PILKADA
   
    Kali ini kabupaten Bekasi meriah dengan spanduk dan poster di mana-mana. 
Sebentar lagi Pilkada. Wajar saja, suasana yang biasanya ‘sepi’ jadi sedikit 
rame. Setahu saya ada 6 pasangan kontestan. 
   
  Geliat Pilkada memang sudah terasa beberapa minggu yang lalu.
  “Mama nggak mau nyoblos ah…” Weleh, kenapa nih nyokap, kok tau-tau ngomong 
gitu.
  “Abis nggak ada yang kenal, nggak tau juga. Lagian satu suara ga ada kan 
nggak ngaruh…” wah tumben si mama pake argumentasi panjang lebar. Kayak lagi 
wawancara di teve aja.
  “Nggak mungkin lah mama nggak nyoblos, kan yang bagi-bagiin surat panggilan 
nyoblos papa,” kata saya. Hihi, memang Bokap saya tuh sudah jadi panitia Pemilu 
dari kemarin-kemarin. Panitia Pemilu abadi, abis nggak ganti-ganti orang sih.
  “Ya biarin aja, kalo dipanggil nggak dateng,” lagi-lagi mama ngeles.
  “Yee, nggak lucu dong. Suaminya panitia, masak istrinya nggak ngedukung…” 
   
  Eh, baru ngomong begitu, beberapa hari kemudian tahu-tahu nyokap sudah 
memamerkan duit 50rb-an, “abis ada kampanye…” kata nyokap sambil senyum-senyum.
  “Wah, money politik! Pasti mau tuh disuruh nyoblos…”
  “Nggak tau kalau kampanye dan dibagiin duit. Cuma disuruh dateng, itu juga 
telat. Pas kesana udah penutupan, eh pulangnya dikasih duit.”
  Ck..ck..ck.. masih aja ya kayak beginian.
  Dan nyokap tetep nggak mau nyoblos.
  Sementara bokap semakin sibuk mengurus surat ini itu. Semalam saja dia sampai 
mempekerjakan adik saya yang cowok.. Pilkada tinggal 5 hari lagi.
   
  “Nomer empat ya mbak Vit?”
  Adik saya yang cowok mancing-mancing, dan langsung dengan pede-nya kampanye 
ke orang-orang rumah buat nyoblos nomor empat.
  “Bukan, nomer satu aja!” kata Bokap *lhapanitiakokgitu*
  “Mama disuruh nyoblos nomer berapa? Pasti 3 deh!”
  Sementara nenek saya yang pensiunan PNS bisa jadi masih setiap dengan partai 
warna kuning itu hihihi… (kecuali kalo cucunya ngerayu, hatinya bisa membelot 
ke pilihan yang direkomendasikan oleh cucu tersayangnya ini. Hahaha….)
   
  Yah, namanya juga usaha… moga-moga kalo pilihannya pas dapet nilai 2, kalau 
salah dapet nilai 1. Memilih pemimpin memang nggak gampang, dan yang dipilih 
jadi pemimpin jauh lebih nggak gampang lagi sebenarnya. So, kontestan mana ya 
yang kira-kira menyadari sepenuhnya bahwa menjadi pemimpin itu benar-benar 
harus amanah?
   
   
   

   
   








 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke