Noon Coffee Break
   
      Beberapa waktu sebelum reformasi 1998, kampus UI semakin menggeliat. 
Beberapa rekan aktivis, di organisasi mana pun ia beraktivitas dan apapun 
bidang yang digelutinya, semakin merasakan ‘kosong’nya bangsa ini. Baik bidang 
sosial, budaya, politik… termasuk di dalamnya seni dan bidang jurnalistik.
   
  Teater keliling kampus, yang dimotori rekan-rekan dari Fakultas Sastra 
melalukan road show. Pentasnya berisi berbagai sentilan kepada penguasa bangsa, 
yang bersumber dari keresahan hati mereka. Majalah kampus mengeluarkan buletin 
“bergerak!” (pake tanda seru), mungkin sekedar untuk melonggarkan rasa sesak di 
dada. Sementara senat mahasiswa, baik tingkat fakultas maupun universitas – 
yang dulu miskin peminat – diserbu teman-teman aktivis ‘hijau’, ramai oleh 
kegiatan yang semakin politis . (Oya, dulu kami membuat beberapa kategorisasi 
para aktivis ini. Ada aktivis putih, hijau dan merah, yang tiap warna tentu 
mewakili kondisinya masing-masing).
   
  Kalau boleh membandingkan, mungkin suasana nyaris seperti masa Soe Hok Gie. 
Rame, mencekam, penuh intrik, tegang, sensitif, tak jarang juga anarkis, 
kritis, romantis… *halah..* nggak gitu-gitu amat kali ya. Di Jaman Gie, kampus 
UI dekat pusat pemerintahan. Kini lokasinya (sebagian besar) di luar kota. 
Sedikit gerakan tercium, jalan-jalan akses ke Jakarta tentu diblokir sudah. 
Sehingga, kendaraan favorit masuk Jakarta saat itu adalah, KERETA…hehehe. Saya 
masih ingat, teman-teman mahasiswa ‘ngakali’ polisi untuk bisa sampai ke 
istana, bundaran HI atau gedung MPR/DPR. 
   
  Dulu, apapun aktivitasnya, tujuan kami adalah satu. Membuat kondisi bangsa 
menjadi lebih baik. Macam-macam caranya. Salah satu cara yang kemudian 
dilakukan oleh beberapa senior saya dari fakultas Sastra UI adalah: Mendirikan 
Forum Lingkar Pena (FLP). Ya, FLP lahir di tengah kemelut bangsa (dan keriuhan 
kampus UI) menjelang reformasi 98. Bertempat di masjid UI (Ukhuwah Islamiyah 
Depok, bukan Masjid Rahman Hakim – Salemba, dimasa Gie ;), FLP didirikan pada 
Februari 1997. Waktu itu jumlah kami masih sangat sedikit. Mbak Helvy 
memaparkan mimpinya, mimpi yang bertahun kemudian terwujud.
   
  Asiaweek, dalam salah satu edisinya, menampilkan profil Helvy Tiana Rosa 
sebagai penggerak FLP di Indonesia. Beberapa waktu kemudian beliau diundang 
ceramah di Madison University AS. Undangan ke Amerika ini mengilhami Faiz, 
anaknya, menulis puisi tentang Bunda Ke Amerika. Keberangkatan yang heboh 
karena AS masih ‘paranoid’ (bahkan sampai sekarang) dengan simbol muslim, 
sedangkan Mbak Helvy berjilbab. Pengalaman yang berbeda ia ceritakan 
sekembalinya dari sana, betapa warga AS (Madison) begitu hangat dan ramah 
mengomentari jilbab yang dikenakan Mbak Helvy. Hehehe, ternyata jangan-jangan 
yang parno pemerintahnya doang… 
   
  Lalu jumlah anggota FLP terus bertambah, dari ratusan menjadi ribuan dan 
tersebar di mana-mana. Tak Cuma Indonesia, warga Indonesia di Luar pun tak mau 
kalah. Termasuk teman-teman TKI di Hong Kong. Mereka mendirikan FLP Hong Kong, 
melengkapi FLP luar negeri yang lain seperti: Belanda, Amerika, Singapura, 
Jepang,… wah sayang saya bukan di divisi Humas dan Jaringan wilayah, tidak 
hapal satu-satu :)
   
  Besok FLP akan merayakan Milad (Ulang Tahun) yang ke 10. Kali ini bertempat 
di Plaza Diknas. Malamnya akan ada diskusi serius tentang genre baru yang 
diusung FLP ini. Moga-moga keberadaannya semakin memberikan manfaat, dan 
karya-karya yang dihasilkan semakin matang, berkualitas dan disukai pembacanya. 
Dan bicara soal karya, NCB ini mungkin bisa disebut sebagai salah satu karya 
FLP juga lho karena biar gini-gini saya adalah pengurus pusat FLP, divisi 
Kritik dan Litbang *uhhuiii* ;)
   
  So…Met Milad FLP-ku dan guys…terima kasih sudah membaca NCB edisi Milad FLP.
   
  Have a lovely weekend…..dan kalo ada waktu mampirlah ke Plaza Diknas ([EMAIL 
PROTECTED]) karena akan ada acara 10 tahun FLP dari pagi hingga malam. See you 
ya….
   
   
   
   










 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Kirim email ke