> -----Original Message-----
> From: Hendra Nur Arifin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, June 01, 1999 9:49 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Tasawuf] HADITS GHADIR KHUM ('SK Nabi),bagian 1/3
>
> Assalamua'laikum wr wb
>
> Pernah saya baca, ribut-ribut perebutan kekuasaan Abubakar dkk
> dilakukan
> saat Ali dkk sedang mengurus jenasah Rasulullah SAWW.
>
> .... Dihapus
>
> Dari sejarah 'tragedi kamis hitam' dan sariyyah Usamah, dll. saya
> berpendapat bahwa justru di akhir hayat, beberapa 'sahabat besar'
> mempunya
> hubungan yang tidak harmonis dengan Rasulullah SAW.
>
> Barangkali yang kita yakini selama ini sebagian cuma merupakan
> dongeng.
>
> Wassalamua'laikum wr wb
>
> -----Original Message-----
>
> Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
>
> Barangkali ...
> Barangkali Anda benar.
>
> Tapi saya lebih suka berbaik sangka dalam hal ini. Abu Bakar, Umar,
> Ali, Al Ghifari, dan masih banyak lagi para "sahabat besar" (meminjam
> istilah Anda), adalah orang-orang yang sudah banyak berjasa bagi
> Islam. Mereka bahkan telah dijanjikan Surga oleh Allah. Tingkat
> keimanan mereka jauh berada di atas saya, karenanya saya memilih
> berbaik sangka saja pada mereka semua.
>
> Mengenai pertentangan pendapat antara Sahabat dan Rasulullah, hal
> tersebut sudah terjadi beberapa kali. Dan itu tidak hanya terjadi di
> saat-saat terakhir beliau. Diantaranya:
>
> 1. Dalam perang Uhud (ini bahkan di awal periode Madinah), Rasulullah
> berpendapat agar kaum Muslimin bertahan di dalam kota. Tapi para
> sahabat menentang dan berpendapat untuk menyambut musuh di kaki gunung
> Uhud. Kalah suara, Rasulullah setuju.
>
> Lalu ketika Rasulullah keluar meninggalkan ruangan, mereka sadar sudah
> menentang Nabi. Mereka menghadap Nabi dan meminta maaf dan bersedia
> merubah pendapat mereka dengan bertahan di kota.
>
> Rasulullah yang telah mengenakan baju besi bersabda, "Tidak pantas
> bagi seorang Nabi untuk menanggalkan pakaian besinya hingga Allah
> menentukan salah satu dari dua bagi dia: Syahid atau Menang."
>
> Sejarah mencatat kaum Muslimin menyambut musuh di kaki Gunung Uhud.
>
>
> 2. Dalam perang Uhud tersebut Rasulullah berpesan kepada kaum pemanah
> agar bertahan di atas bukit, walaupun mereka melihat musuh sudah
> dikalahkan. Tapi ketika mereka melihat yang lain memunguti rampasan
> perang, mereka lalu meninggalkan pos-pos panah mereka. Ini
> dimanfaatkan panglima Khalid bin Walid yang ketika itu belum masuk
> Islam. Khalid menyerang dari belakang dan kedudukan pun berubah.
>
>
> 3. Dalam perdamaian Hudaibiyah, sekilas tampak seluruh klausul dari
> perjanjian itu merugikan kaum Muslimin. Mereka semua kecewa dan
> menentang perintah Nabi untuk memotong rambut. Rasulullah mengadukan
> hal ini kepada Hafsah, istri beliau. "Celaka kaum Muslimin, mereka
> sudah tidak mau mendengarkan seruan Nabinya."
>
> Hafsah menjawab, "Berikanlah contoh kepada mereka, Insya Allah, mereka
> akan mengikuti Nabi mereka."
>
> Lalu Nabi memotong rambut beliau. Melihat itu, luluh hati kaum
> Muslimin dan mereka pun memotong rambut mereka.
>
> ---------------------------------------------------
>
> Masih banyak lagi kejadian-kejadian di mana para Sahabat tidak sepaham
> dengan Rasulullah jauh-jauh hari sebelum beliau wafat. Tapi itu semua
> menunjukkan betapa Nabi adalah seorang pemimpin yang sangat moderat
> dan jauh dari sifat "Diktator". Dalam banyak hal, Nabi mempraktekkan
> Demokrasi dalam bentuknya yang paling murni (terus terang saya tidak
> percaya pada Demokrasi yang ada saat ini).
>
>
> Saya tidak tahu. Saya tidak ada di sana ketika para sahabat berbaiat
> kepada Abu Bakar. Saya rasa Anda pun demikian. Apa yang sampai kepada
> saya, sama dengan yang sampai kepada saya: cerita yang diwariskan
> turun temurun selama 14 abad tentang Nabi dan para sahabat beliau.
>
> Saya memilih berbaik sangka kepada mereka semua, terutama para Sahabat
> yang telah berbagi duka dan derita bersama-sama dengan Nabi. Para
> sahabat yang menjadikan tubuh mereka perisai demi melindungi Nabi dari
> panah-panah kaum durhaka.
>
> Saya memilih berbaik sangka kepada Sahabat yang meneteskan air matanya
> ketika Nabi berkhutbah saat Haji Wada', karena menyadari waktu Nabi
> sudah dekat (maksud saya Abu Bakar).
>
> Saya memilih berbaik sangka kepada Sahabat yang tidak percaya
> Rasulullah sudah wafat dan menantang orang lain yang mengatakan Rasul
> sudah wafat karena cintanya (maksud saya Umar).
>
> Saya memilih berbaik sangka kepada Usman bin Affan, kepada Ali bin Abi
> Thalib, kepada Imam Hassan dan Hussein, dan para sahabat mulia
> sekalian. Termasuk sahabat yang memeluk dan mencium tubuh Nabi dengan
> penuh cinta setelah Nabi mengizinkan dia untuk memukul tubuh Nabi
> dalam keadaan telanjang dada.
>
> Bagaimana dengan Anda ?
>
>
> Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
>
> ________________
>
> Rizki Herucakra
> Indonesian Central Securities Depository
> Management Information System Division
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)