PT Kereta Api itu perusahaan brengsek. 
Lahan dapat gratis dari pemerintah, rel gratis dapat warisan belanda, gerbong 
gratis warisan limbah jepang. Costnya cuma maintenance dan listrik. Tapi 
ngakunya rugi melulu. 
Cmiiw. 

Regards,
Iwan
-----Original Message-----
From: Nico Adhitya <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 25 Feb 2012 05:39:53 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter

Pak PH saya setuju dengan pendapat bapakjika pemerintah bisa memberikan 
transportasi umum yang amandan nyaman
Kalau solusi bapak naik kendaraan umum ya sulit pak. Angkot,Bus 
kota,Busway,Kereta Api apakah sudah memenuhi 2 kriteria yang saya tulis diatas
Bahkan waktu jaman saya kuliah dulu ada omongan, kalau siap naik angkot sudah 
harus siap kehilangan barang minimal HP
Belum lagi angkot dan bus kota yang parkir lama nunggu penumpang buat kejar 
setoran, padahal yang naik udah diburu waktu kerja atau sekolah misalnya


________________________________
 From: PH <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Saturday, February 25, 2012 8:03 PM
Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter
 

  
Subsidi harus di cabut. 

Duit untuk subsidi itu cukup besar bisa di ahlikan untuk hal2 lain yang lebih 
bermanfaat. 

Kita lihat saja kenaikan bbm yang dulu akibat nya apa? Negara kita makin maju. 
Alahkah baik nya kalau sudah dicabut total. 

Tentu pengguna bbm sekarang bisa menyesuaikan. Kalau ga mampu naik mobil 
berbensin yah naik kendaraan umum. 

Kalau angkut barang sudah ga ekonomis naik truk yah mungkin nanti ada industry 
kereta api (contoh kebetulan lg bahas kereta api jg di thread yang sama). 



Sent from my BlackBerry®
________________________________

From:  Susanto Salim <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 25 Feb 2012 17:24:48 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter
  
Kita ini kan banyak yang berasumsi bahwa subsidi jelek thus harus dihilangkan, 
tanpa bisa menunjukkan bukti bahwa si subsidi ini memang jelek, dan tidak bisa 
pula menunjukkan keuntungan2 kalau tidak ada subsidi.

Mantra yang digunakan untuk membela pencabutan subsidi adalah subsidi tidak 
tepat sasaran, tanpa merinci sasaran yang tepat itu dimana dan mengapa dianggap 
tepat. Duit subsidi dianggap terbuang percuma, hallo...., kalo saya dan Anda 
karena beli bensin lebih murah bisa punya duit lebih untuk membeli barang dan 
jasa lainnya, apakah peningkatan manfaat ini dianggap tidak ada artinya atau 
sia2 ? Orang2 yang terima uang saya (misal warung indomie depan rumah) apa juga 
tidak mendapat manfaat dari tambahan uang yang ia terima ?

Tentu saja argumen saya di atas bisa di counter dengan argument lain, saya 
hanya berharap debatnya bukan dengan cara menghina  orang lain secara pribadi 
(ad-hominem|), tapi pake argumen yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

ps:
apakah pak haki berpendapat biarkan saja orang2 di industri otomotif menderita 
? asal....??? asal subsidi di cabut ? dalam arti pencabutan subsidi adalah baik 
dengan sendirinya(good in itself), thus tidak perlu alasan yang masuk akal dan 
bisa dipertanggungjawabkan ?


On Sat, Feb 25, 2012 at 5:00 PM, hakitrader <[email protected]> wrote:

 
>  
> 
>bensin tidak disubsidi ya pake 
bbg yg lebih murah. memangnya kita minum bensin dan hanya kerja dipabrik 
mobil?
>http://www.facebook.com/hakie1
>----- Original Message ----- 
>>From: Susanto  Salim 
>>To: [email protected] 
>>Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56  PM
>>Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re:  Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
>>Memang Bagusnya BBM Naik Rp  4.000/Liter
>>
>>  
>>Kalo harga bensin murah  kan penjualan mobil bagus, akhirnya industri mobil 
>>bisa ekpansi pake tenaga  kerja. Saya yang pas-pasan ini juga bisa pake duit 
>>kelebihan dari bensin  (karena di subsidi) buat belanja di warung indomie 
>>depan rumah.  bla..bla..bla..
>>
>>nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), 
  apa betul hasilnya bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan kesejahteraan 
  yang lebih besar untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?.
>>
>>kalo 
  kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas kita layak mendukung 
  kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita sendiri gak tau apakah kebijakan 
  ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua.
>>
>>ps:
>>kok tau 
  kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan menengah ke atas ? 
  Gimana cara ngukurnya ?
>>-----------
>>Predictability: Does the Flap of a  Butterfly's Wings in Brazil Set a Tornado 
>>in Texas?
>>Edward N.  Lorenz
>>
>>
>>
>>
>>On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio <[email protected]> 
>>wrote:
>>
>> 
>>>
>>> 
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>catatan tambahan :  yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang  ini adalah 
>>>golongan menengah keatas,  nah sekarang mau dialihkan supaya  golongan 
>>>menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya.
>>>
>>>
>>>sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan sehari  hari 
>>>kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta listrik dll lebih  murah, 
>>>atau kalau tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok.
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>fbs
>>>
>>

 

Kirim email ke