Mas Dwiagus, dalam beberapa tahun ini (sejak 2001) saya mengikuti kiprah senior 
saya Pak Sudaryono dari UGM yang mencoba mengembangkan RUANG LOKAL sebagai 
mainstream dalam perencanaan tata ruang. Coba diperhatikan, apakah selama ini 
ada acuan yang jelas dalam planning yang menggarap keunikan-keunikan lokal 
seperti di Sabu ? Kami mencoba menyodorkan bahwa fenomena ruang lokal menyimpan 
konsep-teori yang dibutuhkan untuk pembangunan lokal. Untuk menata Sabu 
semestinya pertama kali ya mencoba mengangkat konsep-teori yang pernah 
berkembang di kalangan masyarakat lokal kemudian digunakan sebagai acuannya. 
Tentu tindakan ini dilandasi oleh sikap hormat pada keunikan lokal dan menjauhi 
tradisi silau terhadap konsep-teori dari dunia lain  (teori-teori ahli dari 
luar). Pesannya, kita jangan silau oleh teori dari "barat" sebab di lokal 
sendiri tersimpan jutaan teori warisan nenek-moyang yang masih tersembunyi dan 
menunggu digali kemudian digunakan untuk menata
 ruang kehidupan lokal. Sikap saya ini adalah berusaha menghargai teori-teori 
lokal sejajar dengan teori-teori dalam wacana teksbook di perguruan tinggi yang 
dibangun oleh ahli-ahli luar dan kadang menjadi idola di kalangan mahasiswa 
karena para dosennya mengidolakan. Jadi bukan meremehkan apapun dan siapapun 
supaya kita sunggun jernih melihatnya dan menemukan mutiara yang dicari.

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://arsitekturnusantara.wordpress.com

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Wed, 5/27/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] FW: [NTT] Sabu: Kabupaten Sekaligus Identitas? (Andrey 
Damaledo)
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 27, 2009, 2:41 PM











    
            
            


      
      







Pak Eka dan Pak Djarot yang berboedi,… 

   

Sebenarnya, proses yang pakem seperti apa sih dalam penataan ruang
yang mencoba menggali kearifan lokal yang sebenarnya mungkin sudah tau
bagaimana memanfaatkan ruang mereka dengan bijak dan benar,….  Penataan ruang
seperti apa yang mampu menegaskan identitas lokalnya? 

Ada contoh? Biar teman-teman di kabupaten
Sabu yang baru terbentuk ini bisa terinspirasi 

   

salam 

   



Regards, 

 dwiagus  

http://bdwiagus. blogspot. com 

http://bdwiagus. multiply. com  

  

"The most difficult thing in the world is to know how to do
a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. 
White 

   

:::... Indo-MONEV ...::: 

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian
People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised
to the work on monitoring and evaluation and other related development
issues including development aid works, particularly in Indonesia. 

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com
 

Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts  



   





From:
refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf Of 
Djarot
Purbadi

Sent: 27 May 2009 04:26

To: refere...@yahoogrou ps.com

Subject: Re: [referensi] FW: [NTT] Sabu: Kabupaten Sekaligus Identitas?
(Andrey Damaledo) 





   













 













 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke