Assalamu'alaikum wr. wb.
Itulah yang saya maksudkan pak Wargino. Allah yang adalah tak berhingga
menurut Mbak Yani, ternyata telah di analogikan secara SIMPLISTIS kepada
besaran.... seperti frekuensi. Malah-malah disebut EKSAK lagi ?????????
Baik, kita tunggu bersama-sama penjelasan dari Mbak Yani.
Wassalam
aHassan
On Sun, 30 May 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Saya kalau membaca tulisan mBak Yani rasanya kok belum nyampe.
> Teknologynya terlalu tinggi mungkin.
>
> Kalau Mas Hasan karena makanan Beliau setiap detik mungkin
> tidak masalah.
>
> Bagi saya karena kurang teknology, berfikir saya sederhana
> sekali :
>
> * Manusia boleh saja tidak tahu frekwensi dan teknology
> komunikasi kepada Allah, tapi Allah tidak.
>
> Lha wong saja baru mau mbatin sesuatu tahun depan saja
> Allah sudah tahu kok. Apalagi sampai saya ucapkan.
> Ya sudah pasti sampai dan pasti Allah mendengar to!
>
> Maaf itu sih pendapat saya, katanya Allah Maha Mendengar?
>
> Apa mungkin tanpa frekwensi tertentu tidak nyampe pada Allah?
>
> Apakah orang-orang yang dibantai itu karena tidak tahu teknology
> dan do'anya tidak sampai?
>
> Atau tanpa metode khusus Allah tidak mengabulkan do'a hambanya?
> Katanya Allah itu Al-Mujibu (Maha Mengabulkan Do'a)
>
> Bagaimana dengan Keluarga Rasulullah SAAW yang 'dibantai' di
> Karbala? Apakah mereka tidak tahu teknology dan cara
> berkomunikasi dengan Allah?
>
> Astaghfirullahal 'adzim,
> Mohon maaf kalo tulisan ini kurang berkenan.
> Wassalamu'alaikum wr wb,
> Wargino
>
>
> ---------------------------------------------------------
> [Agus Hasan Wrote]:
>
> >Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> >Saudari Yani, saya belum melihat analisa anda menjawab pertanyaan yang
> ditanyakan Sdr. H. Nading.
> Apa yang anda maksud dengan Metafisika Eksakta, tasawuf yang eksak ?
> Berapa sih frekuensinya menurut "Metafisika Eksakta" anda, supaya kita
> NYAMBUNG kepada Allah ?
>
> >Apakah seperti yang dimaksud prof. Kadirun Yahya ?
> Jangan kuatir, saya tidak merasa 'asing' kok dengan yang eksakta, itu
> makanan saya setiap detik.
>
>
> Wasalam.
>
> aHassan
>
> -----------------------------------------------------------
>
> Yani Qayyimah wrote :
>
> > > Assalamu a'laikum Wr.Wb.
> >
> > Wa'alaikumsalam Wr.Wb
> >
> > Ma'af saya ingin menanggapi sedikit.
> > Saya menganalisanya dengan pendekatan Metafisika Eksakta, konsep
> > Tasawuf yang Eksak.
> > Dulu, saya pernah posting-kan tentang Teknologi Al Qur'an. Namun,
> > kita semua masih merasa 'asing' dan 'aneh' mendengarnya, padahal
> > kita sudah di zaman teknologi modern. Mungkin karena kita
> > terbiasa mendapatkan pelajaran agama dengan 'dogmatis'.
> >
> > Mengapa Allah SWT membiarkan umat Islam dibantai dimana-mana?
> > Mana pertolongan Allah itu? Padahal Allah & Rasul-Nya menjanjikan
> > kemenangan bagi orang yang beriman.
> > Allah & RasulNya tentulah Maha Benar. Al Qur'an dan Hadits Benar!
> >
> > So, kesalahan ada di mana?. Umat Islam sudah tidak 'mewarisi'
> > RAHISIA-RAHASIA kemenangan Nabi Besarnya. Berarti umat Islam
> > sudah 'slip' dari ajaran Allah & RasulNya.
> >
> > Allah sudah menyediakan RahmatNya yang berupa fisik di alam
> > semesta ini, namun manusia harus 'menggalinya' untuk dapat
> > menikmati RahmatNya itu.
> > Begitu juga Rahmat Allah dai alam Metafisik sudah disediakan di
> > dalam Al Qur'an.
> > Ingat, bahwa Al Qur'an adalah mukjizat terbesar Nabi SAW. Di
> > dalamnya terdapat kurnia dan rahmat yang tiada terhingga. Untuk
> > mendapatkan Kurnia dan Rahmat-Nya itu, umat Islam harus
> > 'menggalinya'. Tentu saja dengan METODOLOGInya, yaitu
> > Thariqatullah.
> > Bagaimana TEKNIK MUNAJAT ke hadirat Allah SWT, supaya sampai
> > kehadirat-NYA? Itulah yang dimaksudkan Teknologi Al Qur'an.
> > Untuk bisa sampai kehadiratNYA tentu saja 'channel', 'frekuensi'
> > harus sesuai, harus dengan WASILAH. Seperti halnya yang diwarisi
> > Rasulullah dari Allah SWT.
> > Bagaimana supaya dapat menyebut KALIMAH ALLAH hingga Allah
> > berkenan hadir. Supaya kita selalu BESERTA dengan ASMA ALLAH.
> > Beserta dengan Yang Maha Rahman dan Rahim, hingga segala apapun
> > di dunia dan akhirat tidak akan dapat memberikan mudzarat apapun.
> >
> > [Ingat kisah Rasulullah SAW hanya menyebutan asma ALLAH saja,
> > sang musuh bergetar ketakutan, karena memang Allah benar-benar
> > hadir di sisi Rasulullah SAW].
> >
> > Itu hanya bisa didapatkan di dalam Ilmu Tasawuf dan Thariqat yang
> > HAQ.
> >
> > Perbandingan eksak, kita dalam berkomunikasi jarak jauh harus
> > sesuai 'channel'nya, addressnya, misalnya via telepon, e-mail,
> > televisi, dll. Jika frekuensinya tidak sesuai, maka tidak akan
> > nyambung.
> >
> > Apalagi 'berkomunikasi' dengan Allah di dimensi yang tak
> > terhingga, padahal kita manusia terbatas, bagaimana mungkin kita
> > dapat sampai kepada YANG TAK TERHINGGA?
> > Itulah misi Rasulullah di utus, pembawa WASILAH, supaya umat
> > dapat munajat kehadirat Allah SWT.
> >
> > Jadi, kalau do'a-do'a airmata seakan tidak didengarkan oleh
> > Allah, itu berarti kita umat Islam 'frekuensi', 'channel'nya
> > kepada Allah belum NYAMBUNG.
> >
> > Saya tidak bisa berpanjang lebar di sini
> > Mohon ma'af semuanya.
> >
> >
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)