[EMAIL PROTECTED] wrote:

> Assalamu a'laikum Wr.Wb.

Wa'alaikumsalam Wr.Wb

Ma'af saya ingin menanggapi sedikit.
Saya menganalisanya dengan pendekatan Metafisika Eksakta, konsep
Tasawuf yang Eksak.
Dulu, saya pernah posting-kan tentang Teknologi Al Qur'an. Namun,
kita semua masih merasa 'asing' dan 'aneh' mendengarnya, padahal
kita sudah di zaman teknologi modern. Mungkin karena kita
terbiasa mendapatkan pelajaran agama dengan 'dogmatis'.

Mengapa Allah SWT membiarkan umat Islam dibantai dimana-mana?
Mana pertolongan Allah itu? Padahal Allah & Rasul-Nya menjanjikan
kemenangan bagi orang yang beriman.
Allah & RasulNya tentulah Maha Benar. Al Qur'an dan Hadits Benar!

So, kesalahan ada di mana?. Umat Islam sudah tidak 'mewarisi'
RAHISIA-RAHASIA kemenangan Nabi Besarnya. Berarti umat Islam
sudah 'slip' dari ajaran Allah & RasulNya.

Allah sudah menyediakan RahmatNya yang berupa fisik di alam
semesta ini, namun manusia harus 'menggalinya' untuk dapat
menikmati RahmatNya itu.
Begitu juga Rahmat Allah dai alam Metafisik sudah disediakan di
dalam Al Qur'an.
Ingat, bahwa Al Qur'an adalah mukjizat terbesar Nabi SAW. Di
dalamnya terdapat kurnia dan rahmat yang tiada terhingga. Untuk
mendapatkan Kurnia dan Rahmat-Nya itu, umat Islam harus
'menggalinya'. Tentu saja dengan METODOLOGInya, yaitu
Thariqatullah.
Bagaimana TEKNIK MUNAJAT ke hadirat Allah SWT, supaya sampai
kehadirat-NYA? Itulah yang dimaksudkan Teknologi Al Qur'an.
Untuk bisa sampai kehadiratNYA tentu saja 'channel', 'frekuensi'
harus sesuai, harus dengan WASILAH. Seperti halnya yang diwarisi
Rasulullah dari Allah SWT.
Bagaimana supaya dapat menyebut KALIMAH ALLAH hingga Allah
berkenan hadir. Supaya kita selalu BESERTA dengan ASMA ALLAH.
Beserta dengan Yang Maha Rahman dan Rahim, hingga segala apapun
di dunia dan akhirat tidak akan dapat memberikan mudzarat apapun.

[Ingat kisah Rasulullah SAW hanya menyebutan asma ALLAH saja,
sang musuh bergetar ketakutan, karena memang Allah benar-benar
hadir di sisi Rasulullah SAW].

Itu hanya bisa didapatkan di dalam Ilmu Tasawuf dan Thariqat yang
HAQ.

Perbandingan eksak, kita dalam berkomunikasi jarak jauh harus
sesuai 'channel'nya, addressnya, misalnya via telepon, e-mail,
televisi, dll. Jika frekuensinya tidak sesuai, maka tidak akan
nyambung.

Apalagi 'berkomunikasi' dengan Allah di dimensi yang tak
terhingga, padahal kita manusia terbatas, bagaimana mungkin kita
dapat sampai kepada YANG TAK TERHINGGA?
Itulah misi Rasulullah di utus, pembawa WASILAH, supaya umat
dapat munajat kehadirat Allah SWT.

Jadi, kalau do'a-do'a airmata seakan tidak didengarkan oleh
Allah, itu berarti kita umat Islam 'frekuensi', 'channel'nya
kepada Allah belum NYAMBUNG.

Saya tidak bisa berpanjang lebar di sini
Mohon ma'af semuanya.

Wassalamu'laikum Wr.Wb

>
>
> Pertanyaan ini saya tujukan kepada Bapak Abah Hilmy Yang
> dicintai Allah.
> yaitu:
> Merujuk kepada Al-Qur'anul karim bahwa Allah itu Maha Pengasih,
> Maha
> Penyayang, dan Maha Pelindung.   Sehubungan dengan ini,
> siapapun dia jika
> melihat dan mengingat peristiwa penyiksaan dan pembantaian
> saudara2 kita
> umat muslim di Bosnia, dan sekarang di Kosovo, kemudian
> peristiwa yang sama
> yang terjadi di tanah air kita sendiri beberapa waktu yang
> lalu, pasti
> hatinya merasa bak disayat silet dan sembilu, apa lagi yang
> membantai itu
> adalah golongan kafirun yang sudah dibenci oleh Allah SWT.
>
> Pertanyaan saya disini adalah : (maaf pertanyaan agak
> kekanak-kanakan).
>
> 1. Kenapa tidak ada perlindungan dari Allah secara langsung
> ketika itu, pada
>     saat ratusan bahkan ribuan umat muslim sedang menghadapi
> penyiksaan
>     dan pembantaian oleh kaum kuffar, padahal kita semua juga
> yakin pada
>     saat yang sama ketika itu detik2 dalam kritis menghadapi
> maut, mereka
>     juga telah merintih dan berteriak dalam do'a memohon
> perlindungan kepada
>     Allah walaupun dalam keadaan yang sangat panik,..dan toh
> akhirnya juga
>     kekuatan2 tangan jahilia yang biadab, tetap juga dengan
> tidak
> berprikema-
>     nusiaan mencabut dan mencabik jiwa saudara2 muslim kita
> hingga tewas
>     dan gugur suhada'.
>     Padahal Allah Maha Pelindung, Maha Pengasih dan Penyayang
> kepada
>     umat ciptaan-Nya.
> 2. Terlepas dari masalah takdir, nasib, dan lain2...saya ingin
> penjelasan2
>     bapak Abah Hilmy dikaitkan dengan perjalanan ilmu Tasawuf,
> walaupun
>     soal kematian bukan masaalah buat seorang muslim.
>
>     Sehubungan dengan peristiwa2 tersebut, saya yakin semua
> umat Islam
> didunia ini menghendaki dan berandai-andai harap, bahwa
> mestinya umat Islam
> tetap dalam lindungan Allah bila mendapat gangguan atau
> serangan
> dari luar, seperti halnya perlindungan Allah (mukjizat) yang
> terjadi pada
> umat Islam terdahulu, misalnya perlindungan Allah SWT terhadap
> umat Islam di
> Mekkah disaat tentara Raja Abraha menyerang Baitullah.
> Ataukah di abad 20 an ini do'a umat sudah kurang atau sudah
> tidak didengar
> oleh Allah SWT, sebab"Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah
> kita,
> yang selalu penuh dengan dosa-dosa", seperti apa yang
> ditembangkan oleh
> saudara kita Ebiet GAD dalam syair lagunya, mulai  menjadi
> kenyataan.
>
> Wassalam
> H.Nading
>
begin:          vcard
fn:             Yani Qoyimah
n:              Qoyimah;Yani
adr:            Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia
email;internet: [EMAIL PROTECTED]
x-mozilla-cpt:  ;0
x-mozilla-html: FALSE
end:            vcard


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke