Situ kasi saran bagus, masalahny bisa kaga d praktekin??? Lha wong mentriny aja bongkar pasang. Mau irit bayar pns??? Lha wong mentrinya aja dikasi wakil, dpr dikasi staff ahli, makany mentri n dpr ga ad kerja. bilang subsidi sekian T, anggaran sekian T, emang itungnya ud bener??? banyak salahnya lah ketimbang benernya. DI emang top, tp apa bisa DI kerja sendiri, lha wong ambil keputusan perlu banyak kepala. Sby mau tegas??? Ya ga sempat lah, lha wong anggota kabinet korup ny banyak kena kasus.
sent from 3® -----Original Message----- From: Oguds <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 26 Feb 2012 20:13:57 To: Susanto Salim<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: simulasi ...Re: (OOT) Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter Saya setuju dengan perlunya kejelasan alokasi anggaran. Namun sebab pertama beratnya subsidi adalah, karena APBN itu defisit Rp 124 trilyun. Subsidi BBM memakan Rp 123 trilyun, dan ini sudah pasti kurang karena harga minyak naik terus. Jadi terlalu memaksakan diri bila terus menerus disubsidi. Rakyat harus realistis. Alokasi jelas2 timpang kok. Subsidi pupuk Rp 16 trilyun, benih Rp 279 milyar, PSO cuma 2 trilyun (hah?), dst. Kejelasan alokasi anggaran, sudah pasti dimulai dengan memperbaiki komposisinya. Pemakan APBN terbesar adalah subsidi dan belanja pegawai. Ini juga biang kerok, ongkos birokrasi yg luar biasa boros, dan hasilnya tidak jelas. Perihal DPR dan studi banding ke LN, ini cuma menggaruk di permukaan. Uang negara dihambur2kan oleh yg namanya PNS. Pernah dengar wacana gaji PNS disalurkan lewat rekening istri? Pasti gak ada yg keberatan, karena gajinya bisa nol atau bahkan minus. Artinya, tidak jelas berapa biaya yg dihabiskan oleh PNS2 ini, di luar belanja pegawai. Kalau SBY ingin tegas, lakukanlah benar2 reformasi birokrasi. Lucunya, RUU soal aparatur sipil negara malah diajukan oleh DPR. Kita masih punya kok orang2 bersih, misalnya Menteri BUMN Dahlan Iskan. Katakan, subsidi BBM dialihkan untuk pembangunan infrastruktur di bawah kelolaan BUMN, ini bagus. Jangan lagi subsidi generalis, tapi spesialis. Apakah itu pertanian, transportasi, kesehatan, dst. Bersamaan dengan efisiensi besar2an di birokrasi. Tidak sulit ini, karena 'top-down approach'. Asalkan SBY tidak disorientasi, bangga dengan pertumbuhan ekonomi, investment grade, dst, yg padahal tunggu meletusnya saja. Seperti pasar saham yg ambruk pelan2. :-) Sunday, February 26, 2012, 3:53:05 PM, you wrote: SS> Saya kira yang terpenting adalah ada jaminan atau minimal ada SS> penjelasan duit subsidi nya itu mau dialihkan kemana. bukan SS> sekedar bicara disalurkan ke yang lebih tepat, atau bangun SS> infrastruktur... Akan lebih simpatik juga kalo pemerintahnya SS> bilang, demi solider dengan rakyat yang harus bayar bbm lebih SS> mahal, maka mobil dinas para pejabat pakai mobil murah saja (kan SS> gak mungkin lah pejabat disuruh naek angkutan umum). DPR gak akan SS> studi banding lagi ke LN, dll...jangan cuman saya dan anda saja yang disuruh bayar lebih terus. SS> Asumsi saya, Pak Oguds tinggal di jakarta atau sekitarnya yang SS> memang macet, tapi tentu Indonesia bukan cuma jabodetabek. SS> Masalah dengan pemberitaan di koran adalah kita tidak tahu angka SS> itu munculnya dari mata, metodenya seperti apa. Tapi okelah kita SS> anggap valid angkanya, apakah ada jaminan setelah bbm naik akan SS> membaik ? Sependek yang saya tau belom ada yang ngomong bahwa SS> setelah bbm naik hal apa saja yang akan dilakukan terus hasilnya SS> diperkirakan seperti apa....maunya cuma naekin dan 'kampanye' kalo SS> gak naek jelek. (dan menurut saya kampanye cukup sukses, terbukti SS> banyak yang mendukung bbm naik, meski gak tau kalo dah naik nanti lebih baik nya di mana) SS> Kita jangan hanya berandai2 duit subsidi itu akan dialihkan ke SS> infrastruktur dan transpotasi umum, faktanya kita tidak tau mau SS> dikemanakan itu uang, mungkin juga cuma sekedar supaya tidak perlu SS> nambah hutang aja, jadi transportasi dan infrastruktur tidak SS> membaik. Atau cuma sekedar biar tidak memburuk saja. (terus terang SS> saya ragu bbm naik bikin busway lebih aman dan jalanan di jakarta SS> bebas macet, atau infrastruktur di daerah lain jadi bagus semua) - SS> faktanya bbm sudah naek berapa kali, apa angkutan umum semakin SS> baik di jakarta atau apakah jalan2 berkurang macetnya ? SS> Masalah yang saya lihat adalah kita tidak tau uang itu mau SS> digunakan untuk apa (selain blt), kita juga tidak bisa menilai SS> hasilnya baik atau tidak (wong gak dikasih tau mau untuk apa). SS> Jadi kalau kita tidak tau duitnya mau buat apa dan pemerintah juga SS> tidak benjanji perbaikannya akan ada dimana, kok mau didukung ? SS> Akan lebih oke, kalau misalnya seperti obama, minta duit janji SS> mengurangi pengangguran, kan bisa diukur bener gak pengangguran SS> berkurang. Kalo minta duit tapi gak jelas mau buat apa....ya repot dah. SS> On Sun, Feb 26, 2012 at 1:39 PM, Oguds <[email protected]> wrote: SS> Memang kemana saja anda selama ini? BBM subsidi dimalingi bertahun2, SS> mosok gak tahu? Ini salah satu 'mantan maling' buka suara. SS> "BBM bersubsidi yang tepat sasaran hanya 14,47%, malingnya terlalu SS> banyak, mau profesi apa saja itu ada (malingnya), DPRD-nya ada, orang SS> Pertamina-nya ada, nelayannya ada, banyak," ungkapnya dalam Diskusi SS> ILUNI UI bertajuk "Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, SS> Pembatasan atau Kenaikan Harga", UI Salemba, Jakarta, Kamis SS> (9/2/2012). SS> http://finance.detik.com/read/2012/02/09/191144/1838807/1034/gawat-banyak-maling-hanya-14-bbm-subsidi-tepat-sasaran SS> Ini belum bicara BBM yg salah peruntukan, misalnya dibakar di mobil yg SS> bikin macet jalanan. Trilyunan dibakar sia2 ber-tahun2. Semua orang SS> sudah tahu cara yg lebih tepat, misalnya proyek2 transportasi umum dan SS> massal. Kalaupun ada penyelewengan di situ, ada hasil berupa SS> infrastruktur. Daripada dibakar gak keruan di jalan2, cuma jadi SS> polusi. SS> Saya pemakai transportasi publik, jadi mendukung 100% BBM dinaikkan, SS> bahkan hingga naik 100%. Ada ongkos yg naik, tentu saja, termasuk SS> biaya hidup. Namun ada harapan, agar subsidi yg dimalingi di atas, SS> bisa dialihkan ke angkutan publik, misalnya tarif busway, KRL, dst, yg SS> perush pemerintah jangan dinaikkan, bahkan diturunkan. Subsidi SS> dialihkan secara spefisik. Sekarang gimana bicara tepat sasaran, wong SS> sasarannya saja tidak ada? Semuanya dikasih subsidi, ini khan ngawur. SS> Sunday, February 26, 2012, 11:27:42 AM, you wrote: PR>> duit subsidi dinilai tidak tepat sasaran karena gak bisa di korup sama para koruptor!! PR>> Mereka udah lama berharap-harap agar subsidi bbm bisa dicabut dan PR>> duitnya dialihkan untuk proyek yang lebih "berguna" bagi " masyaraka yang membutuhkan" PR>> "Berguna" = Bisa dikorupsi PR>> "Masyarakt yang membutuhkan " = Pejabat/ anggota dewan dan partainya PR>> To: [email protected] PR>> From: [email protected] PR>> Date: Sat, 25 Feb 2012 17:24:48 +0700 PR>> Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) PR>> Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter PR>> PR>> Kita ini kan banyak yang berasumsi bahwa subsidi jelek thus harus PR>> dihilangkan, tanpa bisa menunjukkan bukti bahwa si subsidi ini PR>> memang jelek, dan tidak bisa pula menunjukkan keuntungan2 kalau tidak ada subsidi. PR>> Mantra yang digunakan untuk membela pencabutan subsidi adalah PR>> subsidi tidak tepat sasaran, tanpa merinci sasaran yang tepat itu PR>> dimana dan mengapa dianggap tepat. Duit subsidi dianggap terbuang PR>> percuma, hallo...., kalo saya dan Anda karena beli bensin lebih PR>> murah bisa punya duit lebih untuk membeli barang dan jasa lainnya, PR>> apakah peningkatan manfaat ini dianggap tidak ada artinya atau PR>> sia2 ? Orang2 yang terima uang saya (misal warung indomie depan PR>> rumah) apa juga tidak mendapat manfaat dari tambahan uang yang ia terima ? PR>> Tentu saja argumen saya di atas bisa di counter dengan argument PR>> lain, saya hanya berharap debatnya bukan dengan cara menghina PR>> orang lain secara pribadi (ad-hominem|), tapi pake argumen yang PR>> berhubungan dengan masalah yang dibahas. PR>> ps: PR>> apakah pak haki berpendapat biarkan saja orang2 di industri PR>> otomotif menderita ? asal....??? asal subsidi di cabut ? dalam PR>> arti pencabutan subsidi adalah baik dengan sendirinya(good in PR>> itself), thus tidak perlu alasan yang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan ? PR>> On Sat, Feb 25, 2012 at 5:00 PM, hakitrader <[email protected]> wrote: PR>> PR>> bensin tidak disubsidi ya pake bbg yg lebih murah. memangnya kita PR>> minum bensin dan hanya kerja dipabrik mobil? PR>> http://www.facebook.com/hakie1 PR>> ----- Original Message ----- PR>> From: Susanto Salim PR>> To: [email protected] PR>> Sent: Saturday, February 25, 2012 2:56 PM PR>> Subject: Re: simulasi ...Re: Bls: Re: Bls: Re: [saham] Re: (OOT) PR>> Wamen ESDM: Memang Bagusnya BBM Naik Rp 4.000/Liter PR>> PR>> Kalo harga bensin murah kan penjualan mobil bagus, akhirnya PR>> industri mobil bisa ekpansi pake tenaga kerja. Saya yang pas-pasan PR>> ini juga bisa pake duit kelebihan dari bensin (karena di subsidi) PR>> buat belanja di warung indomie depan rumah. bla..bla..bla.. PR>> nah kalau duit ini dialihkan ketempat lain (kemana?), apa betul PR>> hasilnya bakalan lebih baik ? dalam arti menghasilkan PR>> kesejahteraan yang lebih besar untuk lebih banyak orang (gimana ngukurnya)?. PR>> kalo kita tidak tau jawaban atas pertanyaan diatas apa lantas PR>> kita layak mendukung kebijakan pencabutan subsidi ? Padahal kita PR>> sendiri gak tau apakah kebijakan ini menghasilkan kebaikan yang lebih besar untuk semua. PR>> ps: PR>> kok tau kalo subsidi sekarang lebih banyak dinikmati golongan PR>> menengah ke atas ? Gimana cara ngukurnya ? PR>> ----------- PR>> Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a Tornado in Texas? PR>> Edward N. Lorenz PR>> On Sat, Feb 25, 2012 at 2:34 PM, Franciscus B Sinartio <[email protected]> wrote: PR>> catatan tambahan : yang lebih banyak menikmati subsidi sekarang PR>> ini adalah golongan menengah keatas, nah sekarang mau dialihkan PR>> supaya golongan menengah ke bawah yang lebih banyak menikmati subsidi nya. PR>> sekali kali nengok ke bawah , jadi tahu efeknya ke kehidupan PR>> sehari hari kalau ongkos transport umum seperti bis, kereta PR>> listrik dll lebih murah, atau kalau tidak bisa lebih murah, lebih nyaman juga ok. -- Tertanda, Oguds [960000031]
