Rekans yth,

Saya mendapatkan posting dari teman lain tentang pemikiran Faisal Basri 
terhadap keriuhan masyarakat mendebatkan Neolib. Mungkin bisa bermanfaat.

Salam

bambang sp

“Hantu” Neoliberalisme versus Ekonomi Kerakyatan

Oleh Faisal Basri - 25 Mei 2009

Jika kita melakukan pencairan di Google untuk kata neoliberalism, maka 
muncul sekitar 1.700.000 entries. Tak ada definisi baku tentang
istilah ini. Neoliberalisme tak dijumpai dalam taksonomi ilmu atau 
mazhab-mazhab ekonomi. Ia merupakan istilah turunan yang sangat
populer di kalangan aktivis.

Istilah ekonomi kerakyatan atau people’s economy lebih banyak lagi dijumpai 
di Google search, lebih dari 46 juta entries. Definisinya
tentu lebih beragam. Salah satu versi ringkas dari definisi neoliberalisme 
adalah: “The ideology of the (free) market and private interests as opposed 
to
state intervention (dominance).” Kata di dalam kurung merupakan penambahan 
oleh penulis.

Jadi, azalinya, neoliberalisme berakar dari sistem kapitalisme pasar (market 
capitalism), yang dalam wujud ektremnya disebut free
market capitalism. Istilah yang terakhir ini bisa dikatakan berlebihan, 
mengingat esensi kapitalisme sendiri adalah pasar bagi
transaksi ekonomi (Amartya Sen, 2009).

Apakah kapitalisme pasar bebas ada dalam kenyataan? Negara-negara kaya di 
Amerika, Eropa, dan Asia, yang berlabel kapitalis ternyata
sarat dengan praktik-praktik di luar pasar, seperti tunjangan penganggur, 
berbagai bentuk jaminan sosial, dan penyediaan jasa publik
seperti sekolah dan kesehatan. Banyak juga dari negara-negara tersebut yang 
memberikan subsidi dan beragam perlindungan terhadap industri
ataupun produk lokal, baik terang-terangan maupun terselubung. Oleh karena 
itu, boleh dikatakan bahwa sistem kapitalisme pasar
bebas merupakan abstraksi dari suatu model ekstrem, yang tak pernah kita 
temui dalam kenyataan. Karena, tak satu negara pun yang
menyerahkan roda perekonomian pada mekanisme pasar bebas dan kepemilikan 
sepenuhnya pada swasta.

Pada sisi ekstrem yang lain, tak ada satu negara pun yang mengendalikan 
sepenuhnya perekonomian dengan perencanaan terpusat dan
kepemilikan sepenuhnya pada negara.Yang kita jumpai dalam praktik adalah di 
antara kedua kutub ekstrem itu. Ada welfare state yang dekat ke ekstrem 
kanan, ada pula sosialisme yang dekat ke ektrem kiri. Di tengahnya ada 
social market economy.  Dengan demikian, kontras yang ekstrem adalah: 
kapitalisme pasar
bebas versus komunisme.

Salah satu pendekatan ekonomi politik mengedepankan pemisahan berdasarkan 
komitmen nilai individu versus komunitas dan persamaan
versus hirarki. Jika yang menjadi acuan adalah individu dan hirarki, maka 
sistemnya kita sebut classical liberal atau libertarian. Sistem
ini merupakan induk dari kapitalisme pasar bebas. Sebaliknya, kalau yang 
menjadi acuan adalah komunitas dan persamaan, sistemnya kita sebut radikal. 
Ini merupakan landasan dari komunisme. Di antara keduanya adalah modern 
liberal dan konservatif.

Di mana posisi neoliberalisme? Ia merupakan turunan dari classical liberal 
dan kapitalisme pasar bebas. Ciri-ciri tambahan dari neoliberalisme adalah 
pasar bebas dan lalu lintas modal bebas dalam lingkup global, sebagai alat 
untuk ekspansi kapitalisme global.

Kenapa di negeri kita neoliberalisme dipertentangkan dengan ekonomi 
kerakyatan? Ya, salah kaprah.

Ekonomi kerakyatan bukanlah sistem ekonomi. Melainkan, lebih sebagai pilihan 
orientasi kebijakan ekonomi yang menitikberatkan pada
pemenuhan kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok rakyat. Bisa diterapkan di 
negara komunis seperti Kuba, bisa juga diterapkan di negara-negara
yang menganut sistem pasar seperti di negara-negara Skandinavia. Bisa pula 
ekonomi kerakyatan mengacu pada orientasi kebijakan yang
mengutamakan penguatan fondasi ekonomi kelompok masyarakat mayoritas yang 
posisinya lemah. Karena itu disebut juga sebagai kebijakan
pemberdayaan rakyat.

Pancasila dan UUD 1945 mengamanatkan kita untuk mewujudkan kesehateraan 
sosial, bukan orang per orang. Tapi bukan lantas kita
mencampakkan pasar. Kata kunci: pasar tak sama dengan pasar bebas.

Sumber: 
http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=85295342396&h=e9c8C&u=23Y-S&ref=nf

Tambahan dari saya: Kalau mau mengenal kecenderungan pribadi dalam peta 
ideologi, silakan bermain-main di 
http://apps.facebook.com/thepoliticalcompass/


B

Kirim email ke