tambahan... asuransi kecelakaan angkutan umum jg nggak sebanding dengan nyawa y 
melayang. belum lagi, kalau yang meninggal adalah tulang punggung keluarga.

kala dilar negeri nilai asuransi bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran 
rupiah, di Indonesia, nilainya tak lebih dari harga seekor sapi.

[contoh, korban levina yg hanya dikasih 10 juta per korban meninggal]


----- Original Message ----
From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92 <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]
Sent: Friday, March 9, 2007 1:42:21 PM
Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break

MEMPERTARUHKAN NYAWA DI ANGKUTAN UMUM
 
Tidak ada habis-habisnya ya membicarakan musibah di negeri kita. Bencana yang 
kemarin belum selesai, pengungsian masih terlantar, sudah datang lagi musibah 
yang baru. Hendra, teman saya yang kerja di bagian foto copy membicarakan ini 
saat kita makan siang bersama di pantry kantor (beda meja tapi…hehehe). 
Pembicaraan yang berat dan bikin nggak nafsu makan.. hihihi.
“Orang lain yang berbuat jahat, orang baik bisa kena imbasnya juga ya mbak?” 
kata Hendra.
“Berbuat baik itu jadinya harus ngajak orang laen, biar baiknya rame-rame.” 
Timpal saya sekenanya (lagi makan sih ;)
“Iya, soalnya kan Allah bisa kasih musibah yang kena keseluruh orang, nggak 
pandang orang itu baik atau jahat ya Mbak.”
“Itu artinya, orang baiknya nggak mau ngajak-ngajak orang lain…hehehe.”
 
Saya juga baru tahu ada kebakaran Garuda beberapa saat setelah sampai kantor. 
Begitu lihat beritanya, nggak kebayang gimana kondisi para penumpang saat 
pesawat terbakar. 
“Inget nggak Vit, pilotnya Marwoto. Itu kan pilot yang bawa kita kemarin,” kata 
teman saya di telepon kemarin. Ya ampun, saya baru ingat. Perjalanan terakhir 
kemarin dengan Garuda pilotnya sama dengan pilot pesawat naas di Jogya itu. 
 
Soal keselamatan penumpang belakangan ini memang jadi isu panas. Gimana enggak, 
berturut-turut musibah angkutan umum terjadi. Alhamdulillah, meski bukan 
termasuk orang yang sering banget terbang, tapi semua perjalanan kami baik-baik 
saja. Dan memang sih, saat pesawat take off maupun landing, saya suka 
ketar-ketir. Teman saya suka berbisik, “disini ini Vit, kunci selamat enggaknya 
perjalanan pesawat. Pesawat take off dan landing.” Saya manggut-manggut sambil 
sibuk berdzikir, kalau sudah begini siapa lagi yang bisa kita mintai 
pertolongan kalau bukan Tuhan?
 
Tadi pagi ada ceramah yang menarik. Pak Ustadz-nya mengusulkan supaya dalam 
peragaan keselamatan penumpang di pesawat, ditambahkan dengan doa bersama biar 
selamat dalam perjalanan dan sampai tujuan. Hehehe, ide yang menarik. Tapi 
tanpa dikomando bisa juga dong doa sendiri-sendiri, ya pilotnya, copilot, 
pramugari, serta semua penumpang. Dan mestinya (juga) kendaraan apapun yang 
kita pakai, yang namanya doa tetep perlu. Apalagi buat saya pengguna bis Patas, 
yang kalau dicermati, jangan-jangan mesin-nya pada nggak layak jalan semua 
hehehe. 
 
Seperti pagi ini, sudah tahu ada mesin yang bermasalah, eh masih saja 
mengangkut penumpang sambil jalan pulang ke pol-nya di daerah Pasar Rebo. Yang 
ada saya sepanjang jalan bukannya tidur pulas, tapi deg-degan (walau akhirnya 
ketiduran juga sih hihihi). Sementara beberapa waktu yang lalu, angkot yang 
saya tumpangi pecah ban. Padahal lagi ngebut-ngebutnya. Untung pak Supir bisa 
mengendalikan mobil.
 
Waduh, kapan ya negara kita bisa punya angkutan umum yang nyaman dan lebih 
manusiawi? Gimana jalanan nggak penuh kendaraan pribadi, wong angkutan umum 
benar-benar mengkhawatirkan. Yah, moga-moga selamanya nggak begitu … 
*sambilmengkhayalsa atmenggunakanang kutanumumdiSinga pur*
 


Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.



 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

Kirim email ke