Hendra Nur Arifin wrote: > Assalamu'alaikum wr wb. > Wa'alaikumsalam Wr.Wb Saya sudah mengira, bahwa tanggapan saya bisa menjadi polemik yang panjang................ Untuk itu saya tidak bisa berpanjang lebar. Karena memang saya bukan ahlinya (jadi murid-pun masih belum dapat berdiri dengan tegak). Masih jauuuuuuuh......... Dan memang saya tidak suka berdebat. "Perbedaan di antara umatku adalah Rahmat" (Sabda Rasul). Perbedaan bukan berarti saling bertentangan atau berlawanan, bisa jadi saling berdampingan. Saya hanya memancing kita semua untuk MERISET. Tasawuf bukan hanya teoritis, bukan hanya ilmu otak, tapi sangat dalam......... Oh ya, yang saya maksudkan "tak terhingga" bukanlah besaran (besaran hanya sebagai perumpamaan di alam fisika, hukum di alam fisika dan metafisika adalah paralel), tapi DIMENSI. Dimensi manusia terbatas sedangkan dimensi ke-Tuhanan adalah tak terbatas. > Ibu Yani, apakah Tharikat yang Haq itu sekarang ini hanya SATU > atau bisa > BEBERAPA? > dan apa saja kriterianya? > Terimakasih > Seperti pernah saya kutipkan sebelumnya, bahwa : Sinar matahari itu berjuta-juta jumlahnya. Tapi sebenarnya sinar matahari itu SATU juga. Jalan kepada Allah itu UNIVERSAL. Jalannya melalui RasulNya masing-masing. Tapi, The Link of God itu SATU. Kalau kita ketahui banyak aliran tasawuf & thariqat di dunia ini, tapi sebenarnya mereka membawa SATU, Kalimah Allah. Kalau ingin mengetahui tentang konsep ini silahkan baca di : http://www.geocities.com/ResearchTriangle/Thinktank/5346/ Via japri juga boleh....... > Wassalamu'alaikum wr wb. >
begin: vcard fn: Yani Qoyimah n: Qoyimah;Yani adr: Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia email;internet: [EMAIL PROTECTED] x-mozilla-cpt: ;0 x-mozilla-html: FALSE end: vcard
--------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
