Hangat hangat........ayam bang....;d


________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, May 8, 2011 9:37:16 PM
Subject: Re: [saham] Re: BBRI0605

  
Dijual saja Pak, portonya di BBRI. Yang saya bingung, koq anda masih pegang 
BBRI 
padahal anda katakan sudah tidak suka karena CSR nya yg 4%. Anda malah kasih 
kriteria, kalau BMRI juga mengikut hal yg sama, baru anda akan jualan porto 
anda 
di BMRI dan BBRI yang mencapa 55% sepert yg anda sebutkan. Maksud saya, kenapa 
mau jualan porto di BBRI harus menunggu apakah BMRI akan menaikkan CSR nya jadi 
4% juga atau tidak. Kalau naikan jadi 4%, maka BBRI nya dijual. Kalau tidak, 
maka BBRI nya di hold. Yang saya bingungkan hanyalah apa hubungannya kinerja 
BBRI dengan BMRI naikan atau tidaknya CSR nya :)
Itu saja koq sebenarnya yang saya mau tahu. Kalau saya jadi anda, saya ngga 
suka 
dengan CSR 4%, sahamnya sudah jauh2 hari saya jual dipasar :)

Kinerja BBRI sejauh ini meningkat, saya tidak melihat ada alasan komplain soal 
CSR yg meningkat. Seperti yg saya katakan, bisa saja itu bagian dari strategi 
promosi mereka agar nama Bank BRI makin melekat di hati masyarakat. Kalau anda 
sudah ngga percaya lagi dengan managementnya, dan merasa managementnya ngga 
becus, padahal niatan anda adalah untuk investasi jangka panjang, dan bukan 
untuk trading yg mengandalkan chart, jual sajalah. Ketimbang anda dipusingkan 
oleh BBRI. Khan masih banyak saham lain, misalkan BMRI, BBNI, BBCA, dst.  Di 
bisnis saham, sesuatu yang mudah jangan dibikin repot dan pusing. Kita yang 
punya uang, kita yang jadi raja untuk menentukan apa yang kita beli dan hold, 
dan apa yang kita jual.  :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/5/8 i0n_n0i <[email protected]>

Sejak awal saya katakan saham BBRI itu perlu diberikan semacam sanksi karna 
besarnya biaya CSR, kalau dilihat ke belakang lagi saya sendiri mendukung 
penguatan BBRI.
>
>Saya sudah memiliki kedua saham tersebut sejak 2 tahun lalu, pahit ketirnya 
>juga 
>sudah dilewati bersama terutama ketika ribut krisis hutang Uni Eropa setahun 
>lalu.
>
>Saya pun mendukung kalau deviden tidak terlalu besar namun ekspansi usaha BBRI 
>bisa baik ketimbang dana dikelola sendiri, lagian melalui BBRI perolehannya 
>menurut saya menjadi lebih tinggi, namun begitu saya membaca hasil akhir dari 
>keputusan RUPS disana tertera ada 4% dana CSR (naik dari 2%) sementara 
>pemegang 
>saham diminta pengurangan deviden, apakah hal tsb etis ?
>
>Kalau tahun ini sudah diputuskan 4% dan cuma tahun ini mungkin bukan masalah 
>signifikan dan bisa dilokalisir.
>
>Nah kalau bicara semua perusahaan, rasanya juga tidak tepat. Terakhir saya 
>membaca pengumuman emiten ADMF ngak ada alokasi dana CSR sebesar 4%, kalau 
>SGRO 
>itu ada biaya CSR yang mereka salurkan melalui Sampoerna Foundation jumlahnya 
>cuma 2% itu pun pernah jadi sentimen negatif beberapa tahun lalu, tapi bisa 
>di"kambing hitamkan" penurunan harga komoditas.
>
>ASII saja juga ngak ada anggaran CSR sebesar 4%, kalau ngak salah malah ngak 
>dianggarkan khusus dalam RUPS. Yang saya tahu CSR itu belum wajib, dan banyak 
>yang belum mengalokasi khusus, tapi kalau beramal mungkin bukan masalah. Tapi 
>setidaknya harus berimbang, disatu sisi kampanye penurunan tarif pph disisi 
>lain 
>kenaikan anggaran CSR, apa benar demikian ?
>
>Juga perlu diketahui anggaran iklan berbeda dengan anggaran CSR, iklan sudah 
>ada 
>anggarannya tersendiri tapi saya tidak tahu berapa besar anggaran iklan 
>setahun, 
>tapi lumayan besar juga dan ada sasarannya.
>
>Nah yang jadi masalah kalau BMRI ikut-ikutan menaikan anggaran CSR dari 2 
>menjadi 4%, pertanyaan saya kalau begitu adanya ngapain bertahun lalu 
>perseroan 
>berupaya menaikan porsi saham publik agar mendapat insentif pajak 5% sementara 
>ketika sudah mendapatkannya malah untuk anggaran CSR ? Apalagi sampai deviden 
>pemegang saham harus diturunan demi ekspansi usaha namun menaikan anggaran CSR 
>yang dipotong dari laba bersih berjalan, apakah etis ?
>
>Sederhananya susah sama-sama, senang kok sendiri-sendiri.
>
>
>
>
>
>
>--- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> 
wrote:
>>
>> Kalau saya tidak salah tangkap baca tulisa paragraf pertama, berarti
>> walaupun BBRI sudah melakukan CSR yg anda komplain, sahamnya masih anda
>> pegang dan masih ada dalam portfolio anda saat ini? Tapi kalau BMRI juga
>> melakukan hal yang sama, baru anda akan jual semua BMRI dan BBRI yang saat
>> ini mencapai 55% dari porto anda? :)
>>
>> Setahu saya, CSR 2% itu sudah wajib aturannya.
>> Kalau jadi 4%, mungkin BBRI melihat ada peluang CSR itu mereka jadikan alat
>> semacam kampanye mereka untuk positioning nama mereka di lingkungan
>> masyarakat tertentu.
>>
>> Kalau saya perhatikan saat ini CSR sudah cenderung ngga murni CSR lagi, tapi
>> ada berat muatan unsur marketing/promosinya bagi perusahaan itu sendiri :)
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/5/7 i0n_n0i <i0n_n0i@...>
>
>>
>> > kalau RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 23 Mei 2011 juga melakukan hal yang
>> > sama dengan Bank BRI, saya akan melikuidasi seluruh portofolio BMRI dan 
BBRI
>> > yang totalnya mencapai 55% dari seluruh portofolio pribadi saya berapapun
>> > harganya. Saya tidak mau menjadi orang "bego" yang mana sudah mengeluarkan
>> > modal tapi hanya dibagi 20% sedang alokasi CSR menjadi 4% yang jika 
dihitung
>> > mencapai 20% (4/20=20%) dari jatah yang mesti saya terima yang mana juga
>> > dari 20% deviden yang saya terima juga harus dipotong pph 10%.
>> >
>> > Kepedulian sosial wajib, tapi kan semua ada jalurnya. Seperti tulisan saya
>> > sebelumnya, ketimbang naikin CSR mending pertajam kwalitas kredit seperti
>> > adanya tanda kelulusan dari lembaga lingkungan hidup dan lembaga analisis
>> > dampak usaha mikro sekitar areal objek usaha tempat kredit diberikan.
>> >
>> > Bank tidak boleh memberi kredit pada dunia usaha yang merusak lingkungan,
>> > begitupun bank tidak boleh memberikan kredit pada dunia usaha yang mana 
bila
>> > pengusaha melakukan usaha spt proposal kredit maka usaha mikro sekitar
>> > tempat usaha akan tutup/lemah.
>> >
>> > Model demikian jauh lebih efektif ketimbang program CSR. Mungkin program
>> > CSR lebih tepat diberikan untuk korban bencana alam langsung, dan jumlahnya
>> > bisa dimintakan kepada pemegang saham dalam RUPS berikut tanpa harus
>> > dipotong lebih dulu sekian persen dari perolehan perseroan.
>> >
>> >
>> > --- In [email protected], tsunamizawa tsunamizawa <tsunamizawa@>
>> > wrote:
>> > >
>> > > still in BEARISH ZONE.................
>> > >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ------------------------------------
>> >
>> > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>> >
>> > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
>> > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
>> > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
>> > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>> >
>> > [email protected] untuk berhenti dari milis saham
>> > [email protected] untuk bergabung ke milis saham
>> > Yahoo! Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>
>
>
>
>------------------------------------
>
>Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
>SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
>MILIS. 
>SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
>SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
>PEMILIK MODAL.
>
>[email protected] untuk berhenti dari milis saham
>[email protected] untuk bergabung ke milis saham
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

 

Kirim email ke