahtiar Chamsah akan kembali memimpin P3 karena SDA sudah berstatement tentang Golden Triangle dan sangat mendekat pada PDIP. Nah dengan BC tersebut P3 di welcome sekali oleh SBY. > > Demikian sedikit ulasan sya > > salam > bambang sp >

