Saya kira yang terpenting adalah ada jaminan atau minimal ada penjelasan duit subsidi nya itu mau dialihkan kemana. bukan sekedar bicara disalurkan ke yang lebih tepat, atau bangun infrastruktur... Akan lebih simpatik juga kalo pemerintahnya bilang, demi solider dengan rakyat yang harus bayar bbm lebih mahal, maka mobil dinas para pejabat pakai mobil murah saja (kan gak mungkin lah pejabat disuruh naek angkutan umum). DPR gak akan studi banding lagi ke LN, dll...jangan cuman saya dan anda saja yang disuruh bayar lebih terus.
Asumsi saya, Pak Oguds tinggal di jakarta atau sekitarnya yang memang macet, tapi tentu Indonesia bukan cuma jabodetabek. Masalah dengan pemberitaan di koran adalah kita tidak tahu angka itu munculnya dari mata, metodenya seperti apa. Tapi okelah kita anggap valid angkanya, apakah ada jaminan setelah bbm naik akan membaik ? Sependek yang saya tau belom ada yang ngomong bahwa setelah bbm naik hal apa saja yang akan dilakukan terus hasilnya diperkirakan seperti apa....maunya cuma naekin dan 'kampanye' kalo gak naek jelek. (dan menurut saya kampanye cukup sukses, terbukti banyak yang mendukung bbm naik, meski gak tau kalo dah naik nanti lebih baik nya di mana) Kita jangan hanya berandai2 duit subsidi itu akan dialihkan ke infrastruktur dan transpotasi umum, faktanya kita tidak tau mau dikemanakan itu uang, mungkin juga cuma sekedar supaya tidak perlu nambah hutang aja, jadi transportasi dan infrastruktur tidak membaik. Atau cuma sekedar biar tidak memburuk saja. (terus terang saya ragu bbm naik bikin busway lebih aman dan jalanan di jakarta bebas macet, atau infrastruktur di daerah lain jadi bagus semua) - faktanya bbm sudah naek berapa kali, apa angkutan umum semakin baik di jakarta atau apakah jalan2 berkurang macetnya ? Masalah yang saya lihat adalah kita tidak tau uang itu mau digunakan untuk apa (selain blt), kita juga tidak bisa menilai hasilnya baik atau tidak (wong gak dikasih tau mau untuk apa). Jadi kalau kita tidak tau duitnya mau buat apa dan pemerintah juga tidak benjanji perbaikannya akan ada dimana, kok mau didukung ? Akan lebih oke, kalau misalnya seperti obama, minta duit janji mengurangi pengangguran, kan bisa diukur bener gak pengangguran berkurang. Kalo minta duit tapi gak jelas mau buat apa....ya repot dah. On Sun, Feb 26, 2012 at 1:39 PM, Oguds <[email protected]> wrote: > > Memang kemana saja anda selama ini? BBM subsidi dimalingi bertahun2, > mosok gak tahu? Ini salah satu 'mantan maling' buka suara. > > "BBM bersubsidi yang tepat sasaran hanya 14,47%, malingnya terlalu > banyak, mau profesi apa saja itu ada (malingnya), DPRD-nya ada, orang > Pertamina-nya ada, nelayannya ada, banyak," ungkapnya dalam Diskusi > ILUNI UI bertajuk "Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, > Pembatasan atau Kenaikan Harga", UI Salemba, Jakarta, Kamis > (9/2/2012). > > > http://finance.detik.com/read/2012/02/09/191144/1838807/1034/gawat-banyak-maling-hanya-14-bbm-subsidi-tepat-sasaran > > Ini belum bicara BBM yg salah peruntukan, misalnya dibakar di mobil yg > bikin macet jalanan. Trilyunan dibakar sia2 ber-tahun2. Semua orang > sudah tahu cara yg lebih tepat, misalnya proyek2 transportasi umum dan > massal. Kalaupun ada penyelewengan di situ, ada hasil berupa > infrastruktur. Daripada dibakar gak keruan di jalan2, cuma jadi > polusi. > > Saya pemakai transportasi publik, jadi mendukung 100% BBM dinaikkan, > bahkan hingga naik 100%. Ada ongkos yg naik, tentu saja, termasuk > biaya hidup. Namun ada harapan, agar subsidi yg dimalingi di atas, > bisa dialihkan ke angkutan publik, misalnya tarif busway, KRL, dst, yg > perush pemerintah jangan dinaikkan, bahkan diturunkan. Subsidi > dialihkan secara spefisik. Sekarang gimana bicara tepat sasaran, wong > sasarannya saja tidak ada? Semuanya dikasih subsidi, ini khan ngawur. > > > Sunday, February 26, 2012, 11:27:42 AM, you wrote: > > > PR> duit subsidi dinilai tidak tepat sasaran karena gak bisa di korup sama > para koruptor!! > PR> Mereka udah lama berharap-harap agar subsidi bbm bisa dicabut dan > PR> duitnya dialihkan untuk proyek yang lebih "berguna" bagi " masyaraka > yang membutuhkan" > > PR> "Berguna" = Bisa dikorupsi > PR> "Masyarakt yang membutuhkan " = Pejabat/ anggota dewan dan partainya > > > > > > PR> To: [email protected] > PR> From: [email protected] > PR> Date: Sat, 25 Feb 2012 17:24:48 +0700 > PR> Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) > PR> Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter > > PR> > PR> Kita ini kan banyak yang berasumsi bahwa subsidi jelek thus harus > PR> dihilangkan, tanpa bisa menunjukkan bukti bahwa si subsidi ini > PR> memang jelek, dan tidak bisa pula menunjukkan keuntungan2 kalau tidak > ada subsidi. > > PR> Mantra yang digunakan untuk membela pencabutan subsidi adalah > PR> subsidi tidak tepat sasaran, tanpa merinci sasaran yang tepat itu > PR> dimana dan mengapa dianggap tepat. Duit subsidi dianggap terbuang > PR> percuma, hallo...., kalo saya dan Anda karena beli bensin lebih > PR> murah bisa punya duit lebih untuk membeli barang dan jasa lainnya, > PR> apakah peningkatan manfaat ini dianggap tidak ada artinya atau > PR> sia2 ? Orang2 yang terima uang saya (misal warung indomie depan > PR> rumah) apa juga tidak mendapat manfaat dari tambahan uang yang ia > terima ? > > PR> Tentu saja argumen saya di atas bisa di counter dengan argument > PR> lain, saya hanya berharap debatnya bukan dengan cara menghina > PR> orang lain secara pribadi (ad-hominem|), tapi pake argumen yang > PR> berhubungan dengan masalah yang dibahas. > > PR> ps: > PR> apakah pak haki berpendapat biarkan saja orang2 di industri > PR> otomotif menderita ? asal....??? asal subsidi di cabut ? dalam > PR> arti pencabutan subsidi adalah baik dengan sendirinya(good in > PR> itself), thus tidak perlu alasan yang masuk akal dan bisa > dipertanggungjawabkan ? > > > PR> On Sat, Feb 25, 2012 at 5:00 PM, hakitrader <[email protected]> > wrote: > PR> > > PR> bensin tidak disubsidi ya pake bbg yg lebih murah. memangnya kita > PR> minum bensin dan hanya kerja dipabrik mobil? > PR> http://www.facebook.com/hakie1 > PR> ----- Original Message ----- > PR> From: Susanto Salim > PR> To: [email protected] > PR> Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56 PM > PR> Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) > PR> Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter > > PR> > PR> Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya > PR> industri mobil bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan > PR> ini juga bisa pake duit kelebihan dari bensin (karena di subsidi) > PR> buat belanja di warung indomie depan rumah. bla..bla..bla.. > > PR> nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul > PR> hasilnya bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan > PR> kesejahteraan yang lebih besar untuk lebih banyak orang (gimana > ngukurnya)?. > > PR> kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas > PR> kita layak mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita > PR> sendiri gak tau apakah kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih > besar untuk semua. > > PR> ps: > PR> kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan > PR> menengah ke atas ? Gimana cara ngukurnya ? > PR> ----------- > PR> Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a > Tornado in Texas? > PR> Edward N. Lorenz > > > > > PR> On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio < > [email protected]> wrote: > > > > PR> catatan tambahan : yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang > PR> ini adalah golongan menengah keatas, nah sekarang mau dialihkan > PR> supaya golongan menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi > nya. > > PR> sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan > PR> sehari hari kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta > PR> listrik dll lebih murah, atau kalau tidak bisa lebih murah, lebih > nyaman juga ok. > > > PR> fbs > > > > > > > > > > > > PR> > > > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
