> Kalau Madhava sudah menemukan beberapa teori Calculus sebelum orang Eropa
> dan pengetahuan itu tetap terjaga hingga kini, ya tidak heran kalau mereka
> bisa cepat maju di bidang engineering.
>
Betul pak made, rasanya tidak ada yang men-dispute pandangan ini
walaupun ini bukan faktor utama ataupertama kenapa india sukses.
(pertanyaan yang sama juga bisa bisa ditanyakan kenapa bukan it di
yunani atau itali yang berjaya saat ini, kan aristotle , galileo
,copernicus , dkk tempat munculnya ilmu pengetahuan munculnya disono
semua).
Ralat, apa yang ditemukan Aristoteles itu sudah ada di India sebelumnya, termasuk metoda ilmiah yg disebut Tycon ... (yg akhirnya diterapkan olkeh gallileo). Tetapi seperti yang saya sebutkan bedanya, di India budaya ilmiah itu tetap terjaga hingga kini. Sedangkan di Yunani sempat berhenti (begitu juga di negara Arab).
China dan India memiliki kontinuitas keilmiahan dari jaman dulu.
contoh yang paling mengena adalah yang disebutkan pak estananto dan
fatih itu dimana nehru cs bikin society/kebijakan yg mengacu pada
pemberdayaan sdm melalui membuat peraturan yg pro
pendidikan,universitas dan bisnis, lalu muncullah univ2 kelas dunia
seperti IIT. Kemudian muncul persh2 seperti tata,infosys,wipro,etc
Uni kelas dunia itu muncul setelah timbulnya semangat "berdikari" (Swadeshi) yg dilontarkan oleh Gandhi. Nah kalau kita sendiri belum mikir semangat ini.h.e.he.h.he. ya sampai kapanpun sulit mengejarnya.
Oleh karena itu ngapain pusing pusing Cisco, MS, dll ndak buka R&D di Indonesia, biarin aja. Hidupkan semangat mandiri dulu :-), nanti baru kita akan bisa ngejar mereka kalau udah ada semangat ini.
Kalau ndak, semangat beli yang besar.
IMW
