Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Mohon maaf saya tidak pernah hapal sanad hadith yang satu ini. Tapi
hadith ini sering saya dengar.
Rasulullah dikabarkan meminta tiga hal kepada Allah, yang dua dikabulkan
dan yang satu tidak dikabulkanNya. Yang tidak dikabulkanNya adalah
permohonan agar umat Islam tidak terkenah fitnah (perpecahan).
Apakah ini ada relevansinya dengan point nomor 3 seperti yang
dikemukakan Gus Lim?
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
________________
Rizki Herucakra
Indonesian Central Securities Depository
Management Information System Division
> -----Original Message-----
> From: AGUS SALIM [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, June 02, 1999 12:33 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Tasawuf] HADITS GHADIR KHUM ('SK Nabi),bagian 1/3
>
> Salam,
> Mohon maaf sebelumnya, dengan segala kekurangan saya yang masih
> berlumur
> dosa ini , saya ingin bertanya kepada Pak Ali berkenan dengan kutipan
> di bawah ini:
> Akhirnya dengan asumsi dasar bahwa petunjuk Allah tidak mungkin
> diterima
> seseorang yang bukan Nabi, (meski mereka tahu bahwa pada zaman
> Rasulullah
> SAAW, seluruh kekuasaan berpusat pada Nabi Muhammad SAAW)
> sehingga
> terjadinya pemusatan kekuasaan harus dicegah kalau perlu dengan
> mengangkat
> senjata seperti yang dilakukan Aisyah. Kalau saja shahabat itu
> sudah belajar
> ilmu tasawuf sama Abahnya Hilmy :-), agar yakin bahwa seorang
> manusia
> biasapun (bukan seorang nabi) dapat selalu memperoleh petunjuk
> dari Allah
> SWT, maka barangkali sejarah akan berbeda :-(.
>
> 1. Apakah memang benar-benar dapat dipastikan bahwa asumsi dasar
> itulah yang ada di benak dan hati para sahabat?
> 2. Apakah memang bisa dipastikan para sahabat tidak pernah menerima
> petunjuk Allah?
> 3. Mungkinkah peristiwa itu terjadi karena memang itulah yang
> semestinya terjadi, dalam hal ini masing-masing pihak tidak
> menyertakan
> hawa nafsunya karena memang peristiwa ini sengaja dihadirkanNya untuk
> tujuan tertentu? Ada makna dalam barangkali ( ini barangkali loh) yang
> semestinya kita gali dari peristiwa itu, ada yang harus kita hikmati
> dari peristiwa itu tanpa harus berasumsi salah satu pihak adalah
> pendosa. Ketika Al Junaid menjatuhkan hukuman pada Al Hallaj apakah
> salah seorang dari kedua belah pihak adalah pendosa? Atau ketika Sunan
> Kalijogo ( Walisongo) menjatuhkan hukuman pada Syeh Siti Jenar adakah
> salah satu dari keduanya pendosa?
> 4. Pemanipulasian sejarah yang dilakukan Yazid cs untuk menghinakan
> Ahlul Bait bukankah tidak menjadi otomatis bahwa seluruh kesalahan dan
> penghinaan yang dialami oleh Ahlul Bait adalah dosa para sahabat
> utama?
> Bagaimana bila kita terlanjur berprasangka buruk dan bahkan menuduh
> sahabat yang bukan-bukan dan ternyata mereka adalah golongan
> orang-orang
> yang dicintai Allah, apa jadinya dengan diri kita? Dan apa kita tidak
> menjadi sama saja dengan Yazid cs yang memusuhi Pencinta Allah?
> 5. Apakah bukan tidak mungkin bahwa kitalah sebenarnya yang belum
> mendapat petunjuk atau pengetahuan dari Allah berkenaan dengan hal
> ini,
> hingga tidak patutlah kita untuk menghakimi dan memvonis Para sahabat
> mulai dari Imam Ali ,Abu Bakar as siddiq hingga Abu Hurairah ?Saya
> pribadi khawatir salah menghujat kekasih Allah, sementara dosa masih
> bertimbun.
> Sekali lagi mohon maaf atas pertanyaan saya yang awam ini Pak Ali.
>
> Salam,
>
>
> Gus Lim
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)