Muhammad Sigit wrote: > Assalamu'alaykum wr. wb. Wa'alaikusalam Wr.Wb Setuju Mas Sigit. Perjalanan ke "sana" memang "berbahaya". Yang perlu disiapkan adalah pertama ilmu pengetahuan (syariat). Kata Imam Ghazali bahwa ilmu itu lebih mudah daripada amal. Yang kedua seorang "guide" yaitu Mursyid yang harus membimbing kita secara jasmani dan ruhani. Secara ruhani, ia akan membimbing melewati alam-alam, raf-raf, sampai ke hadirat Allah, karena dia sudah berpengalaman dan sudah sampai ke sana. Secara jasmani harus kita taati semua perintahnya dan tatacara syariatnya, dan jika ada sesuatu yang ganjil bisa dikonfirmasikan untuk mendapatkan penjelasan yang benar, supaya tidak "terpedaya". Menurut saya, kalau bekal hanya satu lebih baik memilih yang kedua yaitu bimbingan Mursyid secara jasmani dan ruhani. Kalau hanya bekal yang pertama, itu akan sangat berbahaya. Godaan yang "halus" bisa datang dari "syetan putih" (istilah senior saya). Yang pura-pura "membimbing", yang mengaku-aku sebagai malaikat atau wali atau nabi. Bimbingan mursyid secara ruhani dapat menghindari godaan itu (syetan takut dengan Nur Allah), dan bimbingan mursyid secara jasmani dapat memberikan penjelasan itu. Jiwa bagaikan sebuah telur, yang mempunyai potensi untuk menjadi burung. Untuk dapat menjadi burung harus "dierami" dengan benar. Kalau salah-salah si telur akan rusak dan potensi untuk menjadi burung musnah. Wassalamu'laikum Wr.Wb > > > Sedikit (bayak?) menambahkan nya' Bah... > > Dalam perjalanan mencari diri itu, kita pasti akan menemui > berbagai fenomena > dahsyat. Fenomena ini timbul karena kita mulai melangkahkan > kaki ke suatu > alam, yang sering diistilahkan dengan alamnya si An-Nafs, atau > alam malakut, > atau alam langit (istilahnya Abah). > Kejadiannya seperti seorang bayi yang baru lahir, yang > sebelumnya asyik > dengan alam rahimnya, tiba-tiba jebrol keluar. Ketika mata si > Bayi terbuka, > apa yang dilihat baginya itu adalah suatu fenomena. Meski bagi > kita (yang > sudah duluan lahir dan gede) adalah biasa saja. > > Begitu juga ketika kita sudah mulai jadi penduduk 'langit', > maka alam dunia > ini sungguh menjadi amat remeh bagi kita. Alam dunia ini hanya > menjadi > sekedar ilusi dan impian. Itulah sebabnya alam dunia ini sering > disebut > dengan dunia fana. > Kedahsyatan alam malakut ini, adalah seperti kedahsyatan alam > dunia bila > dibandingkan dengan alam rahim. Bila alam rahim hanya seluas > perut sang ibu, > maka alam dunia luasnya bermilyar-milyar tahun cahaya. Apalagi > alam malakut? > > Dengan fenomena alam malakut yang sedemikian dahsyat, SANGAT > MUNGKIN orang > itu tertipu. Wong di alam dunia ini saja kita sering SALAH > MENGIDENTIFIKASI > MASALAH, apalagi di alam malakut. Yang jauh lebih kompleks. > Karena itulah > perjalanan ke sana itu, sesungguhnya adalah perjalanan yang > PENUH DENGAN > TIPUAN. Apabila tidak kuat niat dan pengetahuan, lebih baik > jangan. > Ya bayangkan saja, bila ujian dan godaan bukan hanya datang > dari Iblis atau > jin biasa, tapi sang malaikat pun turun menguji, atas > perintahNya. > Bayangkan bila kita disuruh berhenti sholat oleh malaikat > (beneran), karena > dinyatakan sudah suci. > Bayangkan bila kita hadir dalam suatu majelis para nabi atau > wali. > Bayangkan bila kita dicium mulut ke mulut oleh Nabi Isa as. > Apa yang kemudian hadir di benak kita setelah itu? > > Pada titik inilah betapa syari'at itu menjadi AMAT penting. > Syari'at > Rasulullah Muhammad saw adalah suatu koridor bagi perjalanan > ini. Atau > seperti baby box, bagi sang bayi. Selama kita masih dalam > koridor atau baby > box tsb, jungkir balik pun nggak apa-apa. Termasuk syari'at di > sini adalah > adanya pengetahuan bagi setiap langkah kita. > > Fiuuh... hati-hatilah sahabat-sahabat semua. Jalan ini > benar-benar > membutuhkan Jihad dan kesabaran. Bukan jalan main-main, bukan > jalan > iseng-iseng. Karena kalau jatuh dari ketinggian, rasanya akan > sakit sekali. > > Wassalamu'alaykum wr. wb. >
begin: vcard fn: Yani Qoyimah n: Qoyimah;Yani adr: Divisi Sistem Informasi PT TELKOM;;;Bandung;;;Indonesia email;internet: [EMAIL PROTECTED] x-mozilla-cpt: ;0 x-mozilla-html: FALSE end: vcard
--------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
