Assalamu'alaikum wr wb
Niat kita adalah mencari kebenaran. Cuma itu, tidak ada yang lain.
Saya belum mengerti maksud mbak Yani, yang mengatakan bahwa 'yang tak
terhingga' yang dimaksudkan bukannya besaran tapi dimensi. Apakah dimensi
dalam pengertian matematika/fisika, dimensi topologi atau dimensi fraktal?
Apakah itu bukan suatu besaran ??????
Tetapi yang jelas Allah TIDAK PANTAS disamakan dengan Yang TakBerhingga.
Penjelasan saya adalah sbb.
Hal ini adalah didasarkan pada Teorema Cantor tentang denumerabilitas yang
telah dibuktikan secara eksak!! matematis. Singkatnya, teorema ini
menunjukkan ADA himpunan yang KETAKBERHINGGAAN-nya LEBIH HEBAT daripada
KETAKBERHINGGAN-nya bilangan asli ( 0,1,2,3,........ ). Jadi konsep
KETAKBERHINGGAAN dapat DIBAGI menjadi 'hebat' dan tidak 'hebat', ia
berhirarki.
Tetapi ALLAH ADALAH MAHA SUCI, dan Yang Maha Sederhana menurut Mulla
Shadra. Ia tidak bisa dibagi-bagi, Inilah salah satu konsekwensi
KEMUTLAKAN ALLAH.
" Laisa kamitslihi syai'un wa-la huwa mitslu sya'in "
{ Tiada menyerupai akan Allah oleh sesuatu dan tiada menyerupai Ia akan
sesuatu }
Yang Benar adalah
ALLAH ADALAH ALLAH
Inilah prinsip IDENTITAS, suatu prinsip TERTINGGI dalam ILMU WUJUD.
Beberapa waktu lalu, ada peserta milis ini yang bingung dengan penjelasan
pak Sunarman atas hubungan Allah dengan Al- Qur'an, bingung dengan :
'ketidaksempurnaan' al-Qur-an dibandingkan dengan Allah. Para filosof
perenial seperti Muhammad Isa Nurrudin , menyebut al-Qur-an dengan MUTLAK
YANG RELATIF, sebuah istilah yang problematik bagi sejemlah orang. Dengan
bantuan teorema Cantor diatas, istilah MUTLAK YANG RELATIF dan penjelasan
pak Sunarman, dapat dimengerti dengan mudah ( ??????? )
Itulah pentingnya matematika/fisika.
Tetapi kita tidak bisa MENGAKSES LANGSUNG prinsip identitas tertinggi
tersebut, yang penjelasannya ada dalam ilmu metamathematics, yang saya
segan untuk membahasnya sekarang.
Lalu, Bagaimana Yang Relatif bisa mendekati Yang Mutlak ???
Balaghah Qur'an menjelaskannya, caranya adalah dengan memahami methapor,
dimana kesimpulan terpenting filsafat bahasa postmodernisme adalah
bahwa kunci untuk memahami wujud (baca: bahasa) adalah metapor.
Allah menjelaskan DIRINYA sendiri dalam al-qur'an di sebuah surat YANG
SANGAT MISTERIUS : an Nur 35.
Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi. Cahayanya.......
Itulah metaphor, tentu Allah BUKANLAH cahaya seperti orang awam maksudkan.
Kenyataannya, cahaya menurut fisika memang sungguh sangat menakjubkan.
Seluruh alam dirembesi cahaya, informasi berjalan melalui cahaya, bahkan
Lubang Hitam pun tetap mengeluarkan cahaya.
Sekian lanturan yang semoga bermanfaat ini.
Saya kembali lagi ke topik EKSAK, kata kunci postingnya mbak Yani.
Sebuah kata yang SANGAT SULIT tetapi SANGAT INTI dalam matematika/fisika.
Misalnya :
Sudah ratusan tahun karya Euclid " The Element " dianggap karya matematik
yang EKSAK (Baca sejarah matematik). Tetapi dalam perkembangannya, para
matematikawan menemukan banyak ketidakeksakan-nya, misalnya dalam
penyusunan aksiomanya dll. Dan SAMPAI SEKARANG pun BELUM ADA KESEPAKATAN
di dalam matematika apa yang dinamakan Eksak itu. Misalnya Mahzhab
Formalist dan Intuitionist SANGAT MENOLAK bukti-bukti teorema yang
menggunakan "complete infinity" yang sering dipakai mahzhab platonis.
Tetapi ini DAPAT diatasi dalam Metamathematics.. tema minat utama saya.
Oleh karena itu saya terkejut membaca tulisan-nya mbak Yani, yang
mengesankan bahwa mbak Yani dapat menganalisa tasawuf dengan eksak,
tetapi karena mbak Yani masih jauuuuuuh...... ya sudah,
berarti kesan saya tidak tepat.
( O ya saya belum sempat lihat website-nya, terima kasih kalau ada
yang bersedia mengirimkan langsung ke saya )
Sudah sejak lama para pakar ingin mengeksak-kan filsafat ( tasawuf tentu
lebih sulit lagi ). Misalnya adalah HUSSERL, tetapi usaha dia gagal,
sehingga muncullah filsafat dekonstruksi-nya DERRIDA yang antitesis dengan
husserl.
Tetapi sekarang usaha husserl dilanjutkan dengan sangat aktif, misalnya di
ILLC universitas amsterdam dan di universitas bonn.
Saya melihat kuncinya adalah di I'jaz Qur'an dan metamathematics, yang
jika disintesakan akan menghasilkan HIKMAH PUNCAK yang adalah metodologi
yang bisa menurunkan semua ilmu, dengan kepastian tertinggi, keeksakan
sejati, seperti haqul yaqin dalam tasawuf.
Akankah Allah mengizinkan seorang cendekiawan muslim merealisasikannya,
atau-kah menunggu Imam Mahdi akhir zaman ???
Segala Puji Bagi Allah dari awal hingga akhir.
Wassalam
aHassan
On Tue, 1 Jun 1999, Yani Qoyimah wrote:
> Hendra Nur Arifin wrote:
>
> > Assalamu'alaikum wr wb.
> >
>
> Wa'alaikumsalam Wr.Wb
>
> Saya sudah mengira, bahwa tanggapan saya bisa menjadi polemik
> yang panjang................
> Untuk itu saya tidak bisa berpanjang lebar. Karena memang saya
> bukan ahlinya (jadi murid-pun masih belum dapat berdiri dengan
> tegak). Masih jauuuuuuuh.........
> Dan memang saya tidak suka berdebat.
> "Perbedaan di antara umatku adalah Rahmat" (Sabda Rasul).
> Perbedaan bukan berarti saling bertentangan atau berlawanan, bisa
> jadi saling berdampingan.
>
> Saya hanya memancing kita semua untuk MERISET.
> Tasawuf bukan hanya teoritis, bukan hanya ilmu otak, tapi sangat
> dalam.........
>
> Oh ya, yang saya maksudkan "tak terhingga" bukanlah besaran
> (besaran hanya sebagai perumpamaan di alam fisika, hukum di alam
> fisika dan metafisika adalah paralel), tapi DIMENSI. Dimensi
> manusia terbatas sedangkan dimensi ke-Tuhanan adalah tak
> terbatas.
>
> > Ibu Yani, apakah Tharikat yang Haq itu sekarang ini hanya SATU
> > atau bisa
> > BEBERAPA?
> > dan apa saja kriterianya?
> > Terimakasih
> >
>
> Seperti pernah saya kutipkan sebelumnya, bahwa :
> Sinar matahari itu berjuta-juta jumlahnya. Tapi sebenarnya sinar
> matahari itu SATU juga.
> Jalan kepada Allah itu UNIVERSAL. Jalannya melalui RasulNya
> masing-masing.
> Tapi, The Link of God itu SATU.
> Kalau kita ketahui banyak aliran tasawuf & thariqat di dunia ini,
> tapi sebenarnya mereka membawa SATU, Kalimah Allah.
>
> Kalau ingin mengetahui tentang konsep ini silahkan baca di :
> http://www.geocities.com/ResearchTriangle/Thinktank/5346/
>
> Via japri juga boleh.......
>
> > Wassalamu'alaikum wr wb.
> >
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)