Mungkin mobil  baru yg akan datang kalo tidak pake bensin ya bisa pake bbg atau 
mobil listrik. jadi ASII harus inovatif kalo mau tetap survive. Yg penting tdl 
listrik jangan tiap tahun naik. 
http://www.facebook.com/hakie1
  ----- Original Message ----- 
  From: PH 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, February 25, 2012 8:03 PM
  Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


    
  Subsidi harus di cabut. 

  Duit untuk subsidi itu cukup besar bisa di ahlikan untuk hal2 lain yang lebih 
bermanfaat. 

  Kita lihat saja kenaikan bbm yang dulu akibat nya apa? Negara kita makin 
maju. Alahkah baik nya kalau sudah dicabut total. 

  Tentu pengguna bbm sekarang bisa menyesuaikan. Kalau ga mampu naik mobil 
berbensin yah naik kendaraan umum. 

  Kalau angkut barang sudah ga ekonomis naik truk yah mungkin nanti ada 
industry kereta api (contoh kebetulan lg bahas kereta api jg di thread yang 
sama). 




  Sent from my BlackBerry®

------------------------------------------------------------------------------

  From: Susanto Salim <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sat, 25 Feb 2012 17:24:48 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen ESDM: 
Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


    
  Kita ini kan banyak yang berasumsi bahwa subsidi jelek thus harus 
dihilangkan, tanpa bisa menunjukkan bukti bahwa si subsidi ini memang jelek, 
dan tidak bisa pula menunjukkan keuntungan2 kalau tidak ada subsidi.

  Mantra yang digunakan untuk membela pencabutan subsidi adalah subsidi tidak 
tepat sasaran, tanpa merinci sasaran yang tepat itu dimana dan mengapa dianggap 
tepat. Duit subsidi dianggap terbuang percuma, hallo...., kalo saya dan Anda 
karena beli bensin lebih murah bisa punya duit lebih untuk membeli barang dan 
jasa lainnya, apakah peningkatan manfaat ini dianggap tidak ada artinya atau 
sia2 ? Orang2 yang terima uang saya (misal warung indomie depan rumah) apa juga 
tidak mendapat manfaat dari tambahan uang yang ia terima ?

  Tentu saja argumen saya di atas bisa di counter dengan argument lain, saya 
hanya berharap debatnya bukan dengan cara menghina  orang lain secara pribadi 
(ad-hominem|), tapi pake argumen yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

  ps:
  apakah pak haki berpendapat biarkan saja orang2 di industri otomotif 
menderita ? asal....??? asal subsidi di cabut ? dalam arti pencabutan subsidi 
adalah baik dengan sendirinya(good in itself), thus tidak perlu alasan yang 
masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan ?



  On Sat, Feb 25, 2012 at 5:00 PM, hakitrader <[email protected]> wrote:

      

    bensin tidak disubsidi ya pake bbg yg lebih murah. memangnya kita minum 
bensin dan hanya kerja dipabrik mobil?
    http://www.facebook.com/hakie1
      ----- Original Message ----- 
      From: Susanto Salim 
      To: [email protected] 
      Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56 PM
      Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) Wamen 
ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter


        
      Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya industri 
mobil bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan ini juga bisa pake 
duit kelebihan dari bensin (karena di subsidi) buat belanja di warung indomie 
depan rumah. bla..bla..bla..

      nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul hasilnya 
bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar 
untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?.

      kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas kita layak 
mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita sendiri gak tau apakah 
kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua.

      ps:
      kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan menengah ke 
atas ? Gimana cara ngukurnya ?
      -----------
      Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a 
Tornado in Texas?
      Edward N. Lorenz





      On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio 
<[email protected]> wrote:







        catatan tambahan :  yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang ini 
adalah golongan menengah keatas,  nah sekarang mau dialihkan supaya golongan 
menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya.


        sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan sehari 
hari kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta listrik dll lebih murah, 
atau kalau tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok.




        fbs











  

Kirim email ke