Fatih wrote: > On 4/27/06, m.c. cptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> very good question and big idea. tapi sbg pembanding, saya perlu jalan-jalan > dulu di berbagai kota di indo untk tahu lebih dalam fenomena ABG kita secara > keseluruhan. mgkn selain kota besar di jawa, medan bisa jadi tempat luar > jawa yg cukup mewakili sebagai survei awal. trims. > btw, saya mau reply di subjek beasiswa. jadi dari diskusi dengan kawan2 india disini, kalau dari masalah finansial banyak persh2 besar seperti Tata yang melakukan beasiswa masif tiap tahunya ( 8,000/yr). _unbonded_/tanpa kontrak, belum lagi pinjaman2 internal dari persh lain yang bisa diperoleh. Mungkin kalau di Indonesia sama dengan beasiswa Astra. Nah di India kenapa tata bisa berikan beasiswa banyak, karena pemerintahnya memberkan tax credit jika persh memberikan beasiswa. Di Indonesia apakah ada begini saya kurang tahu. Btw, sedikit mengenai Tata, meskipun tata skrg adalah tulang punggung ekonominya india, tapi ternyata tata tidak dijalankan dan dimulai oleh orang India lho, tapi justru imigran dari Persia/Iran :-) Ceritanya kurang lebih sama seperti bisnis/persh yg dijalankan oleh imigran dari china mainland ke indonesia. -mcp
