Ini pengalaman pribadi nih menginstall Linux di Compaq Presario seri 2500 (yang emang sejak awal pre-installed Windows XP). Dicoba di install dengan Ubuntu Linux karena di desktop saya sudah terbiasa untuk menginstall distro ini.

Setelah dicoba di install tidak ada masalah besar tetapi masalah - masalah kecil yang cukup mengganggu adalah ketidakakuratan pembacaan baterai laptop oleh OS dan juga tidak terbacanya driver untuk keyboard laptop yang memang berbeda dengan komputer biasa.

Gagal karena memang society-nya saja yang belum siap. Walaupun saya orang yang tidak terlalu banyak berkutat dalam hal desain dan lebih banyak bergelut dalam bidang penulisan, tetapi bila saya memiliki uang untuk membelinya, tentu saya akan memilih PowerBook dari Apple dibandingkan Laptop dengan OS Linux ataupun Windows.

On 7/15/05, Yulian Firdaus H. <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

On 7/15/05, Arie Reynaldi Z <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>
> Akhirnya kembali ke masalah market atau users. Linux marketnya kurang,
> mungkin salah beberapanya:
> 1. Terlalu banyak distro, jadi bikin bingung developer.

itu bukan kesalahan, itu kondisi

kalo hardware: lepas diagram design hardware/chipset ke public, dengan
senang hati kernel hacker akan membuatkan drivernya

kalo software: source code aplikasi jadikan open source
kalo vendor berkutat membuat sendiri binary driver atau binary
aplikasi pasti kelimpungan dengan ngebutnya update kernel, compiler,
library dan aplikasi serta beragamnya distribusi

kalo soal game mungkin developer game harus mencontoh John Carmack,
game Quake3 baik di windows atau di linux hanya dihandle oleh sebuah
binary file berukuran kurang dari 1MB, sisanya 600MB lebih hanyalah
konfigurasi dan data/map/sound/tekstur


--
Jay adalah Yulian --  http://yulian.firdaus.or.id

Kirim email ke