Denger2 FM gede set komposisi porto mrk BBRI sampe 30%. Baru rumor. Ada yg bs confirm? BBRI apa ud bs collect?
Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 10 May 2011 09:07:40 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: BBRI0605 Pak Nyoman, terima kasih untuk informasinya. Saya malah baru tahu ada Domini 400. Lumayanlah, saya jadi nambah pengetahuan :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/5/9 Nyoman Wiratma <[email protected]> > > > Terima kasih info bang Ian yang sangat rinci dan untuk mengujinya rekan - > rekan bisa membandingkan indeks Domini 400 dengan S&P 500, setahu saya dari > tahun 1990 sampai saat ini Domini 400 selalu lebih unggul. > > Salam, > > --- Pada *Sen, 9/5/11, Irwan Ariston Napitupulu > <[email protected]>*menulis: > > > Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Judul: Re: [saham] Re: BBRI0605 > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 9 Mei, 2011, 1:57 AM > > > > > Kalau memang mau dijual, ya jual sajalah Pak, ngga perlu atur posisi segala > apalagi nunggu BMRI segala, khan kasusnya soal BBRI yg naikin CSR nya jadi > 4% yg anda tidak suka itu, bukan kasus BMRI akan naikan atau tidak. Sesekali > berskap tegas sajalah Pak, paling tidak tegas terhadap keyakinan dan > pandangan sendiri. Khan nanti jadi aneh, kalau ditanya orang, kenapa anda > melepas saham BBRI nya? Lalu anda jawab, karena BMRI naikan CSR nya jadi 4%. > Bisa bikin orang yg dengar jadi bengong, terus tertawa deh :) > > Kalau soal CSR, bisa terjadi pro dan kontra. Saya maklumlah untuk itu. Ada > kelompok yg menganggap CSR itu hanya buang2 uang saja. ada yg mengatakan > justru CSR itu adalah investasi jangka panjang perusahaan. > > Merck, perusahaan farmasi di AS telah merasakannya. Awalnya mereka hanya > mau bantu saja orang Jepang yg paska Perang Dunia kedua banyak terkena TBC. > Merck kemudian memberikan streptomycin ke Jepang agar banyak masyarakat > Jepang yg bisa tertolong dari TBC. Sampai sekarang, banyak orang Jepang yg > tidak melupakan jasa Merck tersebut. Sekarang, Merck merupakan perusahaan > farmasi AS terbesar yg ada di Jepang. Apakah itu suatu kebetulan? Saya yakin > tidak :) > > Tidak usah jauh2, AQUA di Indonesia. Mereka memberikan bantuan menyediakan > air bersih di NTT. Kalau dipikir2, ngapain juga ya AQUA koq malah nolongin > orang NTT sementara konsumennya lebih banyak di pulau Jawa. Saya pribadi > senang melihat dan mendengar bentuk CSR AQUA yg seperti itu, dan saya yakin > banyak yang menilai positip tindakan AQUA yg seperti itu. AQUA pun bisa > "menjual" aktivitas CSR nya itu sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap > masyarakat. Mungkin manajemen AQUA melihat bahwa masih banyak konsumen yg > punya hati nurani yang baik ketimbang yang hati nurani bisa dibilang > tertutup dimana hanya keuntungan dan keuntungan saja yang mereka pikirkan > untuk diri mereka sendiri. Sehingga dengan berbuat sosial, manajer AQUA > berharap konsumennya semakin loyal dalam memakai produk mereka karena secara > tidak langsung pemakai produk mereka tersebut juga memiliki sumbangsih > terhadap kegiatan2 sosial tersebut. > > Saya memiliki keyakinan, CSR memberikan andil yg besar dalam positioning > perusahaan di masyarakat dalam jangka pendek dan jangka panjang. Termasuk > apa yang dilakukan oleh BBRI. > Bagi mereka yg ngga percaya, ya ngga apa2 juga sih. Hak masing2 sajalah > untuk percaya atau tidak. Kalau ngga suka dengan manajemen BBRI melakukan > hal itu, ya jual saja. Cari saja perusahaan yg suka kasih dividend tinggi > dan kasih sedikit dana untuk CSR, lalu investasilah untuk jangka panjang. > Nanti dirasakan sendiri sajalah, seperti apa punya perusahaan yang seperti > itu. :) > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2011/5/8 i0n_n0i > <[email protected]<http://mc/[email protected]> > > > > memang mau saya jual BBRI nya, cuma lagi atur posisi tapi kalau BMRI ikutan > naikan CSR maka sudah tidak mikir panjang lagi, langsung saya jual semuanya. > > CSR itu tidak mengganggu kinerja tapi mengganggu kantong pemegang saham, > apa gunanya menjadi pemegang saham kalau mesti mengeluarkan modal tapi > mendapat yang lebih sedikit ketimbang tidak mengeluarkan modal lewat program > CSR ? Perlu diingat anggaran CSR tidak ada hubungan dengan kinerja > perusahaan dan anggaran CSR berbeda 180 derajat dengan iklan, anggaran iklan > yang mungkin Bapak maksudkan itu ada dianggaran tersendiri di operasional. > > Coba pikirkan, seandainya Bank A memberikan pengusaha X sejumlah kredit > membuka minimarket di suatu kawasan yang sudah begitu banyak warungnya yang > dalam hal ini merupakan usaha mikro kecil yang mirip bagian dari program > CSR, Nah apakah etis jika Bank A katanya menganggarkan sejumlah dana yang > dipotong dari laba bersih milik pemegang saham untuk memberdayakan usaha > mikro kecil spt warung tadi sementara Bank A terus memberi kredit pada > pengusaha X yang jelas-jelas jika usahanya dijalankan akan > mematikan/melamahkan usaha mikro yang katanya hendak dibina oleh Bank A tsb > ? > > Begitupun jika pengusaha B membuka pabrik Y yang dalam operasionalnya > selalu merusak lingkungan, apakah etis jika Bank A diatas memberi kredit > pada pengusaha B padahal manajemen Bank A sudah mengurangi jatah laba bersih > kepada pemegang saham untuk yang katanya menjaga lingkungan hidup. > > Kenapa saya harus menjual BBRI saat BMRI juga melakukan hal yang sama dgn > BBRI adalah menurut pandangan saya, jika keduanya melakukan hal yang sama. > Maka sudah kurang menguntungkan menjadi pemegang saham keduanya dan harus > berpikir ulang. Kan ngak lucu ketidaknyamanan di BBRI juga mesti ditanggung > oleh BMRI, ya saya sih berharap BMRI tidak melakukan hal yang sama dan > setidaknya sentimen tidak melakukan hal yang sama di BMRI mampu menjaga agar > BBRI tidak terjun kebawah lagi. Itu saja. > > Pak Anggaran CSR BBRI itu hampir setara 20% dari deviden tunai yang > dibagikan kepada pemegang saham, disamping itu pemegang saham mesti membayar > pph final 10% untuk pribadi dan 15% untuk badan usaha. Itupun pemegang saham > mesti menunggu setahun baru bisa mendapatkan yang 80% deviden tunai yang > dibagikan tersebut, kok begitu mudahnya kalau ngak senang tinggal jual saja. > > > > --- In [email protected] <http://mc/[email protected]>, > Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> wrote: > > > > Dijual saja Pak, portonya di BBRI. Yang saya bingung, koq anda masih > pegang > > BBRI padahal anda katakan sudah tidak suka karena CSR nya yg 4%. Anda > malah > > kasih kriteria, kalau BMRI juga mengikut hal yg sama, baru anda akan > jualan > > porto anda di BMRI dan BBRI yang mencapa 55% sepert yg anda sebutkan. > Maksud > > saya, kenapa mau jualan porto di BBRI harus menunggu apakah BMRI akan > > menaikkan CSR nya jadi 4% juga atau tidak. Kalau naikan jadi 4%, maka > BBRI > > nya dijual. Kalau tidak, maka BBRI nya di hold. Yang saya bingungkan > > hanyalah apa hubungannya kinerja BBRI dengan BMRI naikan atau tidaknya > CSR > > nya :) > > Itu saja koq sebenarnya yang saya mau tahu. Kalau saya jadi anda, saya > ngga > > suka dengan CSR 4%, sahamnya sudah jauh2 hari saya jual dipasar :) > > > > Kinerja BBRI sejauh ini meningkat, saya tidak melihat ada alasan komplain > > soal CSR yg meningkat. Seperti yg saya katakan, bisa saja itu bagian dari > > strategi promosi mereka agar nama Bank BRI makin melekat di hati > masyarakat. > > Kalau anda sudah ngga percaya lagi dengan managementnya, dan merasa > > managementnya ngga becus, padahal niatan anda adalah untuk investasi > jangka > > panjang, dan bukan untuk trading yg mengandalkan chart, jual sajalah. > > Ketimbang anda dipusingkan oleh BBRI. Khan masih banyak saham lain, > misalkan > > BMRI, BBNI, BBCA, dst. Di bisnis saham, sesuatu yang mudah jangan > dibikin > > repot dan pusing. Kita yang punya uang, kita yang jadi raja untuk > menentukan > > apa yang kita beli dan hold, dan apa yang kita jual. :) > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2011/5/8 i0n_n0i <i0n_n0i@...> > > > > > Sejak awal saya katakan saham BBRI itu perlu diberikan semacam sanksi > karna > > > besarnya biaya CSR, kalau dilihat ke belakang lagi saya sendiri > mendukung > > > penguatan BBRI. > > > > > > Saya sudah memiliki kedua saham tersebut sejak 2 tahun lalu, pahit > ketirnya > > > juga sudah dilewati bersama terutama ketika ribut krisis hutang Uni > Eropa > > > setahun lalu. > > > > > > Saya pun mendukung kalau deviden tidak terlalu besar namun ekspansi > usaha > > > BBRI bisa baik ketimbang dana dikelola sendiri, lagian melalui BBRI > > > perolehannya menurut saya menjadi lebih tinggi, namun begitu saya > membaca > > > hasil akhir dari keputusan RUPS disana tertera ada 4% dana CSR (naik > dari > > > 2%) sementara pemegang saham diminta pengurangan deviden, apakah hal > tsb > > > etis ? > > > > > > Kalau tahun ini sudah diputuskan 4% dan cuma tahun ini mungkin bukan > > > masalah signifikan dan bisa dilokalisir. > > > > > > Nah kalau bicara semua perusahaan, rasanya juga tidak tepat. Terakhir > saya > > > membaca pengumuman emiten ADMF ngak ada alokasi dana CSR sebesar 4%, > kalau > > > SGRO itu ada biaya CSR yang mereka salurkan melalui Sampoerna > Foundation > > > jumlahnya cuma 2% itu pun pernah jadi sentimen negatif beberapa tahun > lalu, > > > tapi bisa di"kambing hitamkan" penurunan harga komoditas. > > > > > > ASII saja juga ngak ada anggaran CSR sebesar 4%, kalau ngak salah malah > > > ngak dianggarkan khusus dalam RUPS. Yang saya tahu CSR itu belum wajib, > dan > > > banyak yang belum mengalokasi khusus, tapi kalau beramal mungkin bukan > > > masalah. Tapi setidaknya harus berimbang, disatu sisi kampanye > penurunan > > > tarif pph disisi lain kenaikan anggaran CSR, apa benar demikian ? > > > > > > Juga perlu diketahui anggaran iklan berbeda dengan anggaran CSR, iklan > > > sudah ada anggarannya tersendiri tapi saya tidak tahu berapa besar > anggaran > > > iklan setahun, tapi lumayan besar juga dan ada sasarannya. > > > > > > Nah yang jadi masalah kalau BMRI ikut-ikutan menaikan anggaran CSR dari > 2 > > > menjadi 4%, pertanyaan saya kalau begitu adanya ngapain bertahun lalu > > > perseroan berupaya menaikan porsi saham publik agar mendapat insentif > pajak > > > 5% sementara ketika sudah mendapatkannya malah untuk anggaran CSR ? > Apalagi > > > sampai deviden pemegang saham harus diturunan demi ekspansi usaha namun > > > menaikan anggaran CSR yang dipotong dari laba bersih berjalan, apakah > etis ? > > > > > > Sederhananya susah sama-sama, senang kok sendiri-sendiri. > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected]<http://mc/[email protected]>, > Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> > > > wrote: > > > > > > > > Kalau saya tidak salah tangkap baca tulisa paragraf pertama, berarti > > > > walaupun BBRI sudah melakukan CSR yg anda komplain, sahamnya masih > anda > > > > pegang dan masih ada dalam portfolio anda saat ini? Tapi kalau BMRI > juga > > > > melakukan hal yang sama, baru anda akan jual semua BMRI dan BBRI yang > > > saat > > > > ini mencapai 55% dari porto anda? :) > > > > > > > > Setahu saya, CSR 2% itu sudah wajib aturannya. > > > > Kalau jadi 4%, mungkin BBRI melihat ada peluang CSR itu mereka > jadikan > > > alat > > > > semacam kampanye mereka untuk positioning nama mereka di lingkungan > > > > masyarakat tertentu. > > > > > > > > Kalau saya perhatikan saat ini CSR sudah cenderung ngga murni CSR > lagi, > > > tapi > > > > ada berat muatan unsur marketing/promosinya bagi perusahaan itu > sendiri > > > :) > > > > > > > > jabat erat, > > > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > > 2011/5/7 i0n_n0i <i0n_n0i@> > > > > > > > > > kalau RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 23 Mei 2011 juga melakukan hal > > > yang > > > > > sama dengan Bank BRI, saya akan melikuidasi seluruh portofolio BMRI > dan > > > BBRI > > > > > yang totalnya mencapai 55% dari seluruh portofolio pribadi saya > > > berapapun > > > > > harganya. Saya tidak mau menjadi orang "bego" yang mana sudah > > > mengeluarkan > > > > > modal tapi hanya dibagi 20% sedang alokasi CSR menjadi 4% yang jika > > > dihitung > > > > > mencapai 20% (4/20=20%) dari jatah yang mesti saya terima yang mana > > > juga > > > > > dari 20% deviden yang saya terima juga harus dipotong pph 10%. > > > > > > > > > > Kepedulian sosial wajib, tapi kan semua ada jalurnya. Seperti > tulisan > > > saya > > > > > sebelumnya, ketimbang naikin CSR mending pertajam kwalitas kredit > > > seperti > > > > > adanya tanda kelulusan dari lembaga lingkungan hidup dan lembaga > > > analisis > > > > > dampak usaha mikro sekitar areal objek usaha tempat kredit > diberikan. > > > > > > > > > > Bank tidak boleh memberi kredit pada dunia usaha yang merusak > > > lingkungan, > > > > > begitupun bank tidak boleh memberikan kredit pada dunia usaha yang > mana > > > bila > > > > > pengusaha melakukan usaha spt proposal kredit maka usaha mikro > sekitar > > > > > tempat usaha akan tutup/lemah. > > > > > > > > > > Model demikian jauh lebih efektif ketimbang program CSR. Mungkin > > > program > > > > > CSR lebih tepat diberikan untuk korban bencana alam langsung, dan > > > jumlahnya > > > > > bisa dimintakan kepada pemegang saham dalam RUPS berikut tanpa > harus > > > > > dipotong lebih dulu sekian persen dari perolehan perseroan. > > > > > > > > > > > > > > > --- In > > > > > [email protected]<http://mc/[email protected]>, > tsunamizawa tsunamizawa <tsunamizawa@> > > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > still in BEARISH ZONE................. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar > > > saham. > > > > > > > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN > > > ADMIN > > > > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU > > > MENJUAL > > > > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK > PEMILIK > > > > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > > > > > > > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > > > > > berhenti dari milis saham > > > > > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > > > > > bergabung ke milis saham > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar > saham. > > > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN > ADMIN > > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU > MENJUAL > > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > > > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > > > berhenti dari milis saham > > > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > > > bergabung ke milis saham > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > berhenti dari milis saham > [email protected]<http://mc/[email protected]>untuk > bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > > > > >
