Assalamu'alaikum wr. wb.
Saudari Yani, saya belum melihat analisa anda menjawab pertanyaan yang
ditanyakan Sdr. H. Nading.
Apa yang anda maksud dengan Metafisika Eksakta, tasawuf yang eksak ?
Berapa sih frekuensinya menurut "Metafisika Eksakta" anda, supaya kita
NYAMBUNG kepada Allah ?
Apakah seperti yang dimaksud prof. Kadirun Yahya ?
Jangan kuatir, saya tidak merasa 'asing' kok dengan yang eksakta, itu
makanan saya setiap detik.
Wasalam.
aHassan
On Fri, 28 May 1999, Yani Qoyimah wrote:
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Assalamu a'laikum Wr.Wb.
>
> Wa'alaikumsalam Wr.Wb
>
> Ma'af saya ingin menanggapi sedikit.
> Saya menganalisanya dengan pendekatan Metafisika Eksakta, konsep
> Tasawuf yang Eksak.
> Dulu, saya pernah posting-kan tentang Teknologi Al Qur'an. Namun,
> kita semua masih merasa 'asing' dan 'aneh' mendengarnya, padahal
> kita sudah di zaman teknologi modern. Mungkin karena kita
> terbiasa mendapatkan pelajaran agama dengan 'dogmatis'.
>
> Mengapa Allah SWT membiarkan umat Islam dibantai dimana-mana?
> Mana pertolongan Allah itu? Padahal Allah & Rasul-Nya menjanjikan
> kemenangan bagi orang yang beriman.
> Allah & RasulNya tentulah Maha Benar. Al Qur'an dan Hadits Benar!
>
> So, kesalahan ada di mana?. Umat Islam sudah tidak 'mewarisi'
> RAHISIA-RAHASIA kemenangan Nabi Besarnya. Berarti umat Islam
> sudah 'slip' dari ajaran Allah & RasulNya.
>
> Allah sudah menyediakan RahmatNya yang berupa fisik di alam
> semesta ini, namun manusia harus 'menggalinya' untuk dapat
> menikmati RahmatNya itu.
> Begitu juga Rahmat Allah dai alam Metafisik sudah disediakan di
> dalam Al Qur'an.
> Ingat, bahwa Al Qur'an adalah mukjizat terbesar Nabi SAW. Di
> dalamnya terdapat kurnia dan rahmat yang tiada terhingga. Untuk
> mendapatkan Kurnia dan Rahmat-Nya itu, umat Islam harus
> 'menggalinya'. Tentu saja dengan METODOLOGInya, yaitu
> Thariqatullah.
> Bagaimana TEKNIK MUNAJAT ke hadirat Allah SWT, supaya sampai
> kehadirat-NYA? Itulah yang dimaksudkan Teknologi Al Qur'an.
> Untuk bisa sampai kehadiratNYA tentu saja 'channel', 'frekuensi'
> harus sesuai, harus dengan WASILAH. Seperti halnya yang diwarisi
> Rasulullah dari Allah SWT.
> Bagaimana supaya dapat menyebut KALIMAH ALLAH hingga Allah
> berkenan hadir. Supaya kita selalu BESERTA dengan ASMA ALLAH.
> Beserta dengan Yang Maha Rahman dan Rahim, hingga segala apapun
> di dunia dan akhirat tidak akan dapat memberikan mudzarat apapun.
>
> [Ingat kisah Rasulullah SAW hanya menyebutan asma ALLAH saja,
> sang musuh bergetar ketakutan, karena memang Allah benar-benar
> hadir di sisi Rasulullah SAW].
>
> Itu hanya bisa didapatkan di dalam Ilmu Tasawuf dan Thariqat yang
> HAQ.
>
> Perbandingan eksak, kita dalam berkomunikasi jarak jauh harus
> sesuai 'channel'nya, addressnya, misalnya via telepon, e-mail,
> televisi, dll. Jika frekuensinya tidak sesuai, maka tidak akan
> nyambung.
>
> Apalagi 'berkomunikasi' dengan Allah di dimensi yang tak
> terhingga, padahal kita manusia terbatas, bagaimana mungkin kita
> dapat sampai kepada YANG TAK TERHINGGA?
> Itulah misi Rasulullah di utus, pembawa WASILAH, supaya umat
> dapat munajat kehadirat Allah SWT.
>
> Jadi, kalau do'a-do'a airmata seakan tidak didengarkan oleh
> Allah, itu berarti kita umat Islam 'frekuensi', 'channel'nya
> kepada Allah belum NYAMBUNG.
>
> Saya tidak bisa berpanjang lebar di sini
> Mohon ma'af semuanya.
>
> Wassalamu'laikum Wr.Wb
>
> >
> >
> > Pertanyaan ini saya tujukan kepada Bapak Abah Hilmy Yang
> > dicintai Allah.
> > yaitu:
> > Merujuk kepada Al-Qur'anul karim bahwa Allah itu Maha Pengasih,
> > Maha
> > Penyayang, dan Maha Pelindung. Sehubungan dengan ini,
> > siapapun dia jika
> > melihat dan mengingat peristiwa penyiksaan dan pembantaian
> > saudara2 kita
> > umat muslim di Bosnia, dan sekarang di Kosovo, kemudian
> > peristiwa yang sama
> > yang terjadi di tanah air kita sendiri beberapa waktu yang
> > lalu, pasti
> > hatinya merasa bak disayat silet dan sembilu, apa lagi yang
> > membantai itu
> > adalah golongan kafirun yang sudah dibenci oleh Allah SWT.
> >
> > Pertanyaan saya disini adalah : (maaf pertanyaan agak
> > kekanak-kanakan).
> >
> > 1. Kenapa tidak ada perlindungan dari Allah secara langsung
> > ketika itu, pada
> > saat ratusan bahkan ribuan umat muslim sedang menghadapi
> > penyiksaan
> > dan pembantaian oleh kaum kuffar, padahal kita semua juga
> > yakin pada
> > saat yang sama ketika itu detik2 dalam kritis menghadapi
> > maut, mereka
> > juga telah merintih dan berteriak dalam do'a memohon
> > perlindungan kepada
> > Allah walaupun dalam keadaan yang sangat panik,..dan toh
> > akhirnya juga
> > kekuatan2 tangan jahilia yang biadab, tetap juga dengan
> > tidak
> > berprikema-
> > nusiaan mencabut dan mencabik jiwa saudara2 muslim kita
> > hingga tewas
> > dan gugur suhada'.
> > Padahal Allah Maha Pelindung, Maha Pengasih dan Penyayang
> > kepada
> > umat ciptaan-Nya.
> > 2. Terlepas dari masalah takdir, nasib, dan lain2...saya ingin
> > penjelasan2
> > bapak Abah Hilmy dikaitkan dengan perjalanan ilmu Tasawuf,
> > walaupun
> > soal kematian bukan masaalah buat seorang muslim.
> >
> > Sehubungan dengan peristiwa2 tersebut, saya yakin semua
> > umat Islam
> > didunia ini menghendaki dan berandai-andai harap, bahwa
> > mestinya umat Islam
> > tetap dalam lindungan Allah bila mendapat gangguan atau
> > serangan
> > dari luar, seperti halnya perlindungan Allah (mukjizat) yang
> > terjadi pada
> > umat Islam terdahulu, misalnya perlindungan Allah SWT terhadap
> > umat Islam di
> > Mekkah disaat tentara Raja Abraha menyerang Baitullah.
> > Ataukah di abad 20 an ini do'a umat sudah kurang atau sudah
> > tidak didengar
> > oleh Allah SWT, sebab"Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah
> > kita,
> > yang selalu penuh dengan dosa-dosa", seperti apa yang
> > ditembangkan oleh
> > saudara kita Ebiet GAD dalam syair lagunya, mulai menjadi
> > kenyataan.
> >
> > Wassalam
> > H.Nading
> >
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)